Detak.Media — Pertandingan antara Persela Lamongan menghadapi PS Barito Putera dalam ajang Championship berakhir tanpa pemenang dengan skor imbang 1-1. Laga yang berlangsung dengan tensi tinggi ini baru membuahkan gol pada masa tambahan waktu babak kedua setelah kedua tim bermain disiplin sepanjang waktu normal. Kepastian hasil imbang ini ditentukan melalui eksekusi penalti pada detik-detik akhir pertandingan.
Persela Lamongan sempat berada di atas angin saat Muhammad Hambali Tolib berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-90+3. Namun, keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama setelah tim tamu mendapatkan hadiah penalti yang diselesaikan dengan sempurna oleh pemain bertahan senior mereka. Pertandingan ini juga diwarnai dengan keluarnya sejumlah kartu dari kantong wasit akibat permainan keras kedua kesebelasan.
Baca Juga: Hasil Persipura Jayapura vs Persela Lamongan 0-0: Kedua Tim Berbagi Poin
Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin setelah berjuang selama lebih dari 100 menit di lapangan hijau. Drama yang terjadi pada penghujung laga menjadi puncak dari pertarungan sengit yang terjadi sejak menit awal. Meskipun bermain dengan sepuluh orang, PS Barito Putera mampu menunjukkan mentalitas pantang menyerah untuk menghindari kekalahan.
Duel Sengit di Lini Tengah dan Hujan Kartu Kuning
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim menunjukkan intensitas permainan yang cukup tinggi, terutama dalam perebutan bola di lini tengah. Persela Lamongan menerima kartu kuning pertama melalui Jhon Edy Mena Perez pada menit ke-30 akibat pelanggaran yang dianggap membahayakan. PS Barito Putera pun tak mau kalah dalam duel fisik, yang terlihat dari kartu kuning untuk Muhammad Aimar Iskandar Alam pada menit ke-65.
Baca Juga: Kemenangan Barito Putera Atas PSS Sleman Buka Peluang Promosi Otomatis ke Super League
Memasuki pertengahan babak kedua, wasit kembali bekerja keras untuk menjaga kendali pertandingan seiring meningkatnya agresivitas para pemain. Risqki Putra Utomo dan Hendro Siswanto dari kubu tuan rumah turut mendapatkan peringatan kartu kuning dalam rentang waktu sepuluh menit terakhir waktu normal. Tekanan yang diberikan Persela membuat barisan pertahanan Barito Putera harus bermain ekstra waspada untuk menghalau serangan.
Dimas Juliono Pamungkas melengkapi daftar pemain Persela yang menerima kartu kuning pada menit ke-85 sebelum drama sesungguhnya terjadi di lapangan. Meskipun banyak peluang tercipta dari skema serangan balik, akurasi penyelesaian akhir menjadi kendala utama bagi kedua tim sepanjang 90 menit pertama. Skor kacamata sempat diperkirakan akan menjadi hasil akhir sebelum memasuki periode tambahan waktu yang krusial.
Drama Masa Tambahan Waktu dan Gol Penyeimbang
Ketegangan memuncak saat laga memasuki masa injury time yang diawali dengan pengusiran pemain PS Barito Putera, Frendi Saputra. Pemain bertahan tim tamu tersebut menerima kartu merah langsung pada menit ke-90+2 yang memberikan keuntungan jumlah pemain bagi tuan rumah. Kondisi ini langsung dimanfaatkan Persela Lamongan untuk mengurung pertahanan lawan demi mencari gol kemenangan di sisa waktu.
Hanya berselang satu menit setelah kartu merah tersebut, Muhammad Hambali Tolib berhasil menggetarkan jala gawang Barito Putera. Gol yang tercipta pada menit ke-90+3 ini disambut gembira oleh publik tuan rumah yang merasa kemenangan sudah berada di depan mata. Namun, fokus lini belakang Persela Lamongan sedikit goyah pada sisa waktu tambahan hingga mengakibatkan pelanggaran di dalam kotak terlarang.
PS Barito Putera akhirnya mendapatkan peluang emas melalui titik putih pada menit ke-90+8 setelah wasit menunjuk titik penalti. Bek berpengalaman Fabiano Da Rosa Beltrame maju sebagai eksekutor dan sukses menjalankan tugasnya untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1. Pertandingan akhirnya ditutup dengan kartu kuning untuk kiper Rafli Mahreza pada menit ke-90+6 sebelum wasit meniup peluit panjang di menit ke-90+10.
Ikuti Detak.Media
