PSG vs Marseille: Luis Enrique Bantah Misi Balas Dendam di Final Piala Super Prancis

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menegaskan bahwa timnya tidak mengusung misi balas dendam saat menghadapi Marseille dalam laga final Piala Super Prancis di Kuwait, Kamis (8/1/2026). Pernyataan ini dilontarkan Enrique menanggapi kekalahan PSG dari Marseille di Liga Prancis musim sebelumnya.

Menurut Enrique, duel melawan Marseille, yang dikenal sebagai Le Classique, selalu memiliki makna tersendiri, terlebih jika berstatus sebagai partai final. Ia menekankan perlunya mengelola emosi dan fokus pada detail pertandingan.

“Ketika Anda memainkan classique melawan OM dan di atas itu adalah final, ini bukan soal balas dendam atas liga,” kata Luis Enrique dalam konferensi pers, Rabu (7/1/2026). “Kami harus mengelola emosi dengan baik dan memperhatikan detail. Ini bukan balas dendam, tetapi kami tahu betapa pentingnya pertandingan ini bagi para pendukung, klub, dan tim,” lanjutnya.

Mantan pelatih Barcelona itu menegaskan bahwa PSG akan tetap berpegang pada filosofi permainan mereka, yaitu mendominasi penguasaan bola dan melakukan tekanan cepat untuk merebut kembali bola.

“Marseille memiliki pemain berkualitas, tetapi kami ingin mendominasi pertandingan, mempertahankan penguasaan bola, dan menekan secepat mungkin untuk merebut bola kembali. Kami ingin siap menghadapi situasi apa pun selama pertandingan,” ujar Enrique.

Kapten PSG, Marquinhos, turut menyuarakan tekad timnya untuk meraih kemenangan. Gol bunuh diri yang ia lakukan pada pertemuan terakhir melawan Marseille menjadi penentu kekalahan 1-0 PSG.

“Kami termotivasi. Selalu ada nuansa spesial ketika melawan mereka. Ini adalah classique, dan terlebih lagi ini final,” kata Marquinhos. “Kami meraih banyak kemenangan dalam beberapa pertemuan terakhir, tetapi mereka memenangi laga terakhir. Kami harus mengembalikan keadaan seperti semula,” tambahnya.

Di sisi lain, pelatih Marseille Roberto de Zerbi mengakui kekuatan PSG sebagai salah satu tim terbaik di Eropa. Namun, ia menegaskan ambisi timnya untuk mencetak sejarah.

“Olympique de Marseille memiliki sejarah yang kuat dan, dengan rendah hati, kami akan mencoba melakukan segala sesuatu untuk menulis sejarah Marseille saat ini,” ujar De Zerbi.

Final Piala Super Prancis diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat rivalitas historis kedua klub dan gengsi yang selalu menyertai duel Le Classique.