Jaecoo J5 EV Sukses Jadi Mobil Listrik Terlaris di Indonesia, Apa Saja Keunggulannya?
Jaecoo J5 EV telah menjelma menjadi pemain utama di pasar kendaraan listrik Indonesia, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu SUV listrik terlaris sejak peluncurannya pada November 2025. Dengan banderol mulai dari Rp 249,9 juta, mobil ini berhasil menarik perhatian konsumen berkat kombinasi harga yang kompetitif, spesifikasi mumpuni, serta fitur-fitur modern yang ditawarkan.
Keberhasilan Jaecoo J5 EV tidak terlepas dari strategi penawaran yang menarik, terutama pada varian Premium yang dibanderol Rp 299,9 juta untuk 1.000 pembeli pertama. Sebagai sub-brand dari Chery, Jaecoo memposisikan diri sebagai pionir SUV premium dengan teknologi elektrifikasi, menawarkan dimensi ideal untuk mobilitas perkotaan dengan panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.650 mm.
Keunggulan Kompetitif Jaecoo J5 EV

Salah satu daya tarik utama Jaecoo J5 EV adalah value for money yang ditawarkannya. Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 60,9 kWh, sebuah kapasitas yang biasanya ditemukan pada mobil listrik di segmen harga Rp 400-500 juta. Dengan harga di bawah Rp 300 juta, konsumen mendapatkan baterai yang setara dengan kendaraan di kelas yang lebih tinggi.
Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga 208 daya kuda (dk) dan torsi puncak 288 Newton meter (Nm), memberikan akselerasi yang responsif. Akselerasi 0 hingga 100 km/jam diklaim hanya dalam 7,3 detik dengan kecepatan maksimal 175 km/jam, sebuah pencapaian impresif untuk segmen SUV listrik ini.
Jarak tempuh menjadi nilai tambah signifikan lainnya. Dengan kapasitas baterai 60,9 kWh, Jaecoo J5 EV mampu menempuh jarak hingga 461 km berdasarkan standar NEDC, atau sekitar 400 km dalam pengujian WLTC. Pengujian rute luar kota Jakarta-Bandung menunjukkan konsumsi baterai hanya berkurang sekitar 30 persen untuk jarak 150 km, menegaskan efisiensinya. Dukungan fast charging 130 kW memungkinkan pengisian daya dari 30% ke 80% hanya dalam 28 menit, memastikan mobilitas yang praktis.
Pada varian Premium, Jaecoo J5 EV dilengkapi dengan 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), termasuk Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Lane Departure Warning, Traffic Sign Recognition, dan Blind Spot Detection. Kelengkapan fitur keselamatan aktif ini, ditambah enam airbag dan kamera 360 derajat, menempatkannya sebagai salah satu mobil listrik teraman di kelasnya.

Kabin Jaecoo J5 EV menawarkan suasana yang senyap dan nyaman, dengan suara ban serta angin yang teredam dengan baik. Fitur kenyamanan seperti panoramic sunroof pada varian Premium menambah kesan mewah. Sistem hiburan didukung layar 13,2 inci yang terintegrasi dengan Android Auto dan Apple CarPlay secara nirkabel. Jok depan elektrik dengan ventilated seat juga menjadi fitur yang jarang ditemukan di mobil dengan harga serupa.
Ruang kabin yang lapang dengan konsep Grand Space Cabin memberikan keleluasaan bagi penumpang. Kapasitas bagasi sebesar 480 liter dapat diperluas hingga 1.180 liter saat kursi belakang dilipat, sangat memadai untuk kebutuhan keluarga. Tambahan front trunk berkapasitas 35 liter juga menjadi nilai plus yang masih jarang ditemui pada mobil listrik di bawah Rp 300 juta.
Biaya operasional yang sangat hemat menjadi salah satu keunggulan utama mobil listrik Jaecoo ini. Total biaya pengisian daya Jaecoo J5 EV selama seminggu untuk jarak lebih dari 500 km dilaporkan hanya mencapai Rp 177 ribu, atau sekitar Rp 350 per kilometer. Angka ini jauh lebih ekonomis dibandingkan mobil bensin yang membutuhkan sekitar Rp 660 per kilometer.
