Bojan Hodak Pasang Target Tinggi Persib di 2026, Singgung Dukungan Bobotoh
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, telah menetapkan resolusi ambisius untuk tahun 2026. Ia tidak hanya berharap kesuksesan bagi klub berjuluk Maung Bandung, tetapi juga menginginkan hal terbaik bagi para pendukung setia, Bobotoh.
Tahun 2025 menjadi periode yang penuh liku namun berakhir manis bagi Persib. Klub berhasil meraih gelar juara Liga 1 secara back to back di pertengahan tahun. Menjelang akhir 2025, Persib juga mampu memuncaki klasemen dan melaju ke babak 16 besar kompetisi antarklub Asia.
Memasuki tahun 2026, Bojan Hodak menaruh harapan agar tren positif Persib terus berlanjut. Selain target mempertahankan gelar juara musim ini, ia juga ingin perjalanan klub di AFC Champions League 2025/2026 berjalan lancar.
“Saya selalu berharap kami selalu finish sebagai nomor satu di setiap kompetisi. Ini tentu menjadi harapan dari kita semua,” terang pelatih berusia 54 tahun itu dikutip dari ligaolahraga.com, Kamis (1/1).
Selain resolusi untuk tim, Bojan Hodak juga memiliki harapan khusus bagi para Bobotoh. Dukungan penuh dari suporter, terutama di laga kandang, diakui sangat krusial yang membuat Persib sulit ditaklukkan.
Hingga kini, Persib tercatat belum terkalahkan di kandang pada dua ajang yang diikuti di musim 2025/2026. Satu-satunya tim yang berhasil pulang dengan membawa poin dari Bandung adalah Lion City Sailors yang bermain imbang 1-1 di ajang AFC.
“Harapan saya adalah mendoakan yang terbaik di masa liburan ini dan tahun depan kita semua menjadi lebih baik. Musim ini, pada beberapa pertandingan terakhir begitu fantastis,” ujar Bojan Hodak.
Ia menambahkan, “Musim ini kami selalu memenangi semua pertandingan di kandang dan satu-satunya tim yang keluar dari GBLA dengan membawa satu poin ialah Lion (City Sailors) di AFC. Sisanya, semua laga resmi kami menang.”
Kehadiran suporter di stadion terbukti memberikan suntikan semangat bagi para pemain Persib. Sebaliknya, atmosfer intimidatif dari tribun kerap membuat tim tamu merasa tidak nyaman.
“Tentunya ketika stadion penuh, tidak mudah untuk bermain di sini. Saat tim tamu datang, mereka akan merasa bergetar dan saat mendengar gemuruh stadion itu kadang membuat mental pemain lawan turun. Saya rasa nyaris semua lawan merasakan itu,” jelasnya.
Di sisi lain, Bojan Hodak berharap tidak ada lagi oknum suporter yang melakukan tindakan negatif seperti membawa flare. Hal tersebut dapat merugikan klub karena sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis).
“Saya hanya berharap tak ada lagi orang-orang yang membawa flare ke stadion, karena itu mahal dan juga berharap semuanya baik-baik saja ke depannya. Kita sudah melakukannya dengan baik, stadion penuh, dan mendapat dukungan yang top, saya berharap itu terus berlanjut tahun 2026,” pungkasnya.