Bojan Hodak Ungkap Beratnya Perjalanan Persib di Liga dan ACL 2
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengungkapkan bahwa kompetisi Super League musim 2025/2026 menyajikan tantangan yang cukup melelahkan bagi timnya. Meskipun Persib saat ini memuncaki klasemen hingga pekan ke-15, padatnya jadwal, termasuk partisipasi di ajang AFC Champions League Two (ACL 2), menjadi beban tersendiri.
Tantangan kian bertambah dengan adanya laga tandang di liga yang memakan waktu perjalanan panjang. Hal ini menuntut tim pelatih untuk mempersiapkan fisik para pemain secara optimal guna menjaga konsistensi performa.
Bojan Hodak menjelaskan bahwa bermain di Indonesia memberikan tantangan unik karena jarak tempuh yang harus dilalui saat melakoni laga tandang sangat jauh, apalagi ditambah dengan jadwal padat di ACL 2.
“Perbedaannya adalah di Eropa Anda tidak memiliki perjalanan sejauh ini. Asia sangat luas, Anda tahu,” ujar Bojan Hodak, mengutip dari Bolasport.com.
Pelatih asal Kroasia ini menambahkan, perjalanan tandang di Super League maupun ACL 2 kerap membutuhkan waktu berjam-jam dalam penerbangan. Menurutnya, perbedaan inilah yang membuat kompetisi di Asia tidak sama dengan di Eropa.
“Tapi ini adalah masalah utama (waktu tempuh). Karena di sini pada dasarnya setiap pertandingan Anda harus menempuh penerbangan beberapa jam,” terangnya.
Kendati demikian, situasi ini bukanlah hal baru bagi Persib. Tim berjuluk Maung Bandung ini telah terbiasa bermain di dua kompetisi berbeda sejak musim lalu. Namun, Hodak menegaskan bahwa hal tersebut tetap tidak mudah, terutama jika dibandingkan dengan Eropa di mana perjalanan tandang maksimal hanya memakan waktu beberapa jam.
Ia menekankan pentingnya persiapan matang dan kondisi fisik ekstra agar Persib dapat mempertahankan performa konsisten di semua ajang. Sejauh ini, para pemain disebutnya telah menyadari kondisi tersebut dan tetap mampu tampil maksimal.
“Di Eropa tidak seperti itu. Di Eropa satu atau dua jam saja,” tutup Bojan Hodak.