Detak.Media — Aplikasi perpesanan instan baru yang dikembangkan oleh X Corp. milik Elon Musk, XChat, kini telah resmi hadir di Indonesia setelah peluncuran globalnya pada 24 April 2026.
Aplikasi ini hadir sebagai penantang serius bagi platform seperti WhatsApp dan Telegram, dengan menawarkan komunikasi yang diklaim privat, terenkripsi ujung-ke-ujung, bebas iklan, dan tanpa pelacakan pengguna. Kehadirannya di tanah air membuka opsi baru bagi pengguna di Indonesia yang mencari alternatif komunikasi digital.
Login Tanpa Nomor Telepon
XChat memanfaatkan akun X (sebelumnya Twitter) yang sudah dimiliki pengguna untuk proses masuk (login), menghilangkan kebutuhan akan nomor telepon baru. Inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar Elon Musk untuk mentransformasi X menjadi sebuah “aplikasi segalanya” (everything app), meskipun pendekatannya kini lebih kepada memisahkan fitur inti menjadi aplikasi mandiri untuk menjangkau khalayak yang lebih luas.
Aplikasi yang kini tersedia di App Store untuk perangkat iPhone dan iPad ini dikabarkan sedang dalam tahap persiapan untuk versi Android.
Fitur Pesan, Panggilan, dan Berbagi File Besar
Sejarah pengembangan XChat sendiri dapat ditelusuri sejak Oktober 2023, ketika fitur panggilan suara dan video mulai diuji coba dalam aplikasi X, yang awalnya terbatas pada pengguna premium. Fitur ini kemudian diperluas untuk pengguna Android pada Januari 2024.
Ambisi Musk untuk menjadikan X sebagai platform multifungsi semakin terlihat dengan rencana peluncuran layanan pembayaran yang dikabarkan pada Agustus 2024. Peningkatan signifikan pada sistem pesan langsung (DM) X dengan penambahan enkripsi ujung-ke-ujung secara luas pada November 2025, yang kemudian menjadi dasar bagi XChat, menjadi tonggak penting sebelum peluncuran resminya sebagai aplikasi terpisah.
Aplikasi XChat menawarkan sejumlah fitur yang cukup lengkap, termasuk pesan teks, panggilan suara dan video, kemampuan berbagi file berukuran besar seperti foto, video, dan dokumen, serta obrolan grup yang dapat menampung hingga 481 anggota.
Pengguna juga dapat menikmati kemampuan mengedit atau menghapus pesan untuk semua orang dalam percakapan, fitur pemblokiran tangkapan layar (screenshot), dan pesan yang menghilang otomatis setelah lima menit. Dengan ukuran aplikasi sekitar 179.2 MB di App Store, XChat mensyaratkan penggunaan iOS 26.0 atau yang lebih baru.
Klaim Privasi dan Sorotan Pakar Keamanan
Meskipun X dan Elon Musk secara vokal mengklaim XChat sebagai solusi komunikasi yang aman dan privat, beberapa pakar keamanan menyuarakan keraguan. Kritikan muncul terkait arsitektur enkripsi di mana kunci enkripsi pribadi pengguna disimpan di server X. Meskipun dilindungi dengan PIN, hal ini secara teoritis dapat memungkinkan akses oleh pihak internal X.
Selain itu, peneliti keamanan menemukan bahwa metadata gambar, seperti koordinat GPS dan detail kamera, tidak dihapus dari foto yang dikirim, berpotensi membocorkan informasi lokasi dan perangkat pengguna. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana klaim privasi dan enkripsi ujung-ke-ujung yang ditawarkan oleh XChat.
Peluncuran XChat di Indonesia ini bertepatan dengan lanskap persaingan aplikasi perpesanan yang semakin ketat. Pengguna di Indonesia kini memiliki opsi tambahan untuk berinteraksi secara digital, namun dengan tetap mempertimbangkan berbagai aspek keamanan dan privasi yang ditawarkan oleh setiap platform.
Ikuti Detak.Media
