— Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempromosikan enam proyek strategis kepada investor dari Malaysia dan negara-negara ASEAN pada konferensi Selangor International Business Summit (SIBS) Asean 2026. Kegiatan yang digelar di Kota Bandung pada 9–10 Juli 2026 itu menjadi ajang menawarkan peluang investasi yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan seluruh proyek tersebut dipaparkan sebagai peluang unggulan bagi investor. “Saya yakin kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kerja sama yang baik antara Pemerintah Selangor dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Erwan dalam keterangan, Minggu (12/7/2026).

Enam Proyek Unggulan

Erwan merinci enam proyek bernilai besar yang ditawarkan, yakni pengembangan Kertajati Aerospace Park, pembangunan LRT Bandung Raya, proyek energi terbarukan, pengembangan kawasan industri, pengembangan ekonomi kreatif, serta pendidikan vokasi.

Ia menekankan harapan agar pertemuan di SIBS tidak sekadar seremonial. “Saya berharap pertemuan dan kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi harus berkelanjutan dan segera ditindaklanjuti, baik oleh para pelaku usaha di Jawa Barat maupun dari Selangor,” ujarnya.

Hubungan Ekonomi Jawa Barat dan Malaysia

Erwan menyebut hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Malaysia menunjukkan tren positif. Dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi Malaysia di Jawa Barat mencapai sekitar Rp47 triliun, menempatkan Malaysia sebagai salah satu investor terbesar di provinsi tersebut.

Selain investasi langsung, Malaysia juga tercatat sebagai salah satu mitra dagang utama Jawa Barat dan masuk dalam sepuluh besar tujuan ekspor provinsi itu, dengan surplus perdagangan mencapai US$1,1 miliar. Sektor pariwisata turut menyumbang, di mana kunjungan wisatawan mancanegara asal Malaysia memberi kontribusi sekitar 12,5 persen dari total kunjungan ke Jawa Barat.

Respons DPMPTSP Jawa Barat

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, menyatakan proyek yang ditawarkan meliputi sektor kedirgantaraan, kawasan industri, transportasi, energi, ekonomi kreatif, dan pendidikan vokasi.

“Melalui SIBS Asean 2026, Jawa Barat menghadirkan peluang investasi strategis pada sektor-sektor prioritas yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi dan siap dikembangkan bersama mitra internasional,” kata Dedi.

Dedi menambahkan harapan agar partisipasi Jawa Barat dalam SIBS bisa membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan menarik investasi baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja di wilayah itu.