AC Milan Raih Kemenangan Dramatis atas Como, Maignan Jadi Pahlawan
AC Milan berhasil meraih kemenangan penting atas Como dalam lanjutan Liga Italia, Jumat (16/1/2026) dini hari WIB. Kiper andalan Rossoneri, Mike Maignan, tampil gemilang dan menjadi kunci kebangkitan timnya di Stadio Giuseppe Sinigaglia.
Milan Tertinggal Lebih Dulu
Pertandingan dimulai dengan kurang baik bagi AC Milan. Tuan rumah Como berhasil unggul lebih dulu melalui gol Marc Oliver Kempf pada menit ke-10. Gol pembuka ini memberikan kepercayaan diri tambahan bagi Como dan nyaris menambah keunggulan andai tidak digagalkan oleh Maignan.
Kiper asal Prancis itu menunjukkan refleks luar biasa dengan menepis sepakan melengkung Nico Paz dan penyelamatan krusial atas sundulan Lucas Da Cunha dari jarak dekat. Penyelamatan Maignan menjaga asa Milan untuk bangkit.
Momentum dari Titik Penalti dan Peran Rabiot
Milan akhirnya mendapatkan momentum melalui hadiah penalti yang berhasil dieksekusi dengan sempurna oleh Christopher Nkunku. Meskipun Como sempat kembali menebar ancaman, Maignan kembali menunjukkan kelasnya di bawah mistar gawang.
Kejelian Adrien Rabiot kemudian menjadi pembeda. Gelandang asal Prancis itu berhasil mencetak dua gol yang membalikkan keadaan untuk keunggulan AC Milan. Meskipun Milan tidak mendominasi penguasaan bola atau menciptakan peluang sebanyak Como, mereka terbukti lebih efektif dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.
Analisis Massimiliano Allegri
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengakui peran vital Maignan dalam pertandingan ini. “Kami memulai pertandingan dengan empat gelandang saat menguasai bola, mencoba menciptakan lebih banyak jalur umpan dengan Fofana, tetapi kami kehilangan kekompakan setelah tertinggal dan mengambil sejumlah risiko untuk umpan terobosan dan serangan balik mereka, jadi Maignan menyelamatkan kami,” ujar Allegri kepada DAZN Italia.
Allegri juga menjelaskan perubahan taktik yang dilakukannya. “Setelah kami menyamakan kedudukan melawan tim Como yang kuat dan bermain sangat baik ini, tim yang juga berbahaya, saya beralih ke tiga penyerang di depan. Tetapi setelah kami membalikkan keadaan dan unggul, saya kembali ke formasi awal.”
“Kami juga memiliki peluang lain, begitu pula Como. Ini adalah tim yang sangat tangguh dan menginginkan hasil dengan segala cara,” tutupnya.