Bukan Sekadar 3 Poin, Ini Pesan Tersembunyi di Balik Kemenangan Persita vs Persis Solo 1-3

Kemenangan Persita Tangerang atas Persis Solo dengan skor 3-1 di Stadion Manahan, Surakarta, pada Minggu, 4 Januari 2026, mengirimkan sinyal kuat mengenai peta persaingan di Liga 1. Hasil ini bukan sekadar tambahan tiga poin bagi Pendekar Cisadane, melainkan cerminan efektivitas taktik dan kegigihan tim yang berujung pada perbaikan posisi di klasemen. Sementara itu, bagi Laskar Sambernyawa, kekalahan di kandang sendiri ini semakin memperdalam krisis dan ancaman degradasi yang membayangi.

Pertandingan yang berlangsung di hadapan ribuan pendukung tuan rumah itu menjadi panggung bagi Persita untuk menunjukkan ketajaman lini serang dan soliditas pertahanan. Dua gol cepat di awal laga menjadi kunci dominasi Persita, yang berhasil mengonversi peluang menjadi keunggulan signifikan. Kemenangan ini sekaligus menegaskan tren positif Persita yang mulai merangkak naik di papan tengah atas Liga 1.

Dominasi Cepat dan Ketajaman Aleksa Andrejic

Persita Tangerang tampil menggebrak sejak peluit awal dibunyikan. Pertandingan baru berjalan lima menit ketika Matheus Alves berhasil memecah kebuntuan melalui sundulan akurat, memanfaatkan kelengahan lini belakang Persis Solo. Gol cepat ini mengejutkan tuan rumah dan membuat suasana Manahan sempat senyap. Momentum tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Persita. Hanya berselang sembilan menit, Aleksa Andrejic menggandakan keunggulan lewat tembakan dari sudut sempit yang sulit dijangkau kiper Persis Solo.

Dua gol dalam kurun waktu kurang dari 15 menit menunjukkan kesiapan mental dan eksekusi strategi yang matang dari skuad asuhan Carlos Pena. Andrejic kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-41, melengkapi brace-nya dan membawa Persita unggul 3-0 sebelum jeda. Ketajaman Andrejic menjadi sorotan utama, menandakan kapasitasnya sebagai penyerang berbahaya di Liga 1. Gol-gol tersebut membuktikan bahwa Persita tidak hanya mengandalkan keberuntungan, melainkan perencanaan serangan yang efektif dan penyelesaian akhir yang klinis.

Krisis Persis Solo dan Pekerjaan Rumah Milomir Seslija

Bagi Persis Solo, kekalahan telak di kandang sendiri ini menjadi pukulan berat. Meskipun berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 di babak kedua, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan. Hasil ini memperpanjang catatan minor Laskar Sambernyawa yang sedang puasa kemenangan dalam 14 pertandingan beruntun di Liga 1. Persis Solo saat ini berada di peringkat ke-18 klasemen Liga 1, menempati zona degradasi, dengan hanya meraih satu kemenangan sepanjang musim ini.

Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui timnya menghadapi tantangan berat. Ia menyoroti masalah pertahanan yang menjadi pekerjaan rumah serius, namun menegaskan bahwa itu adalah tanggung jawab kolektif seluruh tim, bukan hanya lini belakang atau kiper. “Ini bukan hanya soal kiper atau bek, tetapi pekerjaan kolektif seluruh tim. Situasi sulit ini justru harus membuat kami lebih bersatu dan bangkit untuk tampil lebih baik,” ujar Coach Milo. Kurangnya konsentrasi di awal pertandingan dan kesulitan dalam mengembangkan permainan menjadi faktor utama kegagalan Persis Solo meredam agresivitas Persita.

Pesan Tersembunyi di Balik Angka

Kemenangan 3-1 Persita atas Persis Solo ini mengandung beberapa pesan tersembunyi. Pertama, bagi Persita, hasil ini menegaskan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan dalam perebutan posisi di papan atas. Dengan dua kemenangan beruntun menjelang laga ini, kepercayaan diri tim berada di level tinggi, sebagaimana disampaikan pelatih Carlos Pena. “Kami datang dengan momentum yang bagus, para pemain bekerja keras dan dalam kepercayaan diri tinggi. Kami memberikan rasa hormat kepada setiap lawan,” kata Pena sebelum pertandingan. Kemenangan tandang ini menjadi bukti nyata adaptasi taktik dan mentalitas juara yang mulai terbangun di skuad Pendekar Cisadane.

Kedua, untuk Persis Solo, kekalahan ini adalah lonceng peringatan keras. Meskipun bertekad memanfaatkan laga kandang ini untuk bangkit, mereka justru semakin terpuruk. Milomir Seslija menilai Persita sebagai tim yang terorganisir dan memiliki mental bertanding yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan mental dan taktik lawan menjadi kunci yang tidak bisa diremehkan. Data statistik head-to-head menunjukkan bahwa Persita memiliki rekor pertemuan yang lebih baik atas Persis Solo dalam beberapa musim terakhir. Ini mengindikasikan bahwa dominasi Persita dalam pertandingan ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan pola yang terbentuk dari keunggulan strategi dan performa kolektif.

Secara keseluruhan, laga di Manahan ini menjadi penanda jelas arah yang diambil kedua tim. Persita dengan performa impresifnya siap bersaing lebih jauh, sementara Persis Solo harus segera menemukan solusi fundamental untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi agar dapat keluar dari zona degradasi.