Detak Media — Semen Padang akan menghadapi laga krusial melawan Persijap Jepara pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (20/4/2026). Namun, tim berjuluk Kabau Sirah ini harus menghadapi tantangan serius karena krisis pemain yang melanda skuadnya.
Absennya tiga pemain kunci, yaitu Alhassan Wakaso, Irsyad Maulana, dan Samuel Christianson, akibat cedera menjadi perhatian utama pelatih kepala Imran Nahumarury. Ketiga pemain ini dipastikan tidak dapat memperkuat tim karena masih dalam tahap pemulihan.
Pelatih Imran Nahumarury menegaskan bahwa meskipun opsi pemain berkurang, hal tersebut tidak akan menjadi alasan bagi tim untuk tidak tampil maksimal. Ia menyatakan telah menyiapkan strategi alternatif dengan pemain yang tersedia dan meyakini mereka mampu memberikan performa terbaik.
Krisis Pemain Landa Kabau Sirah
Kehilangan Wakaso, yang dikenal sebagai pengatur tempo permainan dan sentral di lini tengah, serta Irsyad Maulana yang sering memberikan dinamika berbeda dalam membongkar pertahanan lawan, jelas menjadi pukulan bagi Semen Padang. Situasi ini semakin krusial mengingat posisi Semen Padang yang masih berada di zona bawah klasemen BRI Super League.
Saat ini, Semen Padang menduduki peringkat ke-17 dengan 20 poin, terpaut lima angka dari Persijap Jepara yang berada di posisi ke-15. Kemenangan dalam laga ini menjadi harga mati untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pelatih Imran Nahumarury mengakui bahwa absennya pemain kunci membuat opsi tim menjadi terbatas. Namun, ia menekankan bahwa para pemain yang tersedia telah menunjukkan kesiapan dan performa yang baik dalam sesi latihan. “Tentu ini membuat opsi kami jadi berkurang. Tapi ini tidak jadi alasan kalau pemain tertentu tidak bisa bermain mengurangi kekuatan tim. Karena kita punya banyak pemain yang siap tampil dan itu mereka tunjukkan di sesi latihan,” ujar Imran dalam keterangan resmi klub.
Modal Positif dan Tantangan di Kandang
Meskipun dilanda krisis pemain, Semen Padang memiliki modal positif dari pertemuan putaran pertama di Jepara, di mana mereka berhasil meraih kemenangan 2-1. Kemenangan tersebut dicetak melalui gol Pedro Matos dan Armando Oropa. Bek kiri Persijap saat itu, Najeeb Yakubu, juga sempat diusir dari lapangan di menit ke-24, yang menjadi keuntungan bagi Semen Padang.
Namun, bermain di kandang sendiri tidak serta merta menjamin kemenangan. Pelatih Imran Nahumarury menegaskan bahwa timnya harus berjuang habis-habisan. “Kalau bicara tentang home dan away, tentu adalah pertandingan yang berbeda. Sekarang kita main di home, tidak ada pilihan, misi kita masih sama, tim akan terus berjuang sampai akhir. Tidak ada yang tidak bisa, jadi kita harus berbuat,” tegas Imran dalam konferensi pers.
Kondisi Skuad dan Dukungan Suporter
Selain cedera, kondisi pemain lain seperti Rosad yang baru kembali berlatih setelah mendampingi istrinya melahirkan juga masih terus dipantau. Namun, kabar baik datang dari lini belakang, di mana tim dipastikan tidak kehilangan pemain akibat akumulasi kartu kuning.
Di tengah tantangan ini, Semen Padang juga menghadapi isu dukungan suporter. Sejumlah kelompok suporter, seperti The Kmers, dikabarkan melakukan boikot terhadap pertandingan sebagai bentuk protes terhadap manajemen klub terkait kebijakan akses tribun. Meskipun demikian, pelatih Imran Nahumarury memilih untuk menyikapinya secara positif, menganggapnya sebagai bentuk kepedulian suporter terhadap tim.
Semen Padang FC saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen BRI Super League dengan 20 poin. Mereka tertinggal dari Persijap Jepara yang berada di posisi ke-15 dengan 25 poin. Pertandingan melawan Persijap menjadi sangat krusial bagi Semen Padang untuk keluar dari zona degradasi dan menjaga asa bertahan di liga musim depan.
Ikuti Detak Media
