Detak.Media — Daihatsu Gran Max kembali membuktikan diri sebagai primadona di pasar kendaraan komersial Indonesia. Data penjualan Maret 2026 menunjukkan lonjakan signifikan, menempatkannya sebagai mobil niaga terlaris dengan penjualan mencapai 5.054 unit. Kenaikan performa ini diduga kuat dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan armada untuk program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan kendaraan operasional handal untuk distribusi makanan.
Meski PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) menyatakan tidak dapat secara pasti memisahkan kontribusi program MBG terhadap penjualan Gran Max, Tri Mulyono, Marketing and Customer Relation Division Head AI-DSO, mengakui adanya pertumbuhan positif sejak paruh kedua tahun 2025. “Saat ini sebenarnya kami di Daihatsu tidak bisa memilah secara pasti. Karena saat ini pertumbuhan, khususnya Gran Max Pick Up, mengalami kenaikan dari sebelum Q3 dibandingkan dengan Q4 pada tahun lalu,” ujar Tri Mulyono. Ia menambahkan, “Tetapi kami terus terang tidak bisa mengidentifikasi apakah memang ini dipicu juga oleh MBG.”
Fakta penjualan memperkuat dugaan tersebut. Gran Max menguasai 72% pangsa pasar di segmen commercial low, dengan varian Pick Up mencatat 3.543 unit dan varian Minibus 1.511 unit. Secara keseluruhan, Gran Max menyumbang 46% dari total penjualan ritel Daihatsu pada Maret 2026 yang mencapai 11.115 unit. Tren positif ini sudah terlihat sejak kuartal III-IV 2025, di mana penjualan Gran Max Pick Up meroket dari sekitar 3.300 unit menjadi 4.200 unit per bulan, sementara varian Blind Van melonjak dari 1.200 menjadi 2.300 unit per bulan.
Keunggulan Gran Max terletak pada kapasitas angkutnya yang besar, efisiensi bahan bakar, ketahanan, serta kemudahan perawatan. Sifat multifungsi ini menjadikan Gran Max sebagai pilihan utama bagi berbagai sektor usaha, termasuk para pelaku UMKM. Nur Muhadi, seorang pemilik usaha makanan ringan, mengapresiasi fleksibilitas Gran Max Blind Van yang dinilainya sangat membantu distribusi dan menjaga kualitas barang dagangannya. “Gran Max sangat membantu mobilitas bisnis kami karena fleksibel digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari distribusi hingga mendukung aktivitas harian usaha dan juga tetap menjaga kualitas barang,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Amin Muhsin, pengusaha rental sound system di Malang, yang mengandalkan Gran Max Pick Up. “Kapasitas angkutnya besar, kuat untuk berbagai kondisi jalan, dan konsumsi bahan bakarnya juga efisien sehingga biaya operasional yang ekonomis,” jelasnya.
Program MBG sendiri membutuhkan armada yang andal untuk mendistribusikan jutaan porsi makanan bergizi ke sekolah dan posyandu. Kebutuhan ini mendorong permintaan terhadap kendaraan niaga ringan seperti Gran Max dan Suzuki New Carry, yang umum dimodifikasi menjadi mobil box tertutup sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjaga keamanan dan higienitas makanan. Kadin Indonesia pun telah meluncurkan mobil khusus MBG yang menggunakan basis Gran Max dengan rak khusus agar makanan tetap hangat.
Meskipun demikian, BGN mengingatkan para pengelola dapur program MBG untuk tidak menyalahgunakan kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN, menegaskan, “Mobil Operasional SPPG itu dipakai untuk mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah penerima manfaat dan Posyandu, jangan dipakai untuk belanja, apa lagi untuk urusan lain.”
Permintaan yang kuat dari sektor usaha, termasuk dukungan terhadap program pemerintah seperti MBG, serta popularitasnya di pasar mobil bekas, terus mengukuhkan posisi Daihatsu Gran Max sebagai “sahabat bisnis” yang andal di Indonesia sejak diluncurkan pada tahun 2007, dengan total penjualan kumulatif yang telah menembus angka 900.000 unit.
Ikuti Detak.Media
