— Persaingan di papan atas klasemen Liga 1 Indonesia pekan ke-29 menyajikan dinamika menarik antara Persib Bandung dan Borneo FC. Meski kedua tim saat ini mengoleksi jumlah poin yang sama, yakni 66 poin, posisi di tabel klasemen menunjukkan perbedaan yang signifikan. Persib Bandung berhak menempati urutan pertama, sementara Borneo FC harus puas berada di posisi kedua.

Data menunjukkan bahwa Borneo FC sebenarnya memiliki catatan statistik yang lebih impresif dalam hal produktivitas dan pertahanan secara keseluruhan. Pesut Etam mencatatkan selisih gol (SG) sebesar +33, hasil dari 61 gol memasukkan dan 28 gol kemasukan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Maung Bandung yang memiliki selisih gol +32 dengan koleksi 50 gol dan kebobolan 18 kali.

Baca Juga: Klasemen Liga 1 Terbaru: Borneo FC Masih Dibawah Persib Bandung Meski Unggul Selisih Gol

Fenomena ini memicu pertanyaan di kalangan penggemar mengenai alasan di balik penempatan posisi tersebut. Secara administratif, perbedaan ini didasarkan pada regulasi khusus yang diterapkan oleh operator kompetisi dalam menentukan peringkat tim yang memiliki poin identik. Penentuan peringkat tidak langsung merujuk pada selisih gol total di akhir musim atau pekan berjalan.

Penentu Peringkat Berdasarkan Regulasi Head-to-Head

Berdasarkan regulasi resmi Liga 1 Indonesia, aturan tie-breaker untuk menentukan peringkat tim dengan poin sama memprioritaskan rekor head-to-head (H2H). Artinya, hasil pertemuan langsung antara tim-tim yang memiliki poin imbang menjadi tolok ukur utama sebelum melihat statistik lainnya. Dalam kasus ini, performa Persib Bandung saat berhadapan langsung dengan Borneo FC menjadi kunci keunggulan mereka.

Baca Juga: Rekap Hasil Liga 1 Hari Ini: Dewa United dan Borneo FC Petik Kemenangan

Persib Bandung menempati posisi puncak karena memiliki rekor pertemuan yang lebih baik atas Borneo FC dalam pertandingan yang telah dijalani musim ini. Meskipun Borneo FC unggul dalam selisih gol keseluruhan, poin yang didapat dari hasil pertemuan langsung memberikan keuntungan regulasi bagi skuad Maung Bandung. Hal ini membuat keunggulan satu angka pada selisih gol milik Borneo FC tidak berpengaruh pada posisi mereka di klasemen.

Langkah ini diambil untuk memberikan bobot lebih pada rivalitas langsung dan konsistensi tim saat menghadapi pesaing terdekatnya. Dengan demikian, tim yang mampu memenangkan duel langsung akan selalu berada di atas tim yang dikalahkannya selama perolehan poin mereka masih setara. Aturan ini memastikan bahwa kualitas permainan dalam laga besar sangat menentukan nasib tim di tangga klasemen.

Urutan Mekanisme Tie-breaker dalam Kompetisi Liga 1

Penentuan peringkat jika terdapat dua tim atau lebih dengan poin yang sama dilakukan secara bertahap sesuai urutan yang ketat. Tahap pertama adalah melihat poin head-to-head, yang merujuk pada siapa yang memenangkan poin terbanyak saat tim-tim tersebut saling bertanding. Jika poin tersebut masih sama, maka akan dilihat selisih gol head-to-head serta jumlah gol yang dicetak dalam pertemuan langsung tersebut.

Selisih gol keseluruhan (SG) baru akan diperhitungkan sebagai parameter keempat apabila seluruh indikator head-to-head berada dalam posisi imbang. Karena Persib Bandung sudah unggul di level poin atau statistik pertemuan langsung, maka keunggulan SG Borneo FC yang berada di angka +33 otomatis tidak digunakan sebagai pembanding utama. Selain selisih gol, jumlah gol keseluruhan atau produktivitas gol juga merupakan parameter terakhir dalam penentuan ini.

Secara ringkas, berikut adalah urutan penentuan peringkat Liga 1 jika poin imbang:

  • Poin Head-to-Head (siapa yang menang saat mereka saling bertanding).
  • Selisih gol Head-to-Head.
  • Jumlah gol yang dicetak Head-to-Head.
  • Selisih Gol keseluruhan (SG).
  • Jumlah Gol keseluruhan (GM) atau produktivitas gol.