Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid: Khabib Nurmagomedov Kritik Pemain, Ganti Skuad, Bukan Pelatih

Keputusan Real Madrid berpisah dengan Xabi Alonso terus menuai sorotan dari berbagai kalangan. Kali ini, kritik keras datang dari legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, yang dikenal sebagai pendukung setia Los Blancos. Ia menilai manajemen klub telah mengambil langkah keliru dengan mengorbankan pelatih, alih-alih mengevaluasi sikap para pemain.

Bagi Khabib, kepergian Alonso bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga cerminan dari masalah yang lebih dalam di tubuh skuad Real Madrid. Ia menilai kegagalan menjaga disiplin dan rasa hormat kepada pelatih menjadi akar persoalan utama.

Pemecatan Alonso Usai Kekalahan Menyakitkan

Real Madrid secara resmi mengumumkan kepergian Xabi Alonso pada Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. Pengumuman tersebut datang tak lama setelah kekalahan pahit dari Barcelona di partai final Piala Super Spanyol. Hasil itu memicu tekanan besar, baik dari internal klub maupun publik pendukung.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Alonso tidak sepenuhnya mendapatkan dukungan dari manajemen. Selain itu, suasana ruang ganti disebut tidak kondusif. Metode latihan ketat dan disiplin tinggi yang diterapkan Alonso dikabarkan membuat sebagian pemain tidak nyaman, sehingga memicu ketegangan internal.

Meski demikian, Alonso tidak sepenuhnya kehilangan dukungan. Beberapa pilar tim seperti Thibaut Courtois, Jude Bellingham, dan Rodrygo disebut tetap mempercayai kapasitas sang pelatih hingga akhir masa tugasnya di Santiago Bernabeu.

Khabib: Pelatih Harus Jadi Otoritas Utama

Melalui unggahan Insta Story berbahasa Rusia, Khabib Nurmagomedov meluapkan kekecewaannya. Mantan juara dunia kelas ringan UFC itu menegaskan bahwa dalam dunia olahraga profesional, pelatih kepala seharusnya menjadi figur dengan otoritas tertinggi.

Menurut Khabib, baik di gym maupun di lapangan sepak bola, keberhasilan tim sangat bergantung pada kepatuhan atlet terhadap instruksi pelatih. Jika pemain merasa bisa melawan atau mengabaikan arahan, maka kehancuran tim hanya tinggal menunggu waktu.

Ia menilai keputusan memecat Alonso sebagai bentuk ketidaktegasan manajemen dalam menghadapi pemain yang tidak kooperatif.

Alonso Dinilai Masuk Jajaran Pelatih Terbaik

Khabib juga menyampaikan keyakinannya bahwa Xabi Alonso adalah salah satu pelatih terbaik di sepak bola modern saat ini. Ia bahkan menyebut Alonso layak masuk jajaran tiga besar pelatih dunia berkat kecerdasan taktik dan pendekatan profesional yang dimilikinya.

Alih-alih mendepak Alonso, Khabib menyarankan Real Madrid untuk merombak skuad. Pemain yang tidak konsisten, sulit diatur, dan tidak mau bekerja di bawah sistem pelatih seharusnya menjadi pihak pertama yang dievaluasi.

“Tidak ada pelatih di dunia yang bisa sukses jika pemainnya tidak mau mendengarkan,” menjadi inti pesan yang disampaikan Khabib.

Sindiran Soal Loyalitas Manajemen

Di akhir pernyataannya, Khabib menyindir keras sikap manajemen Real Madrid. Ia menyoroti betapa cepatnya klub berbalik arah. Musim lalu, Alonso begitu diinginkan, namun kini dilepas hanya karena tekanan internal dan ego pemain.

Khabib menutup komentarnya dengan pesan dukungan penuh kepada Alonso, menegaskan bahwa sang pelatih tetap berada di level tertinggi, terlepas dari keputusan yang diambil Real Madrid.