Detak Media — Kegagalan PSMS Medan menembus kasta tertinggi Liga 1 Indonesia pada musim 2025/2026 memicu respons tegas dari manajemen klub dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Klub berjuluk Ayam Kinantan itu kini bersiap melakukan perombakan skuat besar-besaran demi mengejar target promosi ke Liga 1 pada musim kompetisi mendatang.
Langkah drastis ini diambil setelah Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, menyampaikan permohonan maaf atas hasil yang tidak memuaskan, diiringi ultimatum keras dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Manajemen PSMS Medan memastikan akan melakukan belanja pemain secara “jor-joran” untuk memenuhi ambisi promosi yang juga menjadi tuntutan pemerintah daerah. Target ini menjadi krusial mengingat tekanan yang semakin besar untuk mengembalikan kejayaan tim ke Liga 1, setelah musim lalu hanya mampu finis di peringkat ke-7 dari 10 tim di Grup 1 Liga 2.
Ancaman Gubernur Sumatera Utara
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara terbuka menyatakan akan mengambil alih kepengurusan PSMS Medan jika klub kembali gagal promosi ke Liga 1 pada tahun depan. Pernyataan ini disampaikan Bobby saat perayaan HUT PSMS Medan ke-76 pada Selasa, 21 April 2026 malam.
“Kalau bisa di usia ke-77 nanti kita sudah ke Liga 1. Kalau belum juga, kami percaya kepada presiden klub. Tapi kalau belum tercapai, biarkan pemerintah provinsi mengambil alih, bahkan kalau perlu kita jadikan BUMD,” tegas Bobby, menyoroti pentingnya PSMS sebagai bagian dari sejarah dan kekuatan Sumatera Utara.
Bobby Nasution menekankan bahwa PSMS bukan sekadar klub sepak bola, melainkan elemen pembentuk sejarah provinsi.
“PSMS ini bukan hanya bagian kecil dari Sumatera Utara, tapi bagian pembentuk sejarah dan kekuatan Sumatera Utara. Sudah mendampingi Sumatera Utara selama puluhan tahun,” ujarnya. Ancaman ini menjadi dorongan kuat bagi manajemen untuk berbenah secara total dan serius.
Dukungan dari pemerintah provinsi sendiri telah sangat signifikan. Gubernur Bobby Nasution telah memberikan dukungan luar biasa, mulai dari fasilitas tempat tinggal, lapangan latihan (Wisma Atlet dan Stadion Mini Pancing), hingga penggunaan Stadion Utama Sumatera Utara sebagai kandang tim. Presiden PSMS, Fendi Jonathan, mengakui bahwa keberadaan tim musim ini tidak lepas dari dukungan dan perhatian penuh Gubernur.
Evaluasi Menyeluruh dan Bursa Transfer
Menyikapi kegagalan promosi, Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh elemen tim dan suporter. Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh dan persiapan yang lebih matang untuk menghadapi musim depan.
“Kami menyadari belum memberikan prestasi yang baik pada musim ini, untuk itu kami mohon maaf,” kata Fendi, seraya menambahkan tekad untuk bisa ke Liga 1 dengan persiapan yang lebih panjang dan evaluasi yang lebih baik.
Komitmen untuk merombak skuat di bursa transfer telah dikonfirmasi. Manajemen akan melakukan upaya maksimal dalam memperkuat komposisi tim. Beberapa nama pemain asing seperti Felipe Cadenazzi (Argentina), Vitor Barata, dan Kim Jeung-ho (Korea Selatan) telah menjadi bagian dari skuat sebelumnya, dengan beberapa di antaranya telah dilepas atau berstatus pinjaman pada bursa transfer Januari dan Februari 2026.
Perombakan ini diperkirakan akan mencakup perekrutan pemain-pemain baru yang memiliki kualitas dan mental juara untuk bersaing di Liga 2 yang semakin ketat.
Selain perombakan pemain, evaluasi juga akan menyentuh aspek non-teknis dan staf pelatih. Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai pelatih kepala untuk musim 2026/2027, manajemen PSMS dipastikan akan mencari figur yang tepat untuk memimpin tim meraih target promosi. Tekanan waktu menjelang kick-off Liga 2 musim depan akan menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen untuk segera merampungkan susunan tim dan staf pelatih.
Harapan dan Tantangan Menuju Liga 1
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, fasilitas yang memadai, dan tekad kuat dari manajemen, PSMS Medan kini menghadapi tantangan besar untuk mewujudkan mimpi promosi ke Liga 1. Harapan publik Medan dan Sumatera Utara sangat tinggi, mengingat sejarah panjang dan kebanggaan terhadap klub berjuluk Ayam Kinantan ini. Mengelola klub sebesar PSMS Medan, menurut Fendi, bukan tanpa tekanan, terutama saat tim meraih hasil buruk.
Perombakan skuat yang masif dan persiapan yang lebih matang diharapkan dapat menjadi kunci bagi PSMS Medan untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional. Musim depan akan menjadi pembuktian bagi manajemen PSMS Medan untuk menjawab ultimatum Gubernur dan mengembalikan kepercayaan suporter setia mereka.
Ikuti Detak Media