Performa tangguh di berbagai kondisi jalan turut didukung oleh ground clearance 200 mm, serta angle pendekatan 20 derajat dan angle keberangkatan 29,8 derajat. Spesifikasi ini memberikan kepercayaan diri saat melewati jalanan tidak rata atau genangan air. Tenaga instan motor listriknya terbukti memadai bahkan saat melibas tanjakan curam.
Catatan Kekurangan Jaecoo J5 EV
Meskipun menawarkan banyak keunggulan, Jaecoo J5 EV juga memiliki beberapa catatan kekurangan yang perlu dipertimbangkan calon pembeli. Salah satu keluhan utama adalah sistem regenerative braking yang agresif. Saat pedal gas dilepas, mobil terasa mengerem mendadak, yang dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman bagi penumpang, terutama di jalan menurun atau tol.
Panel instrumen digitalnya dinilai terlalu sederhana dan minim informasi, bahkan cenderung mengurangi kesan mewah kabin. Tampilan speedometer yang dirasa mirip motor listrik dan minimnya indikator jelas, seperti saat fog lamp dinyalakan, dapat membingungkan pengemudi.
Rasa setir dan pengereman belum sepenuhnya natural, sebuah masalah klasik yang masih sering ditemui pada mobil asal China. Feedback dari kemudi terasa kurang presisi dibandingkan mobil dari pabrikan Eropa atau Jepang di harga serupa.
Karakter suspensi Jaecoo J5 EV cenderung keras dengan rebound yang kaku, membuat kontur jalan masih cukup terasa hingga ke dalam kabin. Meskipun setup ini baik untuk bermanuver cepat dengan minim body roll, kenyamanan di jalan bergelombang atau berlubang bisa terganggu.
Beberapa material interior, terutama pada varian dasar, masih menggunakan plastik keras. Meskipun kualitas interior secara keseluruhan sudah baik untuk kelasnya, sentuhan material premium belum merata di seluruh kabin.
Sistem infotainment berukuran 13,2 inci dilaporkan lambat merespons sentuhan. Fitur seperti pemanas atau pendingin jok tidak mudah diakses dari layar utama, dan sistem navigasi bawaan tidak tersedia, memaksa pengguna bergantung pada Android Auto atau Apple CarPlay.
Meskipun kabin tergolong lapang, ruang kaki belakang mungkin terasa terbatas untuk penumpang yang sangat tinggi, di atas 180 cm, terutama untuk perjalanan jauh.
Kesimpulan: Potensi Jaecoo J5 EV di Pasar Indonesia
Jaecoo J5 EV tipe Premium menawarkan paket yang sangat menarik di pasar mobil listrik Indonesia dengan harga sekitar Rp 300 juta. Konsumen mendapatkan kabin senyap, fitur melimpah, bagasi lega, dan biaya operasional yang irit. Value for money yang ditawarkan sulit ditandingi, dengan baterai besar, jarak tempuh memadai, sistem keselamatan ADAS komprehensif, dan performa responsif.
Namun, kekurangan seperti regenerative braking yang agresif, panel instrumen sederhana, dan suspensi keras perlu menjadi pertimbangan. Bagi pengguna EV pemula yang mengutamakan kenyamanan, keheningan, dan tidak terlalu peduli sensasi berkendara ekstrem, Jaecoo J5 EV bisa menjadi pilihan yang masuk akal dan relatif aman. Mobil ini cocok untuk penggunaan harian maupun perjalanan akhir pekan.
Perlu dicatat bahwa Jaecoo J5 EV kini dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, yang berpotensi meningkatkan ketersediaan dan layanan purna jual di masa mendatang. Keberhasilan mobil listrik ini di pasar Indonesia menunjukkan tren positif adopsi kendaraan ramah lingkungan di tanah air.