— Profesi sebagai penjaga tahanan tak menghalangi langkah Florentino Joshua Aluddin, atau yang dikenal dengan nama panggung Josh Flo, menembus panggung besar Indonesian Idol Season 14. Pria 26 tahun asal Manokwari, Papua Barat ini menjadi salah satu kontestan yang paling menyita perhatian musim ini, bukan hanya karena kualitas vokalnya, tetapi juga latar belakang pekerjaannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Manokwari.

Kisahnya menjadi warna tersendiri di antara deretan peserta lain. Sosok Josh Flo menghadirkan narasi bahwa mimpi bermusik bisa tumbuh dari tempat yang tak biasa, bahkan dari balik rutinitas pengawasan warga binaan di lapas.

Josh Flo Tersingkir di Top 5 Indonesian Idol 2026, Meidra Lolos ke Top 4

Perjalanan Mencuri Perhatian Sejak Audisi

Sejak babak audisi, Josh Flo sudah menunjukkan kualitas yang membuat juri terkesan. Lima juri musim ini—Judika, Raisa, Bunga Citra Lestari, Rossa, dan Reza Arap Oktovian—kompak memberikan “YES”. Bahkan Judika sempat melontarkan keinginan memberi titanium ticket, bentuk apresiasi tertinggi di fase audisi.

Keikutsertaan Josh Flo di Indonesian Idol juga dilatarbelakangi faktor usia. Di umur 26 tahun, ia berada di ambang batas maksimal peserta audisi Indonesian Idol.

“Ini kesempatan terakhir saya ikut Indonesian Idol,” ujarnya.

Tekad itulah yang membuatnya tampil total di setiap babak, tanpa beban, namun penuh determinasi.

Konsistensi Josh Flo berlanjut hingga babak Final Showcase. Saat membawakan lagu “Niscaya” milik Bilal Indrajaya, ia mendapatkan standing ovation dari Rossa dan BCL. Penampilan berikutnya lewat lagu “Alamak” dari Rizky Febian dan Adrian Khalif kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kontestan terkuat.

Performa stabil itu mengantarkannya melaju hingga babak Top 6.

Terhenti di Spektakuler Show 11

Langkah Josh Flo harus terhenti di Spektakuler Show 11 yang tayang Senin, 27 April 2026. Ia tereliminasi setelah memperoleh voting terendah dan finis di posisi Top 5.

Pada malam penentuan itu, Josh Flo tampil dua kali. Ia berduet dengan Marion Jola membawakan lagu “Aku Takdirmu”, yang diganjar dua standing ovation dari BCL dan Rossa. Penampilan solonya lewat lagu “Senja Sudut Kota” milik Samuel Cipta kembali meraih apresiasi serupa dari juri.

Meski menuai pujian, akumulasi voting penonton belum cukup untuk mengamankan posisinya ke Top 4.

Penjaga Tahanan yang Aktif Membina Warga Binaan

Di luar panggung, Josh Flo telah tiga tahun bekerja sebagai penjaga tahanan di Lapas Perempuan Kelas III Manokwari. Tugasnya bukan sekadar pengawasan keamanan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan pembinaan warga binaan.

Kemampuannya bernyanyi membuatnya dipercaya menjadi juri dalam lomba menyanyi yang rutin digelar di lapas. Dari sana, ia terbiasa melihat musik sebagai medium pembinaan mental dan rohani, bukan sekadar hiburan.

“Di lapas itu, karena namanya tempat pembinaan, ada banyak kegiatan dari segi rohani, keterampilan, bahkan lomba nyanyi. Karena saya bisa nyanyi, saya sering ditunjuk jadi juri,” ungkap Josh Flo dalam salah satu segmen profil di Indonesian Idol.

Inspirasi dari Tempat yang Tak Biasa

Meski harus terhenti di Top 5, perjalanan Josh Flo menjadi salah satu kisah paling inspiratif di Indonesian Idol musim ini. Ia membuktikan bahwa latar belakang profesi bukanlah batas untuk mengejar mimpi.

Dari balik seragam penjaga tahanan di Manokwari, Josh Flo berhasil berdiri di panggung megah Indonesian Idol dan mendapat pengakuan nasional atas bakatnya. Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa musik bisa tumbuh dari mana saja—bahkan dari tempat yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.