John Terry Tak Terima Roman Abramovich Diperlakukan Tak Adil oleh Pemerintah Inggris

Legenda Chelsea, John Terry, melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah Inggris atas perlakuan mereka terhadap mantan pemilik The Blues, Roman Abramovich.
Menurut Terry, keputusan pemerintah untuk memaksa Abramovich menjual klub pada 2022 merupakan tindakan yang tidak adil terhadap sosok yang telah memberikan begitu banyak kontribusi, baik untuk Chelsea maupun masyarakat Inggris.

Abramovich terpaksa melepas kepemilikan klub setelah pemerintah Inggris membekukan aset-asetnya karena dugaan keterkaitan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Langkah itu menandai berakhirnya era kepemilikan Abramovich selama 19 tahun, masa yang penuh prestasi dengan koleksi trofi bergengsi termasuk dua gelar Liga Champions dan lima gelar Liga Inggris.

Apa yang Terjadi Pada Roman Abramovich

Dalam sesi podcast The Obi One, yang dipandu oleh mantan rekan setimnya John Obi Mikel, Terry secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan pemerintah. Ia menilai Abramovich telah diperlakukan tidak manusiawi meskipun telah memberikan kontribusi besar di luar sepak bola.

“Menurut saya, apa yang terjadi padanya benar-benar menjijikkan,” ujar Terry.
“Selama masa lockdown, dia membuka Stamford Bridge bagi tenaga medis, menyediakan tempat tinggal bagi staf NHS. Dia adalah pria baik yang sangat mencintai klub ini.”

Terry juga menegaskan bahwa Abramovich memiliki peluang untuk membeli klub lain di Eropa, namun justru memilih Chelsea karena rasa cintanya terhadap London dan proyek yang ingin ia bangun.

“Kami semua tahu dia menolak banyak tawaran dari klub besar lain, tapi dia memilih Chelsea. Itu menunjukkan betapa besar dedikasinya,” tambah Terry.

Sisi Kemanusiaan Abramovich

Dalam kesempatan yang sama, Mikel Obi juga mengungkapkan sisi kemanusiaan Abramovich yang jarang diketahui publik. Ia menceritakan pengalaman pribadi ketika ayahnya diculik di Nigeria beberapa tahun lalu, dan Abramovich langsung memberikan bantuan.

“Roman adalah orang yang benar-benar peduli,” kata Mikel.
“Begitu tahu ayah saya diculik, dia langsung menelepon dan berkata, ‘Apa yang kamu butuhkan? Saya akan bantu dalam 24 jam.’ Padahal dia bahkan tidak tahu di mana ayah saya berada. Itu benar-benar menunjukkan betapa besar hatinya.”

Mikel menambahkan bahwa sosok Abramovich tidak hanya peduli pada pemain bintang, tetapi juga kepada staf klub dan suporter. “Dia memperlakukan semua orang dengan rasa hormat,” ujar Mikel.

Warisan yang Tak Akan Terhapus

Baik Terry maupun Mikel sepakat bahwa warisan Abramovich akan selalu melekat dalam sejarah Chelsea. Di bawah kepemilikannya, klub London Barat itu menjelma menjadi kekuatan raksasa di Eropa dan dunia.

“Roman adalah alasan mengapa Chelsea berada di level ini. Semua trofi dan kesuksesan tidak bisa dipisahkan dari kontribusinya,” tegas Mikel.

Kini, di bawah kepemilikan Todd Boehly dan Clearlake Capital, Chelsea berusaha melanjutkan tradisi kemenangan. Namun bagi para legenda klub, Roman Abramovich tetaplah sosok yang mengubah sejarah The Blues selamanya.