Bojan Hodak Buka Peluang Ramon Tanque Jadi Algojo Penalti Persib Usai Andrew Jung Gagal

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengisyaratkan akan menunjuk Ramon Tanque sebagai eksekutor utama tendangan penalti timnya di laga-laga mendatang. Pernyataan ini muncul setelah penyerang Andrew Jung gagal menunaikan tugas dari titik putih saat Persib menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu malam, 27 Desember 2025.

Keputusan potensial Hodak ini merupakan respons atas kegagalan eksekusi penalti yang berulang kali dialami Persib sepanjang musim 2025/2026. Meskipun Andrew Jung berhasil menebus kesalahannya dengan mencetak gol sundulan tak lama setelah penalti yang ditepis, insiden tersebut kembali menyoroti isu krusial dalam strategi tim.

Evaluasi Kegagalan dari Titik Putih

Drama penalti terjadi pada menit ke-24 pertandingan pekan kedelapan BRI Super League 2025/2026 antara Persib Bandung melawan PSM Makassar. Setelah Berguinho dijatuhkan di kotak terlarang, wasit menunjuk titik putih. Andrew Jung, yang maju sebagai algojo, gagal menaklukkan kiper PSM Hilman Syah. Tendangan keras Jung berhasil ditepis, meskipun satu menit berselang, ia membayar tuntas kegagalan tersebut dengan gol sundulan yang memanfaatkan umpan sepak pojok Thom Haye, memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi Maung Bandung.

Kegagalan ini menambah panjang daftar permasalahan Persib dalam mengonversi peluang dari titik penalti. Sepanjang musim 2025/2026, dari sembilan hadiah penalti yang diberikan, Persib hanya mampu mengonversi empat di antaranya menjadi gol. Padahal, Andrew Jung sendiri sebelumnya dikenal sebagai eksekutor yang cukup jitu, dengan catatan tiga gol dari titik putih sebelum insiden melawan PSM.

Faktor Mental dan Pilihan Hodak

Bojan Hodak menyoroti aspek psikologis sebagai faktor utama di balik kegagalan penalti. Ia mengungkapkan bahwa banyak pemain Persib, termasuk Andrew Jung, Ramon Tanque, Thom Haye, dan Uilliam Barros, menunjukkan performa sempurna dalam sesi latihan penalti. Namun, situasi pertandingan yang penuh tekanan sering kali mengubah segalanya.

“Kalau misalnya Ramon kembali, Jung ada di sana, saya tidak bisa menentukan siapa penembak penalti. Karena di latihan Jung, Ramon, Haye, Baros bagus menendang penalti tapi ketika di pertandingan jadi berbeda,” kata Bojan Hodak setelah pertandingan.

Pelatih asal Kroasia itu menambahkan, “Untuk ke depannya saya belum tahu siapa yang akan dipilih. Karena di latihan, mereka semua bisa mencetak gol, tapi ketika saat pertandingan, itu tidak mudah. Ini adalah hal psikologis.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Hodak mencari pemain dengan ketenangan mental yang lebih tinggi untuk mengambil tanggung jawab krusial tersebut.

Profil Ramon Tanque dan Peluangnya

Ramon Tanque, penyerang asal Brasil, absen dalam pertandingan melawan PSM Makassar karena dibekap cedera nyeri otot. Namun, Hodak secara eksplisit menyebut namanya sebagai kandidat utama untuk mengambil alih tugas eksekutor penalti begitu ia pulih dan siap bermain.

Tanque memiliki rekam jejak yang cukup baik sebagai pencetak gol. Pada musim 2024-2025, ia bahkan menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Primer Kamboja dengan 21 gol dan 5 assist dari 28 penampilan. Ia juga pernah mencetak gol dari titik penalti di klub sebelumnya. Bersama Persib, Tanque telah mencetak gol perdananya pada awal Desember 2025 saat Persib mengalahkan Borneo FC 3-1, yang disambut emosional oleh rekan-rekan setimnya, termasuk Andrew Jung. Statistik Transfermarkt menunjukkan Ramon Tanque telah mencetak 3 gol di Super League musim 2025/2026.

Implikasi bagi Strategi Persib ke Depan

Pergantian eksekutor penalti utama dapat memiliki implikasi signifikan bagi strategi Persib di sisa musim. Memiliki algojo penalti yang konsisten dan bermental baja sangat krusial, terutama dalam pertandingan-pertandingan ketat di mana satu gol dapat menjadi penentu. Dengan Persib yang tengah bersaing di papan atas klasemen Super League, setiap detail kecil dapat memengaruhi hasil akhir.

Hodak dan staf pelatih Persib akan memantau ketat performa Ramon Tanque setelah kembali dari cedera, baik dalam latihan maupun pertandingan, untuk memastikan ia adalah pilihan terbaik. Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas Persib dari titik putih dan memberikan kepercayaan diri lebih bagi tim dalam meraih kemenangan.