UTBK 2026: Rincian Jumlah Soal dan Pembagian Subtes yang Wajib Diketahui

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 semakin dekat, menyisakan waktu krusial bagi para calon mahasiswa untuk mematangkan strategi. Memahami secara detail jumlah soal dan pembagian subtes menjadi kunci penting dalam mengatur manajemen waktu dan fokus belajar.

Total keseluruhan soal yang akan dihadapi peserta UTBK 2026 mencapai sekitar 155 hingga 160 butir, yang harus diselesaikan dalam durasi 195 menit atau 3 jam 15 menit. Soal-soal tersebut terbagi dalam dua komponen utama: Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi.

Jadwal UTBK SNBT 2026 Dimulai 21 April, Ini Daftar Dokumen yang Wajib Dibawa

Tes Potensi Skolastik (TPS) dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif, penalaran, dan logika dasar yang esensial bagi keberhasilan studi di perguruan tinggi, bukan sekadar menguji hafalan materi sekolah. TPS sendiri terdiri dari empat subtes yang masing-masing memiliki jumlah soal dan alokasi waktu spesifik.

Sementara itu, Tes Literasi menuntut ketelitian dan daya tahan membaca yang tinggi, terutama karena sebagian besar soal disajikan dalam bentuk wacana atau bacaan yang cukup panjang.

Rincian Subtes Tes Potensi Skolastik (TPS)

Tes Potensi Skolastik (TPS) merupakan komponen utama UTBK yang akan menguji kemampuan berpikir dan penalaran peserta. Subtes ini dibagi menjadi empat bagian:

  • Kemampuan Penalaran Umum (PU): Subtes ini menguji kemampuan peserta dalam memecahkan masalah baru. Terdapat 30 soal yang terbagi menjadi Penalaran Induktif, Deduktif, dan Kuantitatif (masing-masing 10 soal). Peserta memiliki waktu 30 menit untuk menyelesaikan bagian ini.
  • Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU): Bagian ini mengukur wawasan kognitif dan pemahaman bahasa secara umum. Terdapat 20 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 15 menit.
  • Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis (PBM): Fokus pada ejaan, tata bahasa baku, dan kepaduan paragraf. Peserta harus menyelesaikan 20 soal dalam alokasi waktu 25 menit.
  • Pengetahuan Kuantitatif (PK): Subtes ini menguji logika angka, aljabar, dan matematika dasar. Jumlah soal berkisar antara 15 hingga 20 soal dengan durasi pengerjaan 20 menit.

Secara keseluruhan, Tes Potensi Skolastik (TPS) memiliki total sekitar 90 soal.

Komponen Tes Literasi UTBK 2026

Tes Literasi menjadi komponen kedua yang krusial dalam UTBK 2026. Bagian ini menuntut peserta untuk mampu memahami, mengolah, dan menilai informasi dari berbagai jenis teks. Komponen ini terbagi menjadi tiga subtes:

  • Literasi dalam Bahasa Indonesia: Menguji kemampuan mengekstrak informasi, opini, dan kesimpulan dari teks berbahasa Indonesia yang kompleks. Subtes ini memiliki porsi paling besar, yaitu 30 soal, dengan alokasi waktu 45 menit.
  • Literasi dalam Bahasa Inggris: Fungsinya serupa dengan literasi Bahasa Indonesia, namun menggunakan wacana berbahasa Inggris. Terdapat 20 soal yang harus diselesaikan dalam durasi 30 menit.
  • Penalaran Matematika (PM): Berbeda dari Pengetahuan Kuantitatif, Penalaran Matematika lebih menekankan pada penerapan konsep hitungan untuk menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari, seperti soal cerita atau grafik. Peserta akan menghadapi 20 soal dengan durasi pengerjaan 30 hingga 40 menit.

Secara total, Tes Literasi terdiri dari 70 soal.

Strategi Efektif Menghadapi UTBK 2026

Dengan rata-rata waktu sekitar 1 hingga 1,5 menit per soal, kecepatan dan ketepatan menjadi kunci utama keberhasilan dalam UTBK SNBT 2026. Peserta tidak disarankan untuk terpaku terlalu lama pada satu soal yang dianggap sulit. Jika menemui jalan buntu, langkah terbaik adalah segera melwati soal tersebut dan beralih ke soal lain yang dinilai lebih mudah untuk memaksimalkan perolehan poin.

Sistem penilaian UTBK menggunakan Item Response Theory (IRT), yang tidak menerapkan nilai minus atau penalti untuk jawaban yang salah. Oleh karena itu, sangat penting bagi peserta untuk memastikan tidak ada kolom jawaban yang dibiarkan kosong sebelum waktu subtes berakhir. Mengisi semua jawaban, bahkan dengan menebak, dapat meningkatkan peluang perolehan skor.

Memahami rincian jumlah soal dan alokasi waktu per subtes ini menjadi pijakan penting untuk terus berlatih dan mematangkan strategi. Dengan persiapan yang matang, calon mahasiswa diharapkan dapat menargetkan skor terbaik dan meraih kursi di program studi favorit mereka.