Berapa Lama Umur Baterai Mobil Listrik? Simak Fakta, Hitungan Siklus, dan Tips Agar Awet hingga Puluhan Tahun
Kekhawatiran akan masa pakai baterai menjadi momok utama bagi calon pemilik mobil listrik. Dengan harga komponen vital ini yang bisa mencapai separuh nilai kendaraan, pertanyaan mengenai durabilitas dan biaya penggantian kerap menghantui.
Namun, mereka yang berkecimpung di industri otomotif justru menepis kekhawatiran tersebut, menegaskan bahwa baterai kendaraan listrik memiliki umur yang jauh lebih panjang dari perkiraan banyak orang, bahkan bisa bertahan hingga puluhan tahun.
Garansi panjang yang ditawarkan pabrikan menjadi indikator kuat akan keawetan baterai. Beberapa model mobil listrik bahkan menjanjikan garansi seumur hidup untuk pembeli pertama, sebuah jaminan yang secara tidak langsung mengindikasikan ketahanan baterai yang luar biasa. Kunci utamanya terletak pada pemahaman siklus pengisian daya dan kebiasaan pengemudi dalam merawat komponen krusial ini.
Garansi Panjang, Jaminan Umur Baterai Mobil Listrik
Wahyu Tri, seorang Service Advisor Chery Solo, menjelaskan bahwa durasi garansi baterai mobil listrik bervariasi, namun banyak yang menawarkan masa jaminan yang impresif.
“Ada yang 8 tahun dan seumur hidup untuk pembeli pertama, ini menandakan usia pakai baterai bisa sangat panjang, tidak seperti yang ditakutkan banyak orang,” ujar Wahyu yang kami kutip dari Kompas.com, Jumat (28/11).
Rasyid, Sales Consultant Chery Solo, turut menambahkan bahwa konsumen tidak perlu risau baterai akan cepat rusak. Ia menyoroti bagaimana kesehatan baterai dapat dipantau melalui alat khusus di bengkel.
“Saat servis rutin, penurunan kapasitas baterai biasanya sangat kecil. Dari data di lapangan, hasilnya cukup baik,” kata Rasyid.
Sebagai ilustrasi, Rasyid membagikan pengalaman salah satu konsumen Chery J6 miliknya. Setelah satu tahun pemakaian intensif, termasuk perjalanan jauh dan penggunaan fast charging, penurunan kapasitas baterai hanya tercatat sekitar 2 persen per tahun.
“Jika menggunakan wall charger di rumah, baterai kemungkinan bisa lebih awet lagi,” imbuhnya, menunjukkan bahwa penggunaan harian yang optimal tidak lantas mempercepat degradasi.
Kebiasaan Pengisian Daya Jadi Kunci Utama
Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), menekankan peran vital kebiasaan pengemudi dalam menjaga umur baterai. Ia menyarankan agar mobil listrik diisi daya dengan arus kecil, kecuali dalam situasi mendesak seperti saat di jalan tol atau perjalanan panjang.
“Agar awet, sebaiknya mobil listrik dicas dengan arus kecil, kecuali dalam kondisi darurat,” terang Jayan.
Menurut Jayan, baterai sangat tidak menyukai panas berlebih yang sering muncul akibat pengecasan cepat dengan arus tinggi. Selain itu, setiap baterai memiliki batasan arus maksimal yang telah ditetapkan pabrikan, dan melampaui batas ini dapat mempercepat penurunan kualitasnya.
Hitungan Siklus dan Strategi Pengisian Efisien
Meskipun tidak ada patokan baku mengenai “usia ideal” baterai dalam hitungan tahun, masa pakainya umumnya diukur dari jumlah siklus pengisian penuh. Jayan menjelaskan, “Umumnya, baterai mobil listrik mampu bertahan hingga sekitar 5.000 siklus pengisian. Satu siklus dihitung setiap kali baterai dicas penuh dari kondisi rendah.”
Dengan pemahaman ini, pengemudi disarankan untuk tidak terlalu sering melakukan pengisian daya. Strategi terbaik adalah memulai pengisian saat kapasitas baterai tersisa 10 hingga 20 persen, kecuali dalam kondisi mendesak. Pendekatan ini memastikan siklus pengisian tetap efisien dan berkontribusi pada umur baterai yang lebih panjang.
Biaya Penggantian Baterai, Angka yang Perlu Dicermati
Kendati demikian, penting untuk menyadari potensi biaya penggantian baterai jika terjadi kerusakan yang tidak ter-cover garansi.
Untuk gambaran, baterai mobil listrik kelas menengah di Indonesia, seperti Chery dan merek lainnya, diperkirakan mencapai Rp200 juta hingga Rp500 juta. Angka ini setara dengan hampir setengah harga mobil entry-level, menggarisbawahi urgensi perawatan baterai yang tepat.
Dengan pemakaian yang cermat dan kebiasaan pengisian daya yang hati-hati, baterai mobil listrik terbukti dapat bertahan puluhan tahun. Hal ini menjadikan kendaraan listrik bukan hanya moda transportasi masa depan, tetapi juga investasi jangka panjang yang menjanjikan bagi konsumen.