Benzema Soroti Krisis Kepemimpinan Real Madrid, Pemain Disebut Tak Lagi Saling Berkomunikasi

Real Madrid tengah menghadapi periode performa yang menurun musim ini. Mantan striker andalan klub, Karim Benzema, menilai salah satu penyebabnya adalah hilangnya sosok pemain senior yang dihormati dan mampu membimbing para juniornya di ruang ganti.

Klub ibukota Spanyol itu baru saja menelan kekalahan kedua beruntun, takluk 1-2 dari Manchester City di Santiago Bernabeu. Hasil minor ini menambah tekanan pada tim yang dalam delapan pertandingan terakhir hanya mampu meraih dua kemenangan, tiga kali imbang, dan tiga kali kalah. Situasi ini turut memicu spekulasi mengenai masa depan pelatih Xabi Alonso, yang dikabarkan terlibat perselisihan dengan beberapa pemain bintang.

Hilangnya Sosok Pengayom

Menangani pemain bintang memang bukan perkara mudah, terlebih di klub sebesar Real Madrid. Benzema, yang pernah merasakan atmosfer ruang ganti klub tersebut, berpendapat bahwa Alonso saat ini tidak memiliki figur pemain senior yang dapat memberikan arahan kepada pemain muda. Ia membandingkan situasi sekarang dengan era ketika Toni Kroos dan Luka Modric masih berseragam putih.

“Saat ini, tidak ada lagi pemain seperti itu (Kroos dan Modric) di Real Madrid,” ujar Benzema seperti dikutip dari Marca. “Tidak ada pemain yang lebih berpengalaman yang bisa memberi tahu Bellingham, Mbappé, atau Vinicius bahwa mereka melakukan kesalahan. Situasinya rumit.”

Sepak Bola Modern yang Rumit

Benzema melanjutkan, ia melihat adanya perubahan dalam dinamika tim sepak bola modern. Menurutnya, komunikasi antar pemain semakin berkurang, yang berdampak pada kekompakan tim.

“Menurut saya, pelatih mengatakannya, tetapi dengan cara yang berbeda. Karena saat ini, jujur sepakbola ini sangat rumit. Para pemain tidak lagi saling berbicara. Dan itu terlihat jelas. Intinya: ‘Saya sudah melakukan tugas saya, saya sudah mencetak gol.’ Itulah sepakbola saat ini,” pungkasnya.

Kroos memutuskan pensiun dua musim lalu setelah membawa Madrid meraih gelar LaLiga dan Liga Champions, sementara Modric menyusul hengkang pada musim panas lalu, meskipun perannya sebagai starter sudah berkurang karena faktor usia.