Fabio Lefundes Soroti Kepemimpinan Wasit Usai Borneo FC Tumbang 2-3 dari Malut United
Kekalahan dramatis Borneo FC dengan skor 2-3 dari tuan rumah Malut United dalam laga tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025-2026 pada Minggu, 28 Desember 2025, menyisakan sorotan tajam dari pelatih kepala Pesut Etam, Fabio Lefundes. Juru taktik asal Brasil itu secara terbuka mengkritik kepemimpinan wasit yang dinilainya kurang tegas dan merugikan timnya, terutama terkait proses gol penentu kemenangan Malut United di menit-menit akhir pertandingan.
Insiden tersebut tidak hanya mengakibatkan Borneo FC kehilangan tiga poin penting di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, tetapi juga membuat mereka tergeser dari puncak klasemen sementara Super League 2025/2026. Lefundes menekankan perlunya keadilan dalam setiap pertandingan, meskipun teknologi Video Assistant Referee (VAR) telah diterapkan, karena keputusan akhir tetap berada di tangan wasit.
Kontroversi di Lapangan dan Keputusan Krusial
Pertandingan antara Malut United dan Borneo FC berjalan dengan intensitas tinggi dan menyajikan jual beli serangan yang menarik. Borneo FC sempat unggul cepat melalui Juan Villa pada menit ketiga, namun David da Silva berhasil menyamakan kedudukan untuk Malut United di menit ke-27.
Di babak kedua, Douglas Coutinho kembali membawa Borneo FC unggul di menit ke-55, tetapi Malut United berhasil menyamakan kedudukan lagi melalui Taufik Rustam pada menit ke-69. Puncak drama terjadi di masa injury time, tepatnya menit ke-90+4, ketika Gustavo Franca mencetak gol kemenangan Malut United setelah memanfaatkan umpan dari Tyrone del Pino.
Fabio Lefundes menyoroti gol ketiga Malut United tersebut sebagai pemicu utama kekecewaannya. Ia menduga gol tersebut diawali oleh pelanggaran yang seharusnya tidak disahkan. “Kami harus fair. Bukan hanya untuk pertandingan ini, tetapi untuk semua pertandingan. Saya berbicara soal keputusan wasit. Gol ketiga Malut United menurut kami diawali pelanggaran. Ada VAR, tetapi keputusan terakhir tetap ada di tangan wasit. Kita semua ingin pertandingan yang fair,” tegas Lefundes dalam konferensi pers pasca-laga.
Selain insiden gol, Lefundes juga mengeluhkan kurangnya kontrol wasit dalam mengendalikan emosi pemain di lapangan. Menurutnya, banyak pelanggaran keras dan tindakan tidak sportif yang seharusnya ditindak tegas dengan kartu, namun tidak dilakukan. Hal ini berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan dan menciptakan situasi yang tidak kondusif. “Kalau ada pemain yang seharusnya dapat kartu, ya harus diberi kartu. Kontrol pertandingan itu penting,” tambahnya.
Dampak Hasil dan Optimisme Tim
Kekalahan dari Malut United ini berdampak signifikan pada posisi Borneo FC di klasemen Super League 2025/2026. Mereka yang sebelumnya memimpin, kini harus turun ke peringkat kedua dengan koleksi 34 poin dari 15 pertandingan. Posisi puncak klasemen diambil alih oleh Persib Bandung, yang sehari sebelumnya berhasil mengalahkan PSM Makassar. Sementara itu, Malut United dengan kemenangan ini berhasil naik ke peringkat ketiga dengan 31 poin.
Meskipun menelan kekalahan dan harus merelakan puncak klasemen, Fabio Lefundes tetap menunjukkan sikap optimistis. Ia mengakui kualitas Malut United sebagai salah satu tim kuat di musim ini dan bahwa pertandingan berjalan sangat baik dari segi permainan kedua tim. “Pertandingan ini sebenarnya sangat bagus. Kami mencetak dua gol, punya banyak peluang, dan permainan berjalan menarik. Tetapi ketika menghadapi tim dengan kualitas seperti Malut United, kesalahan kecil bisa berakibat fatal,” ujar Fabio.
Lefundes juga mengungkapkan bahwa timnya tidak tampil dengan kekuatan penuh dalam laga tersebut karena beberapa pemain penting absen akibat cedera. Namun, hal ini tidak mengurangi semangatnya untuk menatap sisa kompetisi. Ia yakin Borneo FC masih memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki posisi di klasemen, terutama saat bermain di kandang. “Kami masih punya banyak kesempatan, terutama di laga home. Setiap pertandingan kami harus mencuri poin,” pungkasnya.
Tuntutan Perbaikan Kualitas Wasit
Kritik yang dilayangkan Fabio Lefundes menambah panjang daftar keluhan pelatih asing terkait kualitas kepemimpinan wasit di Super League. Sebelumnya, Lefundes, saat masih melatih Madura United, juga pernah melayangkan kritik keras terhadap wasit Liga 1, bahkan merasa diancam dengan kartu merah.
Sorotan terhadap kinerja wasit menjadi isu yang berulang dalam sepak bola Indonesia. Meskipun PSSI dan operator liga terus berupaya meningkatkan kualitas perangkat pertandingan, insiden kontroversial masih sering terjadi dan memengaruhi hasil pertandingan.
Tuntutan untuk perbaikan sistem dan evaluasi kinerja wasit secara berkala menjadi semakin relevan demi terciptanya kompetisi yang lebih adil dan profesional. Kehadiran VAR diharapkan dapat meminimalisir kesalahan, namun seperti yang disoroti Lefundes, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit di lapangan, sehingga integritas dan kompetensi mereka menjadi kunci utama.