— Persija Jakarta resmi mengakhiri kebersamaan dengan Mauricio Souza setelah kontrak sang pelatih berakhir pada penghujung musim Super League 2025/2026. Manajemen Macan Kemayoran memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kerja pelatih asal Brasil tersebut karena target yang telah disepakati sejak awal musim tidak berhasil tercapai.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh manajemen Persija setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan tim sepanjang musim. Meski Mauricio Souza berhasil membawa sejumlah peningkatan signifikan dalam permainan tim, hasil akhir kompetisi dinilai belum sesuai dengan ambisi besar klub untuk kembali meraih gelar juara.

Persija pun mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan Mauricio Souza selama menukangi tim ibu kota. Sosok pelatih berusia 51 tahun itu dianggap berhasil meninggalkan identitas permainan yang kuat dan membawa perubahan besar terhadap karakter permainan Macan Kemayoran.

Catatan Positif Mauricio Souza Bersama Persija

Walaupun gagal memenuhi target utama klub, Mauricio Souza tetap meninggalkan catatan positif selama memimpin Persija di Super League 2025/2026. Di bawah arahannya, Persija berhasil mencatatkan salah satu musim terbaik dalam satu dekade terakhir.

Macan Kemayoran sukses mengumpulkan total 71 poin sepanjang musim, hasil dari 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Jumlah poin tersebut menjadi pencapaian tertinggi Persija sejak kompetisi Liga Indonesia kembali menggunakan format satu wilayah.

Selain hasil di klasemen, Mauricio juga berhasil membentuk identitas permainan yang jelas bagi Persija. Tim tampil agresif, berani menekan lawan sejak awal pertandingan, dan mampu mendominasi penguasaan bola dalam banyak laga penting sepanjang musim.

Gaya bermain menyerang yang diterapkan Mauricio Souza membuat Persija menjadi salah satu tim paling menarik untuk disaksikan di Super League 2025/2026. Pendekatan taktis tersebut juga mendapat apresiasi besar dari sebagian pendukung setia Macan Kemayoran.

Persija Juga Berpisah dengan Seluruh Staf Pelatih

Tidak hanya Mauricio Souza, Persija juga memastikan perpisahan dengan seluruh staf kepelatihan yang selama ini mendampinginya. Beberapa nama yang resmi meninggalkan klub antara lain Italo Bartole Resende sebagai asisten pelatih, Vitor Branco da Cruz selaku pelatih fisik, Gerson Rodrigues Rios sebagai pelatih kiper, Caio Araujo sebagai analis tim, serta Claudio Luzardi yang bertugas sebagai interpreter.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari evaluasi besar-besaran yang dilakukan manajemen Persija demi menyambut musim baru. Klub ingin memulai proyek baru dengan struktur kepelatihan yang berbeda agar target juara pada musim 2026/2027 dapat tercapai.

Kebersamaan Mauricio Souza dan staf pelatihnya memang terbilang singkat, tetapi mereka berhasil membangun hubungan emosional yang cukup erat dengan para pemain dan pendukung klub.

Mohamad Prapanca Jelaskan Alasan Perpisahan

Direktur Persija, Mohamad Prapanca, memberikan penjelasan langsung terkait keputusan klub untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan Mauricio Souza.

Menurut Prapanca, Mauricio telah memberikan warna baru bagi permainan Persija sepanjang musim ini. Namun, manajemen tetap harus berpegang pada target yang telah disepakati sejak awal kontrak.

“Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan,” ujar Mohamad Prapanca.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan doa terbaik untuk Mauricio Souza beserta seluruh staf kepelatihannya.

“Kami mendoakan Mauricio beserta stafnya, Coach Italo, Vitor, Gerson, Caio, dan Luzardi, agar semakin sukses dan bersinar di perjalanan berikutnya,” lanjutnya.

Persija Mulai Cari Pelatih Baru

Setelah memastikan perpisahan dengan Mauricio Souza, Persija langsung bergerak cepat mencari sosok pelatih baru untuk musim depan. Manajemen mengungkapkan bahwa komunikasi dengan beberapa kandidat sudah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

Persija ingin memastikan bahwa pelatih baru yang nantinya datang benar-benar mampu membawa klub kembali bersaing dalam perebutan gelar juara.

“Sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru. Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027,” kata Mohamad Prapanca.

Target juara memang menjadi prioritas utama Persija setelah beberapa musim terakhir gagal memenuhi ekspektasi besar para pendukung.

Mauricio Souza Tinggalkan Warisan Penting

Meski masa baktinya telah berakhir, Mauricio Souza tetap meninggalkan warisan penting bagi Persija. Ia berhasil membangun mental kompetitif dan karakter permainan yang lebih modern bagi tim.

Performa konsisten sepanjang musim menjadi bukti bahwa Persija berkembang cukup pesat di bawah arahannya. Banyak pemain yang tampil lebih percaya diri dan mampu berkembang secara individu maupun kolektif.

Kini Persija memasuki babak baru dengan harapan besar untuk musim mendatang. Sementara itu, Mauricio Souza dan stafnya diperkirakan akan segera melanjutkan perjalanan karier mereka di klub baru setelah meninggalkan Macan Kemayoran.