Rapor Singkat Xabi Alonso di Real Madrid: 71 Persen Kemenangan, Pulang Tanpa Gelar

Masa kepelatihan Xabi Alonso di Real Madrid berakhir prematur. Meskipun berhasil menorehkan persentase kemenangan yang impresif, Alonso harus angkat kaki dari Santiago Bernabeu tanpa satu pun gelar juara. Hasil ini dinilai belum memenuhi standar tinggi yang dipatok oleh manajemen klub raksasa Spanyol tersebut.

Alonso resmi mengemban tugas sebagai pelatih Real Madrid pada 1 Juni 2025, menggantikan Carlo Ancelotti yang kontraknya diakhiri lebih awal. Penunjukannya kala itu dipandang sebagai langkah strategis klub untuk melakukan regenerasi, memanfaatkan status Alonso sebagai mantan pemain legendaris dan pelatih muda yang memiliki reputasi menjanjikan.

Awal Musim Menjanjikan

Pada paruh awal musim 2025/2026, Real Madrid di bawah komando Alonso menampilkan performa yang meyakinkan. Tim bermain lebih agresif dan dinamis, sesuai dengan filosofi modern yang diusung sang pelatih. Sejumlah kemenangan berhasil diraih, menjaga Madrid tetap kompetitif di berbagai kompetisi yang diikuti.

Namun, seiring berjalannya musim, konsistensi permainan mulai menjadi pekerjaan rumah. Jadwal padat yang ditambah tekanan di kompetisi antarklub Eropa mulai menguji ketahanan dan stabilitas skuad asuhan Alonso.

Situasi mulai bergeser drastis pada awal November 2025. Kekalahan dari Liverpool dalam ajang Liga Champions menjadi momen krusial yang berdampak signifikan pada performa Real Madrid selanjutnya. Sejak momen tersebut, tim ibu kota Spanyol ini kesulitan menjaga ritme permainan dan kerap gagal meraih kemenangan beruntun dalam periode yang cukup panjang.

Meskipun sempat menunjukkan tren positif dengan rangkaian hasil baik pada pertengahan Desember hingga awal Januari, sorotan dan tekanan terhadap Alonso tidak kunjung mereda. Terutama karena hasil tim dalam laga-laga besar masih belum memuaskan.

El Clasico Terakhir Alonso

Puncak dari rentetan hasil minor tersebut adalah kekalahan dari rival abadi, Barcelona, dalam ajang Piala Super Spanyol. Laga tersebut menjadi pertandingan terakhir Xabi Alonso sebagai nakhoda Real Madrid. Kekalahan di El Clasico selalu menjadi tolok ukur krusial bagi manajemen klub dalam mengevaluasi kinerja seorang pelatih.

Tak berselang lama setelah kekalahan tersebut, Real Madrid secara resmi mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri kontrak Xabi Alonso lebih cepat. Posisi pelatih kemudian diisi oleh Álvaro Arbeloa yang ditunjuk untuk menyelesaikan sisa musim kompetisi.

Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026 Usai Kalahkan Real Madrid, Rekor Final Sempurna Hansi Flick Berlanjut

Statistik Tinggi Tanpa Gelar

Secara total, Xabi Alonso memimpin Real Madrid dalam 28 pertandingan di seluruh kompetisi. Dari jumlah tersebut, timnya berhasil meraih 20 kemenangan, tiga kali imbang, dan mengalami lima kekalahan. Catatan ini menghasilkan persentase kemenangan mencapai 71,43 persen.

Meskipun statistik kemenangan tergolong impresif, Alonso gagal mempersembahkan satu pun gelar juara. Dalam turnamen bergengsi seperti FIFA Club World Cup dan Piala Super Spanyol, Real Madrid tidak mampu menjadi kampiun di bawah kepelatihannya.

Absennya raihan trofi menjadi faktor penentu akhir masa bakti Alonso. Statistik kemenangan yang tinggi tidak mampu menutupi minimnya gelar, sebuah parameter kesuksesan yang mutlak diperlukan di klub sekelas Real Madrid.