Analisis Peluang Tavares Ajak Wiljan Pluim cs Gabung Persebaya Musim Depan
Bernardo Tavares dipastikan akan memimpin Persebaya Surabaya mulai musim 2026. Pelatih asal Portugal ini menggantikan Eduardo Perez yang dipecat akibat hasil minor. Tugas berat menanti Tavares untuk mengembalikan “Green Force” ke jalur juara di Super League 2025/2026.
Kedatangan Tavares, sosok di balik kesuksesan PSM Makassar menjuarai Liga 1 2022/2023, memunculkan spekulasi mengenai siapa saja pemain yang akan dibawanya. Selama di PSM, Tavares dikenal piawai memaksimalkan potensi pemain lokal maupun asing dengan taktik mendalam dan membangun sinergisitas tim.
Pertanyaan besar kini mengemuka: akankah Tavares merekrut kembali pemain-pemain yang pernah bersinar di bawah asuhannya di PSM Makassar? Sosok pertama yang santer disebut adalah Wiljan Pluim, gelandang veteran asal Belanda yang kini berusia 36 tahun.
Potensi Reuni dengan Eks PSM
Pluim, yang sempat menjadi “otak” lini tengah PSM dengan visi permainan, umpan akurat, dan eksekusi bola mati mematikan, kini dikabarkan bermain di klub amatir SV Epe di Belanda. Peluang Pluim bergabung dengan Persebaya sebagai asisten pelatih Tavares diperkirakan mencapai 75 persen.
Selain Pluim, tiga pemain asing lain dari era Tavares di PSM juga menjadi sorotan: Everton Nascimento, Yuran Fernandes, dan Kenzo Nambu.
Everton Nascimento, striker asal Brasil berusia 32 tahun, dikenal sebagai pencetak gol ulung. Peluangnya bergabung dengan Persebaya diperkirakan 35 persen, bergantung pada kontrak dan kesediaannya.
Yuran Fernandes, bek tengah 31 tahun asal Brasil, merupakan pilar pertahanan PSM yang tangguh. Peluangnya merapat ke Persebaya sedikit lebih tinggi, sekitar 45 persen, mengingat ia masih bermain stabil di PSM.
Kenzo Nambu, gelandang kreatif asal Jepang berusia 33 tahun, dikenal sebagai pengatur serangan. Peluangnya mengikuti Tavares ke Persebaya diperkirakan sama dengan Everton, yakni 35 persen.
Skenario dan Filosofi Tavares
Jika keempatnya bergabung bersamaan, peluangnya sangat kecil, hanya sekitar 4 persen. Namun, skenario yang lebih realistis adalah Pluim menjadi asisten pelatih, dan setidaknya satu dari tiga pemain asing tersebut ikut memperkuat Persebaya.
Filosofi Tavares yang mengutamakan penguasaan bola, transisi cepat, dan distribusi taktik kemungkinan akan diterjemahkan dalam formasi 4-3-3. Formasi ini ideal untuk memaksimalkan peran striker target man seperti Everton, bek tangguh seperti Yuran, kreator serangan seperti Kenzo, dan mentor berpengalaman seperti Pluim.
Meski belum ada konfirmasi resmi, analisis probabilitas dan rekam jejak Tavares serta para pemain tersebut menunjukkan potensi kuat untuk membangun skuad baru Persebaya. Perkembangan lebih lanjut diperkirakan akan diumumkan menjelang paruh musim kompetisi.
Jejak karier Tavares sendiri cukup panjang dan beragam. Sebelum sukses di Indonesia, ia telah melatih di berbagai negara seperti Portugal, Oman, Tanzania, Maladewa, Makau, India, dan Finlandia. Pengalaman ini membentuknya menjadi pelatih dengan pemahaman mendalam terhadap berbagai kultur sepak bola.