Jangan Senang Dulu! Meski Menang Lawan PSBS, Ini PR Besar yang Masih Menghantui Malut United

Malut United sukses mengamankan tiga poin penting setelah menghancurkan PSBS Biak dengan skor telak 6-2 dalam lanjutan Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Minggu (4/1/2026) sore WIT, ini membawa Laskar Kie Raha melesat ke posisi ketiga klasemen sementara. Gustavo Franca, Yakob Sayuri, Tyronne del Pino, David da Silva, Ciro Alves, dan Frets Butuan menjadi pahlawan dengan sumbangan gol mereka.

Namun, di balik pesta gol yang memukau publik Ternate, kemenangan besar ini tak lantas membuat tim asuhan Hendri Susilo tanpa cela. Dua gol yang bersarang ke gawang Malut United menjadi sinyal adanya pekerjaan rumah (PR) besar di lini pertahanan yang harus segera dibenahi. Pelatih Hendri Susilo secara konsisten menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dan menjaga konsistensi, bahkan setelah meraih hasil positif.

Pertahanan yang Masih Rapuh

Meski mencetak setengah lusin gol, kebobolan dua gol dari tim yang berada di papan bawah klasemen seperti PSBS Biak menunjukkan bahwa lini belakang Malut United masih memiliki celah. Pada pertandingan tersebut, PSBS Biak sempat memangkas jarak melalui gol Damianus Putra dan Heri Susanto. Ini bukan kali pertama lini pertahanan Malut United menjadi sorotan. Sebelumnya, dalam laga kandang melawan Bali United pada Agustus 2025, Malut United juga harus puas bermain imbang 3-3, dengan pelatih Hendri Susilo mengakui adanya “beberapa kesalahan yang kami buat sehingga lawan bisa mencetak gol.”

Komentar mantan pelatih Malut United, Imran Nahumarury, pada April 2025 juga relevan. Saat Malut United ditahan imbang 1-1 oleh PSBS Biak, Imran menyoroti bagaimana strategi ‘compact defense’ lawan sempat menyulitkan timnya dan menjadi “pembelajaran berharga.” Meskipun saat ini Malut United mampu mencetak banyak gol, kemampuan lawan untuk tetap membobol gawang mereka mengindikasikan bahwa soliditas pertahanan perlu menjadi fokus utama evaluasi tim pelatih.

Tantangan Konsistensi dan Kebugaran Pemain Bintang

Aspek lain yang menjadi PR besar Malut United adalah menjaga konsistensi performa sepanjang musim yang panjang. Pelatih Hendri Susilo selalu mengingatkan anak asuhnya untuk tidak berpuas diri dengan satu kemenangan dan terus melakukan evaluasi. “Saya selalu ingatkan pemain bahwa masih ada laga berikutnya yang harus dihadapi. Kami akan tetap melakukan evaluasi, membenahi kekurangan yang ada,” ujar Hendri Susilo usai mengalahkan Persib Bandung pada Desember 2025.

Selain itu, usia beberapa pemain asing kunci Malut United juga menjadi perhatian serius terkait daya tahan dan konsistensi mereka. Ciro Alves (36 tahun), David da Silva (35 tahun), dan Tyronne del Pino (34 tahun) adalah pilar penting tim, namun usia mereka yang tidak lagi muda menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan untuk mempertahankan level permainan tinggi dari awal hingga akhir musim. David da Silva, misalnya, sempat absen dalam banyak pertandingan akibat cedera di musim sebelumnya. Kebugaran para pemain ini akan menjadi faktor krusial dalam persaingan ketat di papan atas Super League.

Efektivitas Serangan dan Kedalaman Skuad

Meskipun Malut United dikenal sebagai salah satu tim paling produktif di liga, dengan kombinasi kekuatan fisik dan kreativitas yang tinggi, ada kalanya mereka menghadapi kesulitan dalam mengkonversi peluang. Pada Desember 2025, Hendri Susilo pernah menyatakan, “Ada banyak peluang yang kami ciptakan, tetapi, kami hanya bisa mencetak satu gol. Pemain juga sudah bekerja keras, namun, seperti inilah sepakbola.” Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas serangan, terutama dalam pertandingan ketat, juga memerlukan perhatian.

Kemenangan telak atas PSBS Biak memang mengangkat Malut United ke peringkat ketiga klasemen dengan 34 poin dari 16 laga, menyamai poin Persib Bandung yang turun ke posisi keempat. Namun, dengan kompetisi yang masih panjang dan persaingan ketat di papan atas, Malut United tidak bisa lengah. Evaluasi mendalam terhadap lini pertahanan, strategi menjaga konsistensi, manajemen kebugaran pemain kunci, dan efektivitas finishing akan menjadi kunci bagi Laskar Kie Raha untuk mewujudkan ambisi mereka di Super League musim 2025/2026.