Toyota Kijang Innova Reborn Diesel Terancam ‘Pensiun Dini’ karena Regulasi Emisi Euro 5
Masa depan Toyota Kijang Innova Reborn Diesel di pasar Indonesia diproyeksikan akan menghadapi tantangan signifikan menjelang implementasi standar emisi Euro 5 pada tahun 2027. Meskipun model ini masih mencatat permintaan tinggi, khususnya dari segmen fleet, potensi penghentian produksi mengemuka seiring dengan pengetatan regulasi dan strategi global Toyota yang bergeser ke elektrifikasi. Situasi ini mencerminkan dilema antara mempertahankan model populer dan memenuhi tuntutan lingkungan yang semakin ketat.
Kabar mengenai potensi ‘suntik mati’ Innova diesel ini pertama kali mencuat dari India, di mana Toyota Kirloskar Motor (TKM) dijadwalkan akan menghentikan produksi Innova Crysta Diesel (model setara Kijang Innova Reborn di India) pada Maret 2027. Keputusan tersebut didorong oleh persiapan India untuk menerapkan standar Corporate Average Fuel Economy (CAFE) Fase 3 yang menargetkan penurunan emisi CO2 lebih tinggi dan ketat. Mesin diesel 2.400 cc Innova dinilai belum mampu memenuhi standarisasi baru tersebut.
Berbeda dengan India, PT Toyota-Astra Motor (TAM) di Indonesia hingga saat ini belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai penghentian produksi Kijang Innova Reborn Diesel. Bahkan, di penghujung tahun 2025, Toyota Indonesia justru memberikan penyegaran pada model ini, meliputi aspek eksterior, interior, dan fitur hiburan. Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menegaskan bahwa penjualan Kijang Innova Diesel masih berlanjut karena animo konsumen yang cukup tinggi.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, sebelumnya juga menyatakan bahwa Innova Reborn diesel akan terus diproduksi “sampai konsumennya bosan,” khususnya untuk memenuhi kebutuhan pasar fleet (operasional perusahaan dan instansi) yang masih tumbuh. Data distribusi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Mei 2024 menunjukkan Innova Reborn diesel masih mendominasi penjualan kumulatif Innova, bahkan mengungguli Innova Zenix di beberapa wilayah, terutama di luar Jawa.
Regulasi Emisi Euro 5 Menjadi Penentu
Namun, di balik optimisme pasar domestik, ancaman regulasi emisi tetap menjadi bayang-bayang. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan peta jalan pengembangan industri kendaraan bermotor yang mengamanatkan penerapan standar emisi Euro 5 di Indonesia pada tahun 2027. Saat ini, Indonesia masih mengadopsi standar emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel, yang mulai berlaku sejak tahun 2022.
Peralihan ke Euro 5 akan menuntut pengurangan signifikan pada ambang batas emisi, terutama untuk partikulat dan nitrogen oksida (NOx) yang dihasilkan mesin diesel. Untuk memenuhi standar ini, produsen mobil seringkali perlu mengimplementasikan teknologi lebih canggih seperti Diesel Particulate Filter (DPF) atau Selective Catalytic Reduction (SCR). Mesin diesel 2.400 cc 2GD-FTV pada Innova Reborn, yang dikenal tangguh dan efisien, mungkin memerlukan adaptasi atau modifikasi substansial untuk memenuhi persyaratan Euro 5 yang lebih ketat.
Strategi Elektrifikasi Toyota dan Peran Innova Zenix Hybrid
Sejalan dengan tekanan regulasi, Toyota secara global dan di Indonesia telah gencar mendorong strategi elektrifikasi. Kijang Innova Zenix, yang diluncurkan pada akhir 2022, hadir sebagai simbol transformasi ini dengan menawarkan varian hybrid. Innova Zenix Hybrid telah mencatat kesuksesan signifikan dan menjadi primadona di segmen kendaraan elektrifikasi, mendominasi pasar mobil hybrid nasional dengan pangsa pasar hingga 56 persen pada Agustus 2025.
Kehadiran Innova Zenix Hybrid merupakan bagian dari pendekatan “multi-jalur” Toyota untuk menghadirkan solusi mobilitas yang praktis, inklusif, dan berkelanjutan. Model ini dibangun di atas platform TNGA-C (Toyota New Global Architecture) yang menawarkan kabin lebih luas, kenyamanan berkendara lebih baik, serta fitur keselamatan canggih seperti Toyota Safety Sense. Meskipun demikian, Toyota tetap mempertahankan produksi Innova Reborn diesel secara paralel di pabrik Karawang untuk mengakomodasi permintaan konsumen konvensional.
Dilema Pasar dan Warisan Innova Reborn
Kijang Innova Reborn Diesel tetap menjadi pilihan favorit bagi banyak konsumen karena kombinasi keandalan mesin 2GD-FTV, sasis ladder frame yang kokoh, dan efisiensi bahan bakar yang tinggi, menjadikannya ideal untuk perjalanan jauh dan beban berat. Karakteristik ini sangat dihargai oleh sektor rental, perusahaan logistik, hingga instansi pemerintah. Nilai jual kembali yang stabil, bahkan cenderung meningkat, juga menjadi daya tarik tersendiri.
Namun, dengan target ambisius pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 dan mendorong populasi kendaraan listrik hingga 2 juta unit pada 2027-2028, industri otomotif dihadapkan pada pergeseran paradigma yang tak terhindarkan. Kendaraan dengan emisi tinggi akan terus menghadapi tekanan regulasi dan potensi pajak yang lebih tinggi.
Meskipun Toyota Indonesia belum secara eksplisit mengumumkan akhir dari Kijang Innova Reborn Diesel, penerapan standar emisi Euro 5 pada 2027 akan menjadi titik krusial. Keputusan untuk mengadaptasi mesin agar sesuai standar baru atau menghentikan produksinya akan sangat bergantung pada analisis biaya-manfaat dan keselarasan dengan visi masa depan Toyota yang lebih hijau. Dengan demikian, era Kijang Innova Reborn Diesel, sang legenda MPV tangguh, memang berada di persimpangan jalan, menanti kepastian di tengah gelombang perubahan industri otomotif.