Bukan 100 Persen, Ini Cara Cerdas Isi Mobil Listrik di SPKLU Agar Cepat Sampai Tujuan
Lonjakan mobilitas saat libur panjang seringkali membuat Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dipadati antrean kendaraan. Kondisi ini dapat menjadi tantangan bagi pemilik mobil listrik, terutama dalam perjalanan jarak jauh. Namun, dengan strategi pengisian daya yang tepat, waktu tunggu di SPKLU dapat ditekan tanpa mengorbankan kelancaran perjalanan.
Salah satu kunci utama untuk menghindari antrean panjang adalah tidak memaksakan pengisian baterai hingga penuh. Menurut Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia, pengguna mobil listrik sebenarnya tidak perlu mengisi daya sampai 100 persen. Ia menjelaskan bahwa pada level 80 hingga 100 persen, daya yang masuk akan melambat secara signifikan, membuat waktu pengisian menjadi jauh lebih lama.
Perlambatan ini merupakan bagian dari sistem pengamanan baterai untuk menjaga suhu dan stabilitas sel. Akibatnya, pengisian di rentang akhir justru memakan waktu paling panjang. Hal ini berpotensi memperlama antrean di SPKLU bagi pengguna lain.
Iqbal menyarankan agar pengguna memanfaatkan karakter fast charging yang optimal pada rentang persentase tertentu. Umumnya, pengisian daya cepat paling efisien dilakukan dari kondisi baterai rendah hingga sekitar 70 atau 80 persen. Dengan metode ini, waktu pengisian dapat dipersingkat namun tetap mencukupi untuk melanjutkan perjalanan ke titik pengisian berikutnya.
“AION V itu pengisian dari 10 sampai 70 persen butuh waktu sekitar 16 menit. Kalau sampai 80 persen, kurang lebih 20 menitan. Ini jauh lebih efisien dibandingkan mengejar 100 persen,” ujar Iqbal sebagaimana kami kutip dari Kompas.com, Minggu (28/12/2025).
Selain mempercepat waktu tunggu individu, strategi ini juga dinilai lebih bijak diterapkan saat musim libur. Hal ini membantu memperlancar perputaran antrean di SPKLU, memberikan kesempatan yang sama bagi pengguna lain untuk mengisi daya tanpa harus menunggu terlalu lama.
Iqbal juga menekankan pentingnya perencanaan sebelum perjalanan. Pengguna disarankan untuk mengetahui jarak antar SPKLU dan menyesuaikannya dengan kapasitas baterai kendaraan. Perhitungan yang matang akan meminimalkan kekhawatiran kehabisan daya, bahkan jika baterai tidak diisi hingga penuh.
“Intinya, cukup isi seperlunya untuk sampai ke SPKLU berikutnya. Selain lebih cepat, cara ini juga lebih ramah untuk baterai dan pengguna lain,” tutup Iqbal.