— Pertumbuhan pesat industri game digital dan esports mendorong pelaku usaha di sektor ini memperkuat keamanan transaksi. Upaya itu dianggap penting untuk menghapus stigma negatif terkait jual beli akun, joki, penyewaan akun, dan pengisian saldo yang selama ini mudah disalahgunakan.

Pelaku industri menyatakan kebutuhan akan mekanisme transaksi yang transparan dan profesional makin mendesak seiring meningkatnya jumlah pemain dan nilai ekonomi ekosistem game nasional.

Beberapa perusahaan mulai menata kembali tata kelola bisnis serta menerapkan prosedur yang lebih ketat. Salah satunya adalah Tokovalorant, yang beroperasi di bawah CV Game Digital Indonesia, yang kini fokus membangun sistem transaksi yang dianggap dapat meningkatkan kepercayaan pengguna.

Pendiri CV Game Digital Indonesia, Aldo Handrian, menuturkan kepercayaan menjadi fondasi utama dalam bisnis transaksi digital, apalagi aktivitas di ranah game sebagian besar berlangsung secara daring.

“Masih ada stigma bahwa transaksi aset digital di dunia game rentan terhadap penipuan. Karena itu, kami berupaya membangun sistem yang lebih profesional dan transparan agar kepercayaan masyarakat terhadap industri ini terus meningkat,” ujar Aldo dalam keterangan, Senin (13/7/2026).

Aldo menilai perkembangan industri game nasional membuka peluang ekonomi besar, namun keberlanjutan pertumbuhan itu memerlukan ekosistem yang sehat dan dapat dipercaya.

Langkah Profesionalisasi dan Kolaborasi

Menurut Aldo, penguatan sistem transaksi harus disertai tata kelola bisnis yang jelas dan terukur. Sebagai bagian dari strategi memperkuat kredibilitas, perusahaan menggandeng atlet esports profesional dari tim Alter Ego, Rayvaldo Chandra alias “ray4c”, sebagai duta merek.

Aldo menegaskan bahwa inovasi dan peningkatan standar profesionalisme perlu berjalan bersama pertumbuhan industri agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh ekosistem digital nasional.

“Kami ingin berkontribusi dalam membangun ekosistem game yang lebih sehat dan aman, sehingga industri ini tidak lagi dipandang negatif, tetapi justru menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang terus berkembang,” tambah Aldo.