Bukan Sekadar 3 Poin, Ini Pesan Tersembunyi di Balik Kemenangan Bali United vs Arema FC 1-0
Bali United sukses mengamankan tiga poin krusial setelah menundukkan Arema FC dengan skor tipis 1-0 dalam laga pekan ke-16 Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Minggu (4/1/2026) malam WIB, menjadi penanda awal tahun yang manis bagi Serdadu Tridatu. Namun, hasil ini sekaligus memperpanjang tren negatif bagi tim berjuluk Singo Edan yang kini terperosok di papan bawah klasemen.
Gol tunggal kemenangan Bali United dicetak oleh gelandang I Kadek Agung Widnyana Putra pada menit ke-48, memecah kebuntuan setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol di paruh pertama. Kemenangan ini tidak hanya menempatkan Bali United di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 24 poin, tetapi juga menciptakan sejumlah fakta menarik yang menyoroti performa kedua tim di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Momentum Bangkit Serdadu Tridatu
Kemenangan tipis 1-0 atas Arema FC memiliki makna lebih dalam bagi Bali United ketimbang sekadar tambahan tiga poin. Hasil ini menjadi momentum penting bagi Serdadu Tridatu untuk memperbaiki catatan kandang mereka yang kurang memuaskan musim ini. Sebelum laga ini, Bali United hanya mencatatkan satu kemenangan di kandang, yakni saat menaklukkan Madura United 1-0 pada 30 Agustus 2025.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, sebelum pertandingan telah menekankan bahwa kemenangan bukan hanya soal poin, tetapi juga momentum untuk memperbaiki tren kandang tim. “Besok kami akan menghadapi Arema FC. Tujuan utama kami adalah menang. Laga ini akan sulit, tapi kami punya pemain dan tim yang siap bertarung,” ujar Jansen sehari sebelum laga. Kadek Agung, pencetak gol penentu, berhasil menjawab tantangan tersebut dengan sundulan kerasnya memanfaatkan umpan silang Thijmen Goppel dari sisi kiri serangan.
Raihan poin penuh di awal tahun 2026 ini memberikan dorongan moral yang signifikan bagi Bali United untuk terus merangkak naik di tabel klasemen. Dengan 24 poin dari 16 pertandingan, mereka kini menempati posisi kedelapan, menunjukkan konsistensi yang lebih baik di kandang sendiri.
Arema FC Terperosok dalam Krisis
Di sisi lain, kekalahan dari Bali United memperpanjang catatan buruk Arema FC di Super League musim 2025/2026. Tim asuhan Marcos Santos kini gagal meraih kemenangan dalam enam laga beruntun. Tren negatif ini dimulai setelah mereka terakhir kali merasakan kemenangan pada 3 November 2025, saat menundukkan Semen Padang dengan skor 2-1.
Sejak kemenangan terakhir tersebut, Singo Edan hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan menelan tiga kekalahan, termasuk saat bertandang ke markas Bali United. Rentetan hasil minor ini membuat Arema FC terdampar di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 18 poin dari 16 pertandingan. Posisi ini menempatkan mereka hanya beberapa strip di atas zona degradasi, memicu kekhawatiran akan masa depan tim di Liga 1 jika tren ini terus berlanjut.
Lebih lanjut, kekalahan di Gianyar juga mematahkan rekor impresif Arema FC dalam laga tandang. Sebelum melawat ke markas Bali United, tim Singo Edan belum pernah menelan kekalahan dalam tujuh pertandingan tandang terakhir mereka di Super League, dengan catatan dua kemenangan dan lima hasil imbang. Pecahnya rekor ini semakin menambah beban psikologis bagi skuad Arema FC.
Jalannya Pertarungan Ketat di Gianyar
Pertandingan antara Bali United dan Arema FC berjalan ketat sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua tim saling berbalas serangan, namun lini pertahanan tampil solid di babak pertama. Arema FC sempat mengancam melalui tembakan Ian Puleio dan Dedik Setiawan, namun kiper Bali United, Mike Hauptmeijer, mampu mengamankan gawangnya. Di sisi lain, upaya Jordy Bruijn dari Bali United juga berhasil diblok oleh kiper Arema, Lucas Frigeri.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan di awal babak kedua. Pada menit ke-48, Kadek Agung berhasil menanduk masuk umpan silang Thijmen Goppel, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Setelah gol tersebut, Arema FC berupaya keras untuk menyamakan kedudukan, namun pertahanan Bali United yang dimotori oleh Joao Ferrari dan Kadek Arel tampil disiplin hingga peluit panjang berbunyi.
Implikasi Klasemen dan Laga Selanjutnya
Kemenangan ini krusial bagi Bali United untuk menjaga asa mereka di papan tengah Super League dan membangun kepercayaan diri, terutama di laga kandang. Mereka akan berusaha mempertahankan momentum positif ini di pertandingan-pertandingan berikutnya untuk terus memperbaiki posisi di klasemen.
Sementara itu, bagi Arema FC, hasil ini menjadi alarm keras. Dengan posisi yang semakin mendekati zona degradasi dan tren tanpa kemenangan yang terus berlanjut, tekanan besar kini berada di pundak pelatih Marcos Santos dan para pemain. Mereka harus segera menemukan solusi untuk menghentikan laju negatif ini demi mengamankan posisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.