— Rivalitas pembalap Indonesia dan Malaysia kembali memanaskan panggung balap motor internasional, kali ini di ajang Moto4 European Cup 2026. Setelah kesuksesan Veda Ega Pratama dari Indonesia dan Hakim Danish dari Malaysia yang kini bersaing di level yang lebih tinggi, talenta muda dari kedua negara kembali dipertemukan.

Ziven Rozul Abiy Salim, pembalap berusia 15 tahun asal Indonesia, memulai debutnya di kejuaraan Eropa tersebut, langsung berhadapan dengan Qabil Irfan Azlan, wakil dari Malaysia, dalam seri pembuka yang digelar di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, pada 21-24 Mei 2026.

Moto4 European Cup 2026, yang sebelumnya dikenal sebagai European Talent Cup, merupakan salah satu jenjang penting dalam program “Road to MotoGP” yang bertujuan mencetak pembalap-pembalap muda berbakat. Musim 2026 ini diikuti oleh 59 pembalap, di mana Ziven Rozul Abiy Salim menjadi satu-satunya wakil Indonesia. Dibawah naungan NitiRacing dan Doni Racing School 35 Academy, Ziven akan membalap untuk Leopard Junior Team. Pengalamannya di Honda Thailand Talent Cup menjadi bekal berharga sebelum terjun di kompetisi Eropa yang lebih ketat.

Di sisi lain, Malaysia juga mengandalkan Qabil Irfan Azlan, yang bergabung dengan MLav Junior Team. Qabil Irfan bukanlah nama baru di kancah balap junior, ia tercatat sebagai pembalap Asia pertama yang berhasil menjuarai ESBK Talent di Kejuaraan Superbike Spanyol (ESBK) pada tahun 2025. Kehadiran Qabil Irfan dipastikan akan menambah sengit persaingan di kelas Moto4.

Pertarungan Generasi Baru

Debut Ziven di Moto4 European Cup 2026 menandai harapan baru bagi Indonesia di ajang balap junior Eropa. Pembalap asal Bogor ini memiliki target realistis untuk musim perdananya. “Targetnya bisa lebih baik dari sebelumnya, bisa masuk zona poin,” ungkap Ziven dalam sebuah wawancara dengan Mandalika Racing Series. Dukungan dari tim Leopard Junior Team yang pernah menaungi pembalap top dunia diharapkan dapat membantu Ziven meraih performa maksimal.

Persaingan Ziven dan Qabil Irfan ini mengingatkan publik pada rivalitas panas antara Veda Ega Pratama dan Hakim Danish. Veda, yang kini telah naik kelas ke Kejuaraan Dunia Moto3 2026 bersama Honda Team Asia, telah mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di Grand Prix, dengan finis di posisi ketiga pada Moto3 Brazil 2026. Sementara itu, Hakim Danish juga memulai debutnya di Moto3 2026. Meskipun memiliki rekam jejak yang kuat di sirkuit junior, performa Hakim Danish di awal musim Moto3 2026 belum mampu melampaui pencapaian Veda.

Perkembangan terbaru di Sirkuit Barcelona-Catalunya tidak hanya tentang seri pembuka Moto4, tetapi juga lanjutan persaingan Veda dan Danish di Moto3. Penggemar dari kedua negara antusias mengikuti setiap perkembangan, terlebih setelah Hakim Danish menunjukkan performa impresif di sesi latihan bebas Catalunya. Dinamika ini menegaskan bahwa duel antara pembalap muda Indonesia dan Malaysia terus menjadi daya tarik tersendiri dalam kancah balap motor global, dari jenjang junior hingga kelas dunia.