Profil, Jejak Karier dan Statistik Kiper Baru PSIS Semarang Mario Londok
PSIS Semarang secara resmi mengumumkan perekrutan penjaga gawang berpengalaman, Mario Fabio Londok, guna memperkuat lini pertahanan menjelang putaran kedua Pegadaian Championship musim 2025/2026. Kiper berusia 28 tahun ini didatangkan dari Persela Lamongan dan telah bergabung dalam sesi latihan tim pada Senin, 5 Januari 2026.
Langkah strategis ini diambil manajemen Laskar Mahesa Jenar untuk mengatasi masalah kerapuhan di bawah mistar gawang yang menjadi salah satu penyebab kehilangan poin di paruh pertama musim. Kehadiran Mario Londok diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta menciptakan persaingan sehat di antara para penjaga gawang PSIS.
Profil dan Jejak Karier Mario Londok
Mario Fabio Londok, kelahiran Kotamobagu, Sulawesi Utara, pada 14 November 1997, membawa segudang pengalaman dari berbagai klub di kancah sepak bola nasional. Dengan tinggi 1,80 meter, Londok dikenal memiliki refleks yang baik dan ketenangan dalam membaca arah bola.
Sebelum bergabung dengan PSIS, Londok telah malang melintang membela sejumlah tim, termasuk Celebest (2016), Martapura FC (2017), Persidago Gorontalo (2018), Persipura Jayapura (2019–2022), Persib Bandung (2023), Barito Putera (2023–2024), PSBS Biak (2023-2024), Persiraja Banda Aceh (2025), dan terakhir Persela Lamongan (2025). Pengalaman panjang ini menjadi pertimbangan utama manajemen PSIS dalam merekrutnya.
Asisten Manajer PSIS Semarang, Reza Andhika, menyatakan bahwa perekrutan Londok adalah bagian dari upaya tim untuk menjaga konsistensi hingga akhir musim. “Kami melihat Mario sebagai kiper yang memiliki pengalaman dan mental bertanding yang baik. Dengan sisa kompetisi yang ada, kami berharap kehadirannya bisa membantu tim, khususnya di sektor penjaga gawang,” ujar Reza Andhika.
Statistik Impresif di Musim Ini
Keputusan PSIS merekrut Mario Londok didasari oleh catatan statistik yang solid selama membela Persela Lamongan di Pegadaian Championship 2025/2026. Sebagai kiper utama Laskar Joko Tingkir, Mario Londok tampil dalam 11 pertandingan dengan catatan 4 clean sheet dan hanya kebobolan 8 gol. Ia juga mencatatkan 990 menit bermain.
Angka-angka ini dinilai lebih mentereng dibandingkan performa kiper PSIS saat ini, Rizky Darmawan, yang tercatat kebobolan 27 kali dan hanya mengukir 2 clean sheet dari 13 laga. Performa Londok menunjukkan efisiensi dan stabilitas yang dibutuhkan PSIS untuk memperbaiki catatan pertahanan mereka.
Nilai pasar Mario Londok saat ini diperkirakan berada di kisaran Rp 1,3 miliar, menunjukkan kualitas yang diakui di liga domestik.
Persaingan di Bawah Mistar dan Strategi Transfer PSIS
Di PSIS Semarang, Mario Londok akan bersaing dengan kiper-kiper lain seperti Rizky Darmawan, Raka Octa, dan Lalu Rizki untuk memperebutkan posisi inti. Persaingan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas keseluruhan lini pertahanan PSIS. Manajemen PSIS percaya bahwa Londok akan menjadi penantang serius, bahkan kandidat kuat, untuk menjadi kiper utama.
Perekrutan Londok juga menjadi bagian dari gelombang transfer yang dilakukan PSIS di bursa transfer paruh musim ini. Sejumlah pemain lain yang telah lebih dulu merapat antara lain Fahmi Al Ayyuhbie, Wawan Febrianto, Ocvian Chaniago, Alberto Goncalves, Esteban Vizcarra, Otavio Dutra, Gustur Cahyo, Tegar Infantrie, Aldair Simança, Rafinha, dan Denilson. Banyak di antara mereka merupakan mantan pemain Persela Lamongan, yang menciptakan “aroma Persela” yang semakin kental di skuad Laskar Mahesa Jenar.
Jendela transfer paruh musim Championship 2025/2026 akan dibuka pada 10 Januari 2026, di mana Mario Londok dan pemain baru lainnya akan resmi didaftarkan. Dengan penambahan amunisi ini, PSIS Semarang optimistis dapat tampil lebih solid dan kompetitif, terutama untuk keluar dari zona degradasi di Grup Timur Championship 2025/2026.