— Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, semakin memantapkan langkahnya untuk meramaikan pasar otomotif Indonesia. Setelah kehadiran di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, VinFast dipastikan akan meluncurkan tiga model skuter listrik pada Juni 2026, salah satunya adalah VinFast Viper yang disebut-sebut memiliki desain sporty identik dengan Honda Vario dan menawarkan klaim jarak tempuh impresif hingga 156 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Langkah agresif VinFast di Indonesia didukung penuh oleh pembangunan pabrik manufaktur lokal di Subang, Jawa Barat. Fasilitas yang memakan investasi lebih dari USD 1 miliar ini dirancang untuk memproduksi berbagai jenis kendaraan listrik, termasuk mobil dan skuter listrik. Kapasitas produksi awal ditargetkan mencapai 50.000 unit per tahun, menunjukkan keseriusan VinFast dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.

VinFast Viper Tawarkan Jarak Tempuh Unggul dan Desain Menarik

VinFast Viper digadang-gadang menjadi pesaing kuat di segmen skuter matik. Desainnya yang sporty dengan garis bodi tajam menyerupai Honda Vario 125 menjadi daya tarik tersendiri. Lebih dari sekadar tampilan, performa menjadi keunggulan utama Viper. Dibekali motor listrik in-hub bertenaga 3.000 watt, skuter ini mampu melaju dengan kecepatan puncak antara 70 hingga 80 km/jam.

Klaim jarak tempuh hingga 156 km dalam sekali pengisian daya, yang didukung oleh sistem baterai ganda yang dapat dilepas dan diganti (swap battery), menjadi solusi bagi kekhawatiran konsumen mengenai jangkauan kendaraan listrik. Fitur modern seperti sistem Smart Key, pelacakan GPS terintegrasi, serta fungsi start dan stop jarak jauh semakin menambah nilai jual Viper. Seluruh informasi penting ditampilkan melalui layar digital berwarna yang informatif.

Ekosistem Mendukung dan Target TKDN

CEO VinFast eScooter Indonesia Market, Yordan Satriadi, menegaskan bahwa VinFast tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada pembangunan ekosistem yang kuat. “Strategi yang kita akan masuk adalah, kita akan menggunakan pendekatan yang berbeda untuk menggarap market EV ini. Kita akan menunjukkan ekosistem yang dimiliki oleh VinFast,” ujar Yordan.

Salah satu pilar ekosistem tersebut adalah jaringan Battery Swap Station yang dikelola oleh V-Green. Stasiun penukaran baterai ini dirancang untuk memudahkan pengguna mengganti baterai yang habis dengan cepat, menghilangkan kekhawatiran tentang waktu pengisian daya. Selain itu, VinFast juga tengah membangun puluhan jaringan dealer dengan standar 3S (Sales, Service, Spare parts) di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.

VinFast juga menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang signifikan. Perusahaan menargetkan TKDN di atas 40% pada tahun 2026, meningkat menjadi 60% pada 2029, dan mencapai 80% mulai tahun 2030. Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong industri otomotif lokal.

Meskipun harga resmi akan diumumkan saat peluncuran, VinFast memperkirakan harga VinFast Viper berada di kisaran Rp11 juta hingga Rp15 juta dengan skema sewa baterai, menjadikannya opsi yang terjangkau dibandingkan dengan beberapa pesaingnya. Kehadiran VinFast dengan strategi komprehensif ini diprediksi akan memberikan tantangan serius bagi dominasi pabrikan Jepang di pasar motor Indonesia.