Apple Dirumorkan Rilis MacBook Murah Layar 12,9 Inci dengan Chip iPhone pada Maret 2026
Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan yang menyebut perusahaan teknologi asal Cupertino itu tengah menyiapkan MacBook murah berlayar 12,9 inci. Perangkat tersebut dikabarkan akan menggunakan chip kelas iPhone dan berpotensi diluncurkan pada Maret 2026, menyasar konsumen yang menginginkan laptop ringkas dengan harga lebih terjangkau.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh lembaga riset pasar TrendForce. Jika terealisasi, produk tersebut akan menjadi MacBook paling terjangkau dalam lini Apple saat ini dan diposisikan di bawah MacBook Air.
Kembali ke Segmen MacBook Ringkas
MacBook 12,9 inci ini disebut menjadi upaya Apple kembali mengisi segmen notebook ringkas yang sempat ditinggalkan. Apple terakhir kali menawarkan MacBook 12 inci pada periode 2015 hingga 2017, sebelum akhirnya dihentikan karena keterbatasan performa dan respons pasar yang kurang optimal.
Dengan ukuran layar 12,9 inci, MacBook terbaru ini akan sedikit lebih kecil dibanding MacBook Air 13,6 inci. Meski demikian, penggunaan bezel tipis diperkirakan tetap memungkinkan perangkat memiliki dimensi yang nyaman untuk penggunaan harian, termasuk mengetik dan bekerja secara mobile.
Gunakan Chip A18 Pro dari iPhone
Salah satu aspek paling menarik dari rumor ini adalah penggunaan Apple A18 Pro, chip yang juga digunakan pada iPhone 16 Pro series. Ini akan menjadi MacBook pertama yang menggunakan prosesor non-seri M sejak Apple beralih penuh ke Apple Silicon.
Meski bukan prosesor laptop murni, A18 Pro disebut memiliki lonjakan performa signifikan dibanding prosesor Intel yang digunakan pada MacBook 12 inci generasi lama. Estimasi kinerja menunjukkan performa single-core yang sangat kuat, sementara kemampuan multi-core diperkirakan cukup untuk kebutuhan komputasi ringan hingga menengah.
Dengan karakter tersebut, MacBook ini diprediksi ideal untuk aktivitas seperti pengolahan dokumen, browsing intensif, pemutaran video, hingga pekerjaan kreatif ringan, namun bukan untuk beban kerja berat seperti rendering atau pengolahan data skala besar.
Karena chip A18 Pro dirancang untuk beroperasi di perangkat berukuran kecil seperti iPhone, efisiensi daya menjadi salah satu keunggulan utamanya. Hal ini membuka peluang bagi Apple untuk menghadirkan MacBook tanpa kipas dengan sistem pendinginan pasif, sehingga menawarkan pengalaman penggunaan yang senyap.
Efisiensi tersebut juga diperkirakan berdampak positif pada daya tahan baterai. MacBook ini diyakini akan menyasar pengguna yang mengutamakan mobilitas, seperti pelajar, pekerja kantoran, dan traveler, yang membutuhkan laptop ringan dengan konsumsi daya rendah.
Harga Diposisikan di Bawah MacBook Air
Meski belum ada angka resmi, laporan TrendForce menyebut Apple berencana memasarkan MacBook 12,9 inci ini dengan harga di bawah MacBook Air. Saat ini, MacBook Air dijual mulai sekitar USD 799 di sejumlah pasar global.
Penggunaan chip iPhone dinilai dapat membantu Apple menekan biaya produksi, terutama di tengah tren kenaikan harga komponen seperti DRAM. Sejumlah analis memperkirakan harga laptop global akan mengalami tekanan kenaikan pada 2026 akibat meningkatnya permintaan memori untuk server kecerdasan buatan.
Peluncuran MacBook murah ini disebut tidak terlepas dari kondisi pasar. Dengan prediksi kenaikan harga laptop secara global, Apple berpotensi menggunakan perangkat ini sebagai strategi untuk menjaga pangsa pasar, khususnya di segmen entry-level dan pendidikan.
Ekosistem macOS yang stabil, ditambah efisiensi Apple Silicon, dinilai bisa menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang ingin beralih dari laptop Windows kelas menengah.
Masih Rumor, Apple Belum Beri Pernyataan
Meski laporan menyebut Maret 2026 sebagai target peluncuran, hingga kini Apple belum memberikan konfirmasi resmi terkait pengembangan MacBook 12,9 inci tersebut. Spesifikasi, harga, dan jadwal rilis masih berpotensi berubah seiring proses pengembangan produk.
Namun jika rumor ini terbukti benar, Apple tampaknya siap menghidupkan kembali konsep MacBook ringkas dengan pendekatan baru, mengutamakan efisiensi, portabilitas, dan harga yang lebih ramah, tanpa mengulang kompromi besar yang pernah terjadi di masa lalu.