Detak.Media — Borneo FC Samarinda akan melakoni laga krusial dalam lanjutan pekan ke-28 Liga Super musim 2025/2026 dengan menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Sabtu (18/4/2026) malam WIB. Pertandingan ini menjadi sangat penting bagi Borneo FC yang berambisi memangkas selisih poin dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung.
Saat ini, Borneo FC menempati posisi kedua klasemen dengan mengoleksi 60 poin dari 27 pertandingan. Mereka tertinggal empat angka dari Persib Bandung yang kokoh di puncak dengan 64 poin. Kemenangan atas PSM Makassar menjadi harga mati demi menjaga persaingan di jalur juara. Selain itu, Borneo FC juga perlu mewaspadai kejaran Persija Jakarta yang berada di posisi ketiga dengan 55 poin.
Misi “Final” Borneo FC
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan bahwa timnya menganggap laga melawan PSM Makassar sebagai sebuah “final” karena sangat menentukan nasib mereka dalam perburuan gelar juara.
“Kami datang ke sini sudah tahu bagaimana cara permainan PSM,” ujar Lefundes, seperti dilansir dari Mediakaltim.com.
Ia menambahkan bahwa timnya telah melakukan bedah strategi untuk meredam agresivitas tuan rumah yang dikenal memiliki determinasi tinggi dan keunggulan dalam duel fisik.
Penyerang Borneo FC, Mariano Peralta, juga menyuarakan pentingnya laga ini. “Pertandingan ini sebagai ‘final’ karena krusialnya poin di sisa musim,” ungkap Peralta, sebagaimana dikutip dari Gowapos.
Peralta sendiri tampil impresif musim ini dengan mencetak 15 gol dan 11 assist dalam 27 penampilan, menjadikannya salah satu ancaman serius bagi pertahanan PSM Makassar. Pemain asal Argentina ini beroperasi di sisi kiri penyerangan dan dikenal dengan kecepatan, skill individu, umpan akurat, serta penyelesaian akhir yang baik.
PSM Makassar Berusaha Bangkit
Di sisi lain, PSM Makassar yang bertindak sebagai tuan rumah memiliki misi yang berbeda. Tim berjuluk Juku Eja ini tengah berjuang untuk memperbaiki posisi klasemen dan menjauh dari zona degradasi. Saat ini, PSM Makassar berada di peringkat ke-13 dengan 28 poin dari 27 pertandingan.
Kemenangan sangat dibutuhkan untuk mengamankan posisi yang lebih aman dan terhindar dari ancaman turun kasta ke Liga 2. Pekan lalu, PSM berhasil memutus tren negatif setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas PSIM Yogyakarta.
Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, meminta para pemain untuk tampil habis-habisan di kandang sendiri dan menunjukkan identitas permainan agresif serta intens.
“Saya sudah sampaikan ke pemain, kita main di kandang dan suporter datang mendukung. Tugas kalian hanya menjalankan rencana yang sudah disepakati dan menunjukkan identitas PSM, yaitu agresif, intens, bermain dengan semangat Siri’ Na Pacce,” ujar Amiruddin.
Rekor Pertemuan dan Ancaman Pemain Asing
Secara rekor pertemuan, Borneo FC cenderung memiliki keunggulan atas PSM Makassar. Dari 20 pertemuan di berbagai ajang, Borneo FC meraih 9 kemenangan, sementara PSM Makassar hanya mampu menang 5 kali, dan sisanya berakhir imbang. Pada pertemuan terakhir di putaran pertama Liga Super musim ini, Borneo FC berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1 di kandang.
Selain Mariano Peralta, Borneo FC juga diperkuat oleh Luiz Villa yang menjadi ancaman serius lainnya. Villa telah menyumbangkan 10 gol dan 8 assist musim ini. Duet pemain Amerika Latin ini diharapkan menjadi kunci kemenangan Borneo FC dalam upaya memangkas jarak dengan Persib Bandung.
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, telah mempelajari rekaman video permainan PSM dan sangat menghargai kekuatan fisik serta determinasi tim tuan rumah, namun ia optimistis anak asuhnya mampu menjalankan instruksi taktik dengan disiplin tinggi.
Klasemen Sementara
Persaingan di papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026 semakin memanas. Persib Bandung memimpin dengan 64 poin dari 27 pertandingan. Borneo FC membuntuti di posisi kedua dengan 60 poin. Sementara itu, PSM Makassar tertahan di peringkat ke-13 dengan 28 poin, hanya berjarak lima poin dari zona degradasi.






