Detak.Media — Spekulasi mengenai masa depan Pep Guardiola bersama Manchester City FC semakin ramai dibicarakan menjelang berakhirnya musim 2025/2026. Sejumlah laporan dari Inggris menyebut Guardiola berpotensi meninggalkan Etihad Stadium setelah menjalani periode panjang penuh kesuksesan bersama The Citizens.
Musim ini dianggap menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan Manchester City di bawah kepemimpinan Guardiola. Meski masih mampu bersaing di level tertinggi dan meraih trofi, performa City dinilai mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan menuju era baru.
Perubahan pendekatan permainan juga terlihat dalam beberapa laga terakhir. Manchester City tidak lagi sepenuhnya mengandalkan penguasaan bola ekstrem seperti pada musim-musim sebelumnya dan mulai tampil lebih direct dalam membangun serangan.
Situasi tersebut membuat berbagai nama mulai dikaitkan sebagai calon penerus Guardiola apabila pelatih asal Spanyol itu benar-benar memutuskan hengkang. Berikut empat kandidat yang dinilai paling berpotensi menggantikan Guardiola di Manchester City.
1. Cesc Fabregas Dinilai Punya Filosofi Mirip Guardiola
Nama pertama yang ramai dibicarakan adalah Cesc Fàbregas. Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu dikenal sebagai sosok yang sangat mengagumi filosofi Pep Guardiola sejak masih aktif bermain.
Kekaguman tersebut bahkan memengaruhi banyak keputusan dalam karier sepak bolanya, termasuk keinginannya kembali ke Barcelona saat Guardiola masih menangani tim utama Camp Nou.
Sebagai pelatih, Fabregas mulai menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan bersama Como di Italia. Tim asuhannya tampil dengan gaya permainan berbasis penguasaan bola dan pressing agresif yang dianggap memiliki kemiripan dengan pendekatan Guardiola.
Performa Como di Serie A juga cukup mengejutkan. Klub tersebut mampu bersaing di papan atas dan menjadi salah satu tim yang tampil konsisten sepanjang musim.
Banyak pengamat menilai Fabregas memiliki potensi besar menjadi pelatih elite Eropa dalam beberapa tahun mendatang.
2. Enzo Maresca Jadi Kandidat Internal Favorit
Enzo Maresca juga masuk dalam daftar kandidat kuat pengganti Guardiola. Kedekatannya dengan sistem permainan Manchester City membuat namanya terus dikaitkan dengan kursi pelatih Etihad.
Maresca pernah bekerja di akademi Manchester City sebelum kemudian menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola. Pengalaman tersebut membuatnya sangat memahami filosofi dan struktur permainan yang diterapkan di klub.
Sebagai pelatih, Maresca dikenal mengutamakan dominasi penguasaan bola serta kontrol tempo permainan. Gaya tersebut dianggap cocok untuk melanjutkan identitas sepak bola Manchester City.
Meski sempat menghadapi tekanan saat melatih Chelsea, reputasi Maresca di kalangan petinggi City disebut masih sangat baik. Pengalamannya di Premier League menjadi nilai tambah yang membuatnya dianggap sebagai salah satu penerus alami Guardiola.
3. Luis Enrique Punya Pengalaman dan Mental Juara
Nama lain yang banyak disebut sebagai kandidat potensial adalah Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol tersebut dinilai memiliki filosofi yang tidak jauh berbeda dengan Guardiola.
Luis Enrique pernah bermain bersama Guardiola di Barcelona dan memahami konsep permainan berbasis penguasaan bola sejak lama. Ia juga sempat melanjutkan pekerjaan Guardiola di Barcelona B sebelum akhirnya sukses bersama tim utama.
Karier kepelatihannya berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Luis Enrique berhasil meraih banyak trofi bersama Barcelona dan kemudian membawa tim nasional Spanyol tampil kompetitif di berbagai turnamen besar.
Kesuksesannya bersama Paris Saint-Germain juga semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia saat ini. Dengan pengalaman dan mental juara yang dimiliki, Luis Enrique dianggap sangat layak menangani klub sebesar Manchester City.
4. Vincent Kompany Jadi Opsi Emosional Manchester City
Sosok terakhir yang masuk dalam daftar kandidat adalah Vincent Kompany. Legenda Manchester City itu dianggap sebagai figur yang paling memahami budaya dan identitas klub.
Kompany menghabiskan lebih dari satu dekade sebagai pemain Manchester City dan sukses memenangkan berbagai trofi, termasuk empat gelar Premier League.
Dua di antaranya diraih saat Guardiola mulai membangun dominasi City di Inggris. Karena itu, Kompany dianggap sangat memahami filosofi permainan modern yang diterapkan klub.
Setelah memasuki dunia kepelatihan, Kompany menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Ia sukses membangun reputasi bersama Bayern Munich dengan gaya bermain menyerang dan agresif.
Pendekatan taktiknya dinilai cocok dengan karakter permainan Manchester City. Selain itu, kedekatan emosional dengan klub membuat Kompany menjadi pilihan yang menarik bagi para pendukung The Citizens.
Kini, masa depan Guardiola masih belum menemui kepastian. Namun jika pelatih asal Spanyol tersebut benar-benar meninggalkan Etihad Stadium, Manchester City tampaknya sudah memiliki sejumlah nama kuat untuk melanjutkan era sukses mereka.
Ikuti Detak.Media
