3 Kerugian Persib Bandung Usai Ditahan Imbang Persib Kediri, Pesimis Lawan Persija?
Ambisi Persib Bandung untuk menguasai puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 harus tertunda setelah ditahan imbang 1-1 oleh Persik Kediri. Laga pekan ke-16 yang berlangsung dramatis di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin (5/1/2026) malam, menyisakan sejumlah kerugian signifikan bagi skuad berjuluk Maung Bandung tersebut, mulai dari kegagalan mengamankan posisi teratas, kehilangan pemain kunci akibat kartu merah, hingga potensi dampak psikologis menjelang laga krusial berikutnya.
Persib sempat memimpin lewat gol Saddil Ramdani pada menit ke-68, namun keunggulan itu buyar di masa injury time babak kedua melalui gol penyama kedudukan dari Muhammad Firly di menit ke-90+5. Ditambah lagi, Persib harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-81 setelah Saddil Ramdani diganjar kartu kuning kedua. Hasil ini membuat Persib tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 35 poin, di bawah Borneo FC (37 poin) dan Persija Jakarta (35 poin, unggul selisih gol).
Gagal Kudeta Puncak Klasemen
Salah satu kerugian terbesar Persib Bandung adalah kegagalan mereka merebut posisi puncak klasemen. Dengan hasil imbang ini, Maung Bandung hanya menambah satu poin, menjadikan total koleksi mereka 35 poin dari 16 pertandingan. Angka ini menyamai perolehan poin Persija Jakarta, namun Persib kalah dalam selisih gol (+15) dibandingkan Persija (+19) yang menempatkannya di posisi kedua. Sementara itu, Borneo FC tetap kokoh di puncak dengan 37 poin.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, sebelumnya telah menyatakan pentingnya setiap poin dalam persaingan ketat Liga 1. Kegagalan meraih poin penuh di kandang Persik, yang saat itu berada di papan tengah, menjadi peluang emas yang terlewatkan untuk menjauh dari kejaran para pesaing di papan atas. Tekanan untuk tetap bersaing di jalur juara semakin intensif dengan setiap poin yang hilang.
Situasi ini juga menunjukkan bahwa peta persaingan di papan atas Liga 1 musim 2025/2026 semakin memanas. Tidak hanya Borneo FC dan Persija Jakarta, tim seperti Malut United juga memiliki poin yang hampir sama dengan Persib (34 poin), sehingga setiap hasil pertandingan akan sangat menentukan posisi di klasemen.
Kehilangan Saddil Ramdani Akibat Kartu Merah
Di tengah euforia gol pembuka yang dicetaknya, Saddil Ramdani harus menerima kenyataan pahit. Pemain yang baru masuk di babak kedua itu diusir wasit pada menit ke-81 setelah menerima kartu kuning kedua. Kartu merah ini dipicu oleh pelanggaran keras Saddil terhadap Yusuf Meilana.
Kehilangan Saddil Ramdani merupakan pukulan telak bagi Persib. Selain statusnya sebagai pencetak gol tunggal di laga tersebut, ia adalah salah satu pemain yang diharapkan bisa menjadi pembeda di lini serang. Absennya Saddil di pertandingan berikutnya karena akumulasi kartu akan mengurangi opsi Bojan Hodak, terutama saat tim membutuhkan daya gedor tambahan.
Insiden kartu merah ini juga mengubah jalannya pertandingan. Bermain dengan 10 orang di sisa waktu normal dan injury time membuat Persib kesulitan menahan gempuran Persik yang unggul jumlah pemain. Kondisi ini pada akhirnya berujung pada gol penyama kedudukan di menit-menit akhir pertandingan.
Dampak Psikologis dan Momentum Jelang Laga Krusial
Hasil imbang dramatis dengan kebobolan di menit akhir, setelah sempat unggul dan bermain dengan 10 orang, dapat memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi skuad Persib. Kemenangan yang sudah di depan mata sirna, dan hal ini berpotensi memengaruhi mentalitas tim.
Kerugian ini terasa lebih berat mengingat Persib akan menghadapi laga klasik atau “El Clasico” Indonesia melawan rival abadi mereka, Persija Jakarta, pada Sabtu, 11 Januari 2026. Laga tersebut diprediksi akan menjadi penentu penting dalam perburuan gelar juara. Hilangnya momentum kemenangan dan kelelahan mental setelah pertandingan yang ketat dapat menjadi tantangan tersendiri bagi Persib untuk menghadapi laga penuh gengsi tersebut.
Seperti yang diungkapkan beberapa media, kegagalan meraih poin penuh menjadi kerugian besar bagi Pangeran Biru jelang laga El Clasico Indonesia pekan depan. Persib harus segera bangkit dan memulihkan kondisi mental serta fisik pemain agar dapat tampil maksimal di hadapan pendukungnya saat menjamu Persija.