AMD Rilis Ryzen AI Max Plus Series, Bidik Pasar Gaming Portabel Lebih Terjangkau
AMD secara resmi memperkenalkan dua varian baru dalam lini prosesor AMD Ryzen AI Max Plus, yakni AMD Ryzen AI Max Plus 392 dan AMD Ryzen AI Max Plus 388. Peluncuran ini menandai upaya AMD untuk memperluas jangkauan pasar dengan menawarkan chip yang lebih terjangkau, khususnya menyasar segmen perangkat gaming portabel dan kompak.
Prosesor yang sebelumnya dikenal dengan nama sandi Strix Halo ini awalnya dirancang untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan (AI) yang berat. Namun, kemampuan grafis terintegrasi yang superior justru mendorong inovasi berbagai perangkat gaming non-konvensional, mulai dari konsol genggam berperforma tinggi hingga tablet dan desktop ringkas.
Mureks mencatat bahwa sebagian besar perangkat berbasis Ryzen AI Max yang telah beredar di pasaran dibanderol dengan harga premium, seringkali mendekati atau bahkan melampaui USD 2.000. Kondisi ini diperparah oleh kelangkaan RAM global yang turut memicu kenaikan biaya produksi, demikian dikutip dari The Verge pada Selasa (6/1/2026).
Strategi AMD dengan Varian Baru
Untuk mengatasi kendala harga dan memperluas adopsi, AMD kini menghadirkan Ryzen AI Max Plus 392 dan Ryzen AI Max Plus 388. Kedua chip ini mempertahankan konfigurasi grafis penuh dengan 40 unit komputasi dan performa hingga 60 teraflops, namun dengan pengurangan jumlah inti CPU.
Ryzen AI Max Plus 392 dibekali 12 inti CPU, sementara Ryzen AI Max Plus 388 hanya memiliki 8 inti CPU. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan varian Ryzen AI Max kelas atas yang memiliki 16 inti CPU.
Menurut AMD, keputusan untuk mengurangi jumlah inti CPU ini merupakan respons langsung terhadap permintaan dari mitra produsen perangkat gaming.
“Alasan kami menghadirkan 392 dan 388 adalah karena ini produk yang tepat untuk gamer. Ada permintaan spesifik dari pelanggan untuk SKU gaming yang ingin kami bawa ke pasar,” ujar Rahul Tikoo, pimpinan divisi prosesor klien AMD, dalam keterangan resmi.
Implikasi Harga dan Pasar
Meskipun AMD belum memberikan konfirmasi resmi mengenai harga pasti, Tikoo mengindikasikan bahwa sistem berbasis Ryzen AI Max umumnya berada di kisaran USD 1.000 hingga USD 1.500. Angka ini lebih tinggi dibandingkan laptop Ryzen AI standar yang dapat dimulai dari USD 500.
Pernyataan tersebut membuka peluang bahwa perangkat yang ditenagai oleh chip baru ini akan lebih terjangkau dibandingkan generasi sebelumnya. AMD sendiri telah mendemonstrasikan potensi Strix Halo melalui berbagai perangkat gaming, termasuk prototipe konsol genggam GPD Win 5.
Sejumlah produsen lain seperti Ayaneo dan OneXPlayer juga telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan perangkat handheld berbasis Strix Halo. Dengan kehadiran varian Ryzen AI Max Plus yang lebih fleksibel, AMD menunjukkan komitmennya untuk memperluas adopsi chip grafis terintegrasi kelas atas ke pasar gaming portabel dan perangkat kompak, tanpa harus selalu mengorbankan harga yang tinggi.