— Bali United FC berhasil mengamankan kemenangan krusial saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut menyudahi perlawanan tim tamu dengan skor meyakinkan 2-0. Keunggulan jumlah pemain sejak menit awal menjadi faktor penentu dalam jalannya pertandingan yang berlangsung sengit tersebut.

Kemenangan ini membawa anak asuh Stefano Cugurra meraih poin penuh di hadapan pendukung sendiri. Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pil pahit bagi PSM Makassar yang harus berjuang ekstra keras setelah kehilangan salah satu pilar utama mereka di lini belakang. Tuan rumah tampil dominan dengan mengandalkan sisi sayap untuk membongkar pertahanan rapat yang diterapkan oleh Juku Eja.

Baca Juga: Erik ten Hag Kembali ke FC Twente, Sindir Halus Manajemen Manchester United

Dua gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak pada babak pertama dan babak kedua. Bali United menunjukkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang setelah tim tamu terpaksa mengubah strategi akibat insiden kartu merah. Hasil ini memberikan tambahan kepercayaan diri bagi skuad Serdadu Tridatu untuk menatap laga-laga selanjutnya di papan atas klasemen.

Kartu Merah Yuran Fernandes dan Gol Diego Campos

Pertandingan baru berjalan empat menit ketika PSM Makassar harus menerima pukulan telak. Pemain bertahan andalan mereka, Yuran Fernandes Rocha Lopes, langsung diusir keluar lapangan oleh wasit setelah menerima kartu merah. Kehilangan kapten sekaligus komando di lini pertahanan ini memaksa pelatih Bernardo Tavares memutar otak lebih awal untuk menyeimbangkan stabilitas tim.

Baca Juga: Hasil Sementara Bali United vs PSM Makassar 1-0: Gol Diego Campos Bawa Tuan Rumah Unggul

Memanfaatkan situasi unggul jumlah pemain, Bali United langsung melancarkan tekanan bertubi-tubi ke jantung pertahanan lawan. Hasilnya, pada menit ke-16, Diego De Jesus Campos Ballestero sukses memecah kebuntuan bagi tuan rumah. Memanfaatkan umpan terukur dari Rahmat Arjuna Reski, pemain depan asal Brasil tersebut berhasil menaklukkan penjaga gawang PSM Makassar.

Tertinggal satu gol, PSM Makassar berusaha merapatkan barisan pertahanan untuk menghindari kebobolan lebih banyak. Meski bermain dengan sepuluh orang, Juku Eja sesekali memberikan ancaman melalui skema bola mati dan serangan balik cepat. Namun, koordinasi lini belakang Bali United yang dipimpin oleh Bagas Adi Nugroho masih terlalu tangguh untuk ditembus sepanjang paruh pertama.

Gol Pengunci Irfan Jaya dan Dominasi Lini Tengah

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan tetap terjaga dengan beberapa pelanggaran yang memaksa wasit mengeluarkan kartu kuning. Bek Bali United, Bagas Adi Nugroho, telah menerima kartu kuning pada menit ke-41, diikuti oleh sang kapten Ricky Fajrin Saputra pada menit ke-70. Bali United terus berupaya mencari gol tambahan guna menyegel kemenangan mereka di kandang sendiri.

Gol yang dinanti-nantikan oleh publik Stadion Kapten I Wayan Dipta akhirnya lahir pada menit ke-77 melalui aksi Irfan Jaya. Pemain sayap berpengalaman tersebut berhasil memaksimalkan assist dari Teppei Yachida untuk mengubah skor menjadi 2-0. Gol ini sekaligus meruntuhkan moral para pemain tim tamu yang sudah terkuras energinya sejak menit-menit awal pertandingan.

Secara statistik, Bali United unggul jauh dalam penciptaan peluang melalui tendangan sudut dengan total lima kali, berbanding tiga milik PSM Makassar. Hingga masa tambahan waktu dua menit berakhir, keunggulan dua gol tuan rumah tidak berubah. Kemenangan ini menegaskan keangkeran Stadion Kapten I Wayan Dipta bagi tim-tim tamu yang bertandang ke Pulau Dewata.