Tanpa Ricky Kambuaya dan Rafael Struick, Dewa United Tetap Percaya Diri Hadapi Persijap Jepara
Dewa United FC menghadapi ujian tidak ringan pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026. Bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (12/1/2026) malam WIB, Banten Warriors harus bermain tanpa sejumlah pemain penting. Meski demikian, tim tamu tetap menatap laga ini dengan penuh keyakinan.
Absennya beberapa pemain inti memang menjadi perhatian, tetapi pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan mengubah target timnya. Ia menilai laga ini tetap bisa dijalani dengan pendekatan yang sama seperti pertandingan sebelumnya.
Kehilangan Dua Pilar Timnas Indonesia
Dewa United dipastikan tidak diperkuat dua pemain Timnas Indonesia, Ricky Kambuaya dan Rafael Struick. Kambuaya harus menepi akibat akumulasi kartu kuning, sedangkan Struick menjalani hukuman larangan bermain usai menerima kartu merah pada laga terakhir.
Kehilangan dua nama tersebut tentu memengaruhi keseimbangan tim, khususnya di sektor tengah dan depan. Namun, Jan Olde Riekerink menyebut situasi seperti ini sudah diantisipasi sejak awal musim, mengingat padatnya kompetisi dan potensi absensi pemain.
Selain itu, dua pemain asing, Hugo Gomes (Jaja) dan Jonathan, juga belum bisa diturunkan karena masih dalam proses pemulihan cedera. Kondisi ini membuat komposisi Dewa United sedikit pincang, tetapi tetap kompetitif.
Jan Olde Fokus pada Sistem Permainan
Bagi Jan Olde Riekerink, kekuatan utama Dewa United terletak pada sistem permainan, bukan pada individu tertentu. Ia menegaskan bahwa setiap pemain yang diturunkan harus mampu menjalankan peran sesuai skema yang telah dirancang.
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, menjaga identitas permainan jauh lebih penting dibanding sekadar mengandalkan pemain bintang. Selama sistem berjalan baik, Dewa United diyakini tetap mampu tampil solid.
Ia juga menambahkan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memperbaiki kualitas permainan secara keseluruhan. Dengan performa yang konsisten, hasil positif dinilai akan datang dengan sendirinya.
Jadwal Padat Bukan Alasan
Selain persoalan pemain absen, Dewa United juga dihadapkan pada jadwal yang cukup padat. Setelah laga melawan Persijap, mereka akan kembali bertarung di ajang AFC Challenge League 2025/2026, di mana Dewa United sudah memastikan tempat di babak perempat final.
Namun, Jan Olde menilai jadwal tersebut bukan hambatan besar. Tim sudah tiba lebih awal di Jepara untuk memastikan kondisi fisik pemain tetap terjaga. Ia menganggap ritme pertandingan yang padat sebagai bagian dari tantangan tim profesional.
Baginya, jadwal seperti ini justru menjadi kesempatan untuk menguji kedalaman skuad dan kesiapan mental pemain dalam menghadapi tekanan kompetisi.
Kepercayaan Pemain pada Kedalaman Tim
Optimisme juga datang dari dalam skuad. Winger Dewa United, Taisei Marukawa, menegaskan bahwa absennya beberapa rekan tidak mengurangi kepercayaan diri tim. Ia percaya bahwa setiap pemain di dalam skuad memiliki kualitas yang cukup untuk mengisi peran yang ditinggalkan.
Marukawa menilai rotasi pemain sebagai hal yang wajar, terutama di tengah musim yang panjang. Ia menekankan pentingnya kebersamaan tim dan kesiapan semua pemain untuk tampil kapan saja dibutuhkan.
Siap Tantang Persijap di Kandang
Meski Persijap Jepara akan bermain di hadapan pendukung sendiri, Dewa United tetap datang dengan ambisi meraih poin. Jan Olde Riekerink ingin anak asuhnya menutup putaran pertama dengan hasil positif sebagai modal penting menuju paruh kedua musim.
Dengan kepercayaan pada sistem, kedalaman skuad, dan kesiapan mental, Dewa United optimistis mampu memberikan perlawanan maksimal dan pulang dari Jepara dengan hasil yang memuaskan.