Zona Degradasi Mengintai, Persis Hadapi Jalan Terjal untuk Bertahan di BRI Super League
Kemenangan atas Semen Padang pada penutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 memberi angin segar bagi Persis Solo. Setelah melewati rentetan hasil buruk yang panjang, Laskar Sambernyawa akhirnya kembali merasakan manisnya tiga poin.
Meski demikian, hasil positif tersebut belum cukup untuk anak asuhan Milomir Seslija mengubah situasi secara drastis. Persis masih berada di zona rawan degradasi, dan putaran kedua justru menghadirkan tantangan yang lebih kompleks. Perjalanan untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional masih penuh ketidakpastian.
Posisi Klasemen Masih Mengkhawatirkan
Tambahan poin dari kemenangan 3-2 atas Semen Padang memang mengangkat Persis dari dasar klasemen. Saat ini, mereka menempati peringkat ke-16 dengan raihan 10 poin dari 17 pertandingan.
Secara matematis, peluang bertahan masih terbuka. Selisih tiga poin dari batas zona aman bukan jarak yang mustahil dikejar. Namun, posisi ini juga sangat rapuh. Satu kekalahan saja bisa membuat Persis kembali terjerembap ke posisi terbawah, apalagi jika pesaing langsung berhasil meraih poin.
Situasi tersebut membuat setiap laga di putaran kedua bernilai seperti partai final bagi Persis.
Awal Putaran Kedua Sarat Tekanan
Persis akan langsung dihadapkan pada jadwal berat di awal putaran kedua. Mereka dijadwalkan bertemu dua tim papan atas secara beruntun, yakni Borneo FC dan Persib Bandung.
Borneo FC masih konsisten bersaing di papan atas, sementara Persib tampil sebagai pemuncak klasemen dengan performa stabil. Menghadapi dua lawan ini jelas bukan tugas ringan, bahkan meski dimainkan di kandang sendiri.
Tantangan berlanjut pada pekan ke-20 saat Persis bertandang ke markas PSIM Yogyakarta. Derby Mataram selalu menyimpan tensi tinggi, ditambah PSIM musim ini tampil mengejutkan sebagai salah satu tim promosi terbaik dengan posisi di papan atas klasemen.
Dalam kondisi seperti ini, Persis dituntut tampil disiplin dan realistis. Mengincar poin, sekecil apa pun, bisa menjadi langkah krusial untuk menjaga jarak dari zona degradasi.
Jadwal Kandang: Peluang Sekaligus Ancaman
Putaran kedua sejatinya memberi keuntungan tersendiri bagi Persis dari sisi jadwal. Mereka akan lebih sering bermain di kandang dibandingkan tandang. Dari total sisa laga, sepuluh pertandingan akan digelar di Stadion Manahan.
Dalam enam laga awal putaran kedua saja, lima di antaranya dimainkan di kandang. Ini menjadi kesempatan emas untuk mendulang poin sebanyak mungkin.
Namun, fakta di putaran pertama justru menunjukkan sebaliknya. Persis belum pernah menang di kandang sendiri. Dari tujuh laga home, mereka hanya meraih dua hasil imbang dan lima kekalahan.
Ironisnya, dua kemenangan Persis musim ini justru diraih saat bermain tandang. Statistik ini menjadi alarm serius bahwa keunggulan bermain di depan publik sendiri belum mampu dimaksimalkan.
Lini Pertahanan Jadi Titik Lemah Paling Nyata
Masalah terbesar Persis sepanjang musim ini terletak pada sektor pertahanan. Hingga akhir putaran pertama, gawang mereka sudah kebobolan 38 gol dari 17 pertandingan, menjadikannya yang terburuk di liga.
Dalam lima laga terakhir saja, Persis kebobolan 16 gol. Bahkan saat meraih kemenangan, mereka tetap kesulitan menjaga stabilitas di lini belakang.
Sepanjang putaran pertama, Persis hanya mencatat satu clean sheet, saat bermain imbang tanpa gol melawan Bali United. Minimnya soliditas pertahanan membuat Persis kerap kehilangan poin, bahkan ketika sudah unggul lebih dulu.
Transfer dan Konsistensi Jadi Penentu
Bursa transfer paruh musim bisa menjadi momen krusial bagi Persis. Tambahan pemain, terutama di sektor belakang, sangat dibutuhkan untuk memperbaiki keseimbangan tim.
Namun, perekrutan pemain saja tidak cukup. Konsistensi permainan, disiplin bertahan, serta mental bertanding harus mengalami peningkatan signifikan. Jika tidak, keunggulan jadwal kandang pun akan sia-sia.
Kesimpulan: Masih Ada Harapan, Tapi Jalannya Terjal
Peluang Persis Solo untuk lepas dari zona degradasi masih terbuka, namun tidak datang dengan mudah. Jadwal berat, catatan kandang yang buruk, serta rapuhnya lini pertahanan menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi.
Jika Persis mampu berbenah dan memaksimalkan momentum di kandang, harapan bertahan tetap ada. Namun, kegagalan memperbaiki masalah lama bisa membuat perjuangan mereka semakin berat hingga akhir musim.