Statistik Buruk Ruben Amorim, Manchester United Akhiri Era Sang Pelatih
Manchester United secara resmi memecat pelatih Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026) sore WIB. Keputusan ini diambil tak sampai 24 jam setelah timnya bermain imbang 1-1 melawan Leeds United, mengakhiri era kepelatihan sang nahkoda asal Portugal yang berlangsung selama 14 bulan.
Catatan Statistik yang Suram
Ruben Amorim ditunjuk sebagai manajer Manchester United pada November 2024, menggantikan Erik ten Hag. Selama masa baktinya, Amorim memimpin tim dalam 63 pertandingan di semua kompetisi. Namun, rekornya terbilang suram: 25 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 23 kekalahan. Rasio kemenangan yang hanya mencapai 38,1% menjadikannya manajer dengan catatan terburuk di Manchester United pasca era Sir Alex Ferguson.
Di ajang Premier League, performa Amorim bahkan lebih memprihatinkan. Dari 47 pertandingan yang dijalani, ia hanya mampu meraih 15 kemenangan, 13 hasil imbang, dan menelan 19 kekalahan. Dengan rasio kemenangan hanya 32 persen, Amorim menjadi manajer dengan rekor terburuk di era Premier League bagi klub berjuluk Setan Merah tersebut.
Rekor Terburuk Lainnya
Tak hanya soal kemenangan, Amorim juga mencatatkan rekor terburuk dalam hal rata-rata poin per pertandingan, yaitu 1,23 poin. Selain itu, rata-rata kebobolan per pertandingan juga tinggi, mencapai 1,53 gol.
Rentetan kemenangan terpanjang yang pernah dicapai tim asuhan Amorim hanya tiga pertandingan. Momen tersebut terjadi pada Januari 2024, ketika MU berhasil mengalahkan Rangers di Liga Europa, Fulham di Premier League, dan FCSB di Liga Europa. Di Premier League, rentetan tiga kemenangan beruntun juga sempat diraih pada Oktober lalu, dengan mengalahkan Sunderland, Liverpool, dan Brighton.
Sebelumnya, Amorim sempat menyatakan bahwa kegagalan tim meraih kemenangan disebabkan oleh ketidaklengkapan skuad. “MU Gagal Menang karena Pemain Gak Lengkap,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.