— Musim 2025/2026 berpotensi menjadi salah satu periode paling mengecewakan bagi Real Madrid. Klub raksasa asal Spanyol itu terancam mengakhiri musim tanpa satu pun trofi, situasi yang kerap memicu perubahan besar di internal klub, terutama di era kepemimpinan Florentino Perez.

Meski secara publik Perez terlihat tenang dan tidak menunjukkan kepanikan, dinamika di balik layar diyakini jauh lebih kompleks. Sejarah mencatat, setiap kegagalan besar hampir selalu diikuti dengan perombakan struktural, baik di level pelatih maupun manajemen.

Kebijakan Klub Mulai Dipertanyakan

Beberapa bulan terakhir sudah menjadi bukti nyata bahwa perubahan sedang berlangsung. Salah satu keputusan besar adalah pemecatan Xabi Alonso yang dianggap gagal menyatukan skuad bertabur bintang menjadi tim yang solid dan konsisten.

Namun, keputusan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru. Alih-alih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi tim dan strategi klub, arah kebijakan justru terlihat seperti mencari pihak yang bisa dijadikan kambing hitam atas kegagalan musim ini.

Nama Juni Calafat kini mulai disebut-sebut sebagai salah satu figur yang posisinya terancam. Padahal, selama ini ia dikenal sebagai sosok penting di balik kesuksesan transfer pemain muda berbakat ke Santiago Bernabeu.

Peran Besar yang Terancam Terabaikan

Selama bertahun-tahun, kontribusi Calafat tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia adalah arsitek di balik kedatangan sejumlah pemain kunci seperti Vinicius Junior, Rodrygo Goes, Eder Militao, dan Fede Valverde.

Para pemain tersebut menjadi tulang punggung keberhasilan Real Madrid dalam beberapa musim terakhir, termasuk saat meraih gelar Liga Champions. Tanpa kontribusi mereka, sulit membayangkan dominasi klub di Eropa bisa terwujud kembali.

Memang, tidak semua rekrutan Calafat langsung menunjukkan performa gemilang. Beberapa pemain muda seperti Franco Mastantuono masih membutuhkan waktu untuk berkembang. Namun secara keseluruhan, tingkat keberhasilan perekrutannya justru meningkat dari waktu ke waktu.

Selain Calafat, nama Santiago Solari juga disebut berpotensi tersingkir dari struktur klub. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa akan ada perubahan signifikan di balik layar.

Dampak Kedatangan Mbappe Jadi Sorotan

Salah satu faktor yang turut disorot dalam kegagalan musim ini adalah kedatangan Kylian Mbappe. Transfer ini awalnya dianggap sebagai langkah besar untuk memperkuat lini depan.

Namun, realitas di lapangan tidak berjalan sesuai ekspektasi. Kehadiran Mbappe justru memengaruhi keseimbangan tim. Beberapa pemain seperti Jude Bellingham, Aurelien Tchouameni, hingga Arda Guler kesulitan menemukan peran ideal mereka.

Bahkan, Vinicius Junior yang sebelumnya menjadi bintang utama, disebut mengalami penurunan performa akibat perubahan sistem permainan.

Di sisi lain, kebutuhan untuk memperkuat lini tengah pasca kepergian Toni Kroos serta sektor pertahanan justru tidak menjadi prioritas utama. Hal ini membuat skuad terlihat tidak seimbang dan kurang solid.

Masa Depan Klub di Persimpangan

Situasi ini membuat keputusan-keputusan Perez kembali mendapat sorotan tajam. Jika pola lama kembali terulang, bukan tidak mungkin figur-figur penting seperti Calafat akan menjadi korban dari kebijakan tersebut.

Padahal, kehilangan sosok seperti Calafat bisa berdampak besar terhadap masa depan klub. Ia bukan hanya sekadar pencari bakat, tetapi juga bagian penting dari fondasi pembangunan tim jangka panjang.

Jika Real Madrid benar-benar melakukan perombakan tanpa perhitungan matang, mereka berisiko kehilangan arah dalam proses regenerasi skuad. Sebab, membangun tim besar bukan hanya soal mendatangkan pemain bintang, tetapi juga tentang menemukan talenta sebelum mereka mencapai puncaknya.