Alasan Mengapa Microsoft Edge Jadi Browser Andalan Windows 11, Ini Keunggulan yang Perlu Diketahui
Sejak beralih ke basis Chromium, Microsoft Edge mengalami banyak perubahan. Meskipun sempat ditinggalkan pengguna karena penambahan fitur yang dinilai tidak perlu, kini browser ini kembali menawarkan pengalaman yang lebih baik, terutama bagi pengguna Windows 11.
Penulis artikel ini, setelah sekian lama menggunakan Firefox di Linux, kembali mencoba Microsoft Edge sebagai browser utama di sistem operasi Windows 11 pada perangkat GEEKOM A5. Hasilnya, pengalaman berselancar terasa nyaman dan jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Berbagai kustomisasi pun telah dilakukan, termasuk menonaktifkan fitur AI dan mengaktifkan Vertical Tabs.
Task Manager Terintegrasi
Salah satu keunggulan yang paling disukai adalah integrasi Task Manager antara browser dan Windows. Pengguna dapat memantau setiap tab, ekstensi, dan proses browser secara langsung dari Task Manager di Taskbar. Ini memudahkan identifikasi dan penutupan tab yang memakan banyak sumber daya jika browser mengalami hang.
Berbeda dengan browser lain seperti Firefox atau Chrome, di mana detail proses browser hanya ditampilkan secara umum, Edge memberikan informasi yang lebih rinci. Pengguna dapat langsung melakukan ‘End Task’ pada tab bermasalah melalui Task Manager Windows.
Adanya VPN Bawaan: Secure Network
Microsoft Edge juga menyertakan fitur keamanan bawaan bernama Secure Network, yang merupakan teknologi VPN yang dikembangkan bersama Cloudflare. Fitur ini bertujuan menjaga privasi pengguna dengan mengalihkan data melalui server Cloudflare terdekat.
Secure Network tidak aktif secara default. Pengguna perlu mengaktifkannya melalui Settings > Privacy, search and services > Use Microsoft Edge Secure Network. Pengaturan ini memungkinkan pengguna memilih mode aktivasi, apakah di semua situs, mode optimal, atau hanya situs tertentu.
Meskipun menarik, Secure Network memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan:
- Gratis 5 GB per bulan untuk pengguna akun Microsoft.
- Menyembunyikan IP address untuk privasi lebih baik.
- Enkripsi data saat browsing, aman di Wi-Fi publik.
- Terintegrasi langsung di Edge, tanpa perlu aplikasi tambahan.
- Ringan dan tidak membebani sistem.
- Kuota terbatas, hanya 5 GB/bulan.
- Tidak bisa dipakai untuk bypass geo-blocking atau streaming lintas negara.
- Hanya melindungi aktivitas di browser Edge, bukan aplikasi lain.
- Performa bisa menurun saat server Cloudflare padat.
- Fungsinya lebih ke privasi dasar, bukan pengganti VPN premium.
Hemat Resource dengan Sleeping Tab
Fitur Sleeping Tab secara otomatis menempatkan tab yang tidak aktif dalam jangka waktu tertentu ke mode ‘tidur’. Ini bertujuan mengurangi beban RAM dan CPU, sangat cocok untuk sistem dengan spesifikasi terbatas seperti RAM 8 GB.
Pengaturan Sleeping Tab dapat diakses di Settings > System and performance > Performance > Save resource with sleeping tabs. Secara default, tab akan tertidur setelah 1 jam tidak diakses, ditandai dengan warna tab yang memudar.
Resource Control untuk Batasan RAM
Selain Sleeping Tabs, Microsoft Edge memiliki fitur Resource Control yang memungkinkan pengguna mengatur batasan penggunaan RAM oleh browser. Fitur ini mencegah Edge memakan terlalu banyak RAM hingga membuat sistem Windows hang.
Secara default, fitur ini tidak memiliki batasan dan memaksimalkan kapasitas RAM yang tersedia. Namun, pengguna dapat menetapkan batas, misalnya 4 GB, untuk menyisakan ruang bagi aplikasi lain.
Pengaturan Keamanan dan Privasi Cukup Lengkap
Meskipun merupakan produk Microsoft, pengaturan privasi di Edge tergolong cukup lengkap. Terdapat fitur Tracking Prevention, Scareware blocker, Website typo protection, dan download protections.
Fitur-fitur ini, yang secara default sudah aktif, membantu mengurangi risiko akses ke situs yang tidak aman, mencegah pengunduhan aplikasi yang tidak diinginkan, dan melindungi dari penipuan teknologi. Namun, perlu diingat bahwa sebagai browser milik Microsoft, potensi telemetri yang tidak disadari pengguna tetap ada.
Kekurangan Microsoft Edge
Di balik kelebihannya, Edge masih memiliki beberapa kekurangan. Bloatware masih cukup banyak, termasuk integrasi AI Copilot yang tidak dapat dimatikan dan fitur Shopping yang tidak esensial, meskipun bisa dinonaktifkan.
Dari sisi privasi, Edge masih kalah dibandingkan browser lain seperti Firefox, terutama jika sinkronisasi dengan akun Microsoft diaktifkan dan pengaturan privasi dibiarkan pada default. Data pengguna cenderung dikirim ke Microsoft.
Namun, bagi pengguna setia layanan Microsoft 365 dan pengguna Windows 11, Edge patut dicoba, setidaknya sebagai browser kedua. Mengingat browser ini tidak dapat dihapus dari sistem, memanfaatkannya untuk aktivitas browsing dan streaming bisa menjadi pilihan.