Fabio Capello Soroti Penyebab AC Milan Kerap Kehilangan Poin Saat Hadapi Tim Papan Bawah Serie A
Legenda sepak bola Italia, Fabio Capello, ikut angkat bicara menanggapi performa AC Milan di Serie A musim ini. Meski Rossoneri mampu bersaing di papan atas klasemen dan konsisten melawan tim-tim besar, Capello melihat adanya masalah klasik yang membuat Milan kerap kehilangan poin saat menghadapi lawan dari papan bawah.
Menurut mantan pelatih AC Milan tersebut, persoalan ini bukan hal baru dan berkaitan erat dengan karakter skuad yang dimiliki Rossoneri saat ini. Capello menilai inkonsistensi ini bisa menjadi penghambat besar dalam perburuan gelar juara jika tidak segera dibenahi.
Posisi AC Milan di Klasemen Serie A
Hingga pekan ke-19 Serie A, AC Milan masih berada di jalur persaingan gelar. Mereka menempati posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 40 poin, hasil dari performa yang secara umum tergolong stabil.
Dari total pertandingan yang telah dijalani, Milan mencatatkan:
- 11 kemenangan
- 7 hasil imbang
- 1 kekalahan
Statistik tersebut menunjukkan Rossoneri sebagai salah satu tim paling konsisten di liga. Namun, jika ditelaah lebih dalam, ada kontras mencolok antara performa Milan melawan tim besar dan saat menghadapi lawan yang di atas kertas lebih lemah.
Tangguh Kontra Tim Besar, Rapuh Lawan Tim Kecil
AC Milan justru tampil sangat solid saat menghadapi rival-rival utama. Mereka sukses menumbangkan Inter Milan dan Napoli, serta mampu mencuri satu poin saat bertandang ke markas Juventus. Catatan ini memperlihatkan kualitas Milan dalam laga-laga besar dengan intensitas tinggi.
Sebaliknya, masalah muncul ketika Milan menghadapi tim papan tengah atau papan bawah. Laga terbaru melawan Fiorentina yang berakhir imbang 1-1 kembali menjadi contoh nyata bagaimana Rossoneri gagal mengamankan poin penuh meski mendominasi penguasaan bola dan peluang.
Analisis Fabio Capello: Masalah Ada pada Karakter Pemain
Fabio Capello menilai akar permasalahan AC Milan bukan terletak pada ide taktik atau pendekatan pelatih. Menurutnya, persoalan lebih dalam dan berkaitan dengan karakteristik para pemain di lapangan.
“Saya melihat masalah konsistensi Milan tidak sepenuhnya berasal dari ide pelatih, tetapi dari level dan karakteristik pemainnya,” ujar Capello dalam wawancara dengan media Italia.
Capello menyoroti kecenderungan Milan yang kesulitan saat harus membongkar pertahanan rapat. Ketika lawan bermain defensif dan menutup ruang, Rossoneri kerap kehabisan ide serta terlalu bergantung pada permainan individu.
Paradoks Permainan Rossoneri
Menariknya, Capello menyebut situasi ini sebagai sebuah paradoks. AC Milan justru terlihat lebih nyaman ketika menghadapi tim besar yang berani menguasai permainan. Dalam kondisi tersebut, Milan memiliki ruang untuk melakukan serangan balik cepat yang sesuai dengan karakter pemain mereka.
“Secara paradoks, Milan sering tampil lebih baik melawan tim besar karena lawan memberi ruang. Saat menghadapi tim kecil yang bertahan dalam, mereka kesulitan menemukan celah,” jelas Capello.
Jika ingin benar-benar konsisten dan bersaing hingga akhir musim, Capello menilai Milan perlu menambah variasi permainan serta pemain dengan karakter kreatif yang mampu memecah kebuntuan. Tanpa perbaikan di aspek ini, Rossoneri berisiko kembali terpeleset di laga-laga yang seharusnya bisa dimenangkan.