Detak.media — Persaingan smartphone lipat diprediksi semakin memanas pada paruh kedua 2026. Samsung dan Google disebut sengaja menjadwalkan peluncuran perangkat terbaru mereka lebih awal untuk memanfaatkan momentum sebelum Apple memperkenalkan iPhone Fold yang dirumorkan hadir pada September mendatang.
Strategi tersebut dinilai menjadi langkah penting bagi kedua perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar perangkat lipat yang selama beberapa tahun terakhir terus berkembang. Dengan meluncurkan produk lebih dahulu, Samsung dan Google memiliki peluang memperkenalkan inovasi terbaru kepada konsumen sebelum perhatian publik beralih ke Apple.
Walaupun belum seluruh spesifikasi perangkat diumumkan secara resmi, berbagai bocoran yang beredar mulai memberikan gambaran mengenai smartphone lipat generasi terbaru dari masing-masing produsen.
Galaxy Unpacked Siap Hadirkan Generasi Baru HP Lipat Samsung
Samsung dijadwalkan menggelar acara Galaxy Unpacked pada 22 Juli 2026. Perusahaan sebelumnya telah mengonfirmasi akan memperkenalkan inovasi Galaxy terbaru, sementara materi promosinya menampilkan siluet perangkat lipat dengan desain yang tampak lebih lebar.
Banyak laporan memperkirakan Samsung akan memperkenalkan Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 sebagai penerus lini smartphone lipatnya.
Galaxy Z Fold 8 dirumorkan membawa penyempurnaan pada ukuran layar utama, desain yang lebih tipis, serta peningkatan performa untuk mendukung produktivitas sehari-hari.
Sementara Galaxy Z Flip 8 diperkirakan hadir dengan engsel generasi baru, bobot yang lebih ringan, dan peningkatan efisiensi daya agar semakin nyaman digunakan dalam aktivitas harian.
Beberapa rumor juga sempat menyebut kemungkinan hadirnya perangkat lipat dengan konsep berbeda. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah Samsung benar-benar akan memperkenalkan model tersebut pada acara Galaxy Unpacked tahun ini.
Google Siapkan Pixel Fold Generasi Terbaru
Setelah Samsung, Google akan melanjutkan persaingan melalui acara Made by Google yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026.
Acara tersebut diperkirakan menjadi panggung peluncuran keluarga Pixel 11, termasuk model lipat terbaru yang disebut-sebut akan menggunakan nama Pixel 11 Pro Fold.
Selain perangkat lipat, Google juga diprediksi memperkenalkan Pixel 11 reguler, Pixel 11 Pro, serta Pixel 11 Pro XL sebagai bagian dari generasi smartphone terbarunya.
Salah satu peningkatan yang paling banyak dibicarakan adalah penggunaan chipset Tensor G6 yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan buatan langsung di perangkat.
Chip tersebut juga dirumorkan membawa efisiensi konsumsi daya yang lebih baik serta pengelolaan suhu yang lebih stabil ketika menjalankan aplikasi berat maupun fitur AI.
Di samping itu, Google disebut akan meningkatkan kapasitas penyimpanan dasar menjadi 256 GB sehingga pengguna memperoleh ruang lebih besar untuk menyimpan aplikasi, foto, video, maupun dokumen.
Apple Bersiap Masuk ke Segmen Smartphone Lipat
Meski Samsung dan Google bergerak lebih dulu, perhatian industri tetap mengarah kepada Apple yang dikabarkan akan meluncurkan iPhone Fold pada September 2026.
Perangkat tersebut diperkirakan menjadi smartphone lipat pertama Apple setelah bertahun-tahun perusahaan memilih menunggu perkembangan teknologi layar fleksibel.
Masuknya Apple ke kategori ini diyakini akan menjadi salah satu momen terbesar di industri smartphone karena perusahaan memiliki basis pengguna yang sangat besar di seluruh dunia.
Rumor menyebut iPhone Fold akan hadir sebagai perangkat premium dengan desain lipat yang mengutamakan kualitas layar, daya tahan engsel, serta integrasi mendalam dengan ekosistem Apple.
Apabila benar diperkenalkan tahun ini, kehadiran iPhone Fold diperkirakan akan mengubah peta persaingan smartphone lipat secara global.
Persaingan Semakin Sengit di Paruh Kedua 2026
Peluncuran smartphone lipat dari tiga perusahaan besar dalam waktu yang hampir bersamaan diprediksi akan menciptakan kompetisi yang jauh lebih menarik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Samsung masih memiliki pengalaman panjang sebagai pelopor perangkat lipat modern, sementara Google terus memperkuat keunggulan pada sektor perangkat lunak dan fitur berbasis AI.
Di sisi lain, Apple diperkirakan membawa pendekatan berbeda melalui iPhone Fold yang kemungkinan akan memanfaatkan kekuatan ekosistemnya untuk menarik pengguna.
Keputusan Samsung dan Google mempercepat peluncuran perangkat baru menunjukkan bahwa keduanya tidak ingin memberikan ruang terlalu besar bagi Apple untuk mendominasi perhatian pasar.
Pada akhirnya, keputusan konsumen akan ditentukan oleh kombinasi desain, performa, fitur, harga, serta pengalaman penggunaan yang ditawarkan masing-masing perangkat. Dengan semakin banyaknya pilihan smartphone lipat yang hadir pada 2026, pengguna diperkirakan akan memperoleh lebih banyak alternatif sesuai kebutuhan dan anggaran mereka.
Ikuti Detak.media
