Persijap Jepara Kalah Telak 0-4, Divaldo Alves Nilai Persebaya Surabaya Tampil Lebih Efektif
Persijap Jepara menelan kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya dalam laga tunda pekan kelima BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (28/12). Pelatih Persijap, Divaldo Alves, secara terbuka mengakui bahwa efektivitas permainan tim lawan menjadi faktor pembeda utama dalam pertandingan tersebut.
Hasil pahit ini semakin membenamkan Laskar Kalinyamat di zona degradasi, menempati peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin dari 15 pertandingan. Divaldo Alves menegaskan bahwa kekalahan ini akan menjadi pelajaran berharga bagi timnya untuk segera berbenah di sisa kompetisi.
Analisis Kekalahan dan Efektivitas Persebaya
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Divaldo Alves tidak menampik kualitas Persebaya Surabaya yang dinilainya mampu memanfaatkan setiap momentum menjadi gol. “Persebaya hari ini lebih efektif daripada kami. Ini jadi pelajaran buat tim saya,” ujar Divaldo. Pelatih asal Portugal itu menjelaskan, meskipun timnya sempat menunjukkan penampilan rapi di awal laga, terutama di lini tengah dan belakang, mereka gagal mengonversi sejumlah peluang emas yang tercipta.
Persijap, menurut Divaldo, memiliki beberapa peluang signifikan, terutama di babak pertama. Namun, kegagalan dalam penyelesaian akhir menjadi bumerang. “Babak pertama ada beberapa momentum dari awal tim lebih rapi, lebih zona tengah belakang kompak ada beberapa peluang gol. Kita sebenarnya latihan,” jelas Divaldo. Ia menambahkan, Persebaya justru mampu mencetak gol dari sedikit kesempatan yang mereka dapatkan.
Persebaya membuka keunggulan melalui gol Bruno pada menit ke-26, diikuti oleh Lelis di menit ke-38. Memasuki babak kedua, Persijap mencoba bermain lebih menekan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Justru Persebaya yang berhasil menambah dua gol lagi lewat Rivera pada menit ke-81 dan Perovic di menit ke-85, memastikan kemenangan telak 4-0.
Perjuangan di Zona Degradasi
Kekalahan dari Persebaya ini memperpanjang tren negatif Persijap Jepara. Sebelumnya, tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu hanya mampu meraih satu poin saat ditahan imbang PSIM Jogja. Dengan sembilan poin, Persijap hanya terpaut dua poin dari Persis Solo yang berada di dasar klasemen, dan satu poin dari Semen Padang di peringkat ke-16.
Divaldo Alves, yang baru resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persijap pada Jumat, 19 Desember 2025, memiliki tugas berat untuk mengangkat performa tim. Pengalaman sebelumnya melatih di sepak bola Indonesia, termasuk pernah menukangi Persebaya 1927 dan Persijap pada tahun 2010, diharapkan menjadi modal penting. Direktur Teknik Persijap, Mario Lemos, sebelumnya mengungkapkan kepercayaan manajemen terhadap Divaldo untuk memperbaiki posisi tim di BRI Super League 2025/2026.
Evaluasi Menyeluruh dan Harapan ke Depan
Divaldo Alves menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh pasca-kekalahan ini. Ia menyatakan bahwa tim harus belajar dari pertandingan tersebut dan lebih fokus. “Kita coba ganti pemain yang tidak efektif, tapi kita lihat Persebaya lebih efektif daripada kita, tapi tinggal belajar semua tim harus fokus lagi, ini masukan untuk tim kita kita harus fight lagi, kita di papan bawah harus lebih rapi, lebih pintar, tidak kebobolan, harapan saya ke depan tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
Kondisi tim yang berada di papan bawah menuntut Persijap untuk segera menemukan konsistensi dan strategi yang lebih matang. Kekalahan telak ini menjadi alarm keras bagi Divaldo Alves dan seluruh jajaran tim untuk bekerja lebih keras agar dapat keluar dari ancaman degradasi di sisa musim BRI Super League 2025/2026.