3 Fakta Menarik Usai Persita Kalahkan Persis 1-3
Persita Tangerang sukses mencuri tiga poin penting di kandang Persis Solo usai menaklukkan Laskar Sambernyawa dengan skor 3-1 pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1/2026) sore WIB. Kemenangan ini tidak hanya mengerek posisi Pendekar Cisadane di tabel klasemen, tetapi juga menyisakan sejumlah catatan krusial, termasuk terpuruknya tuan rumah dan potensi sanksi akibat insiden di tribune.
Duel sengit yang diwarnai drama gol cepat, penalti, hingga penggunaan VAR ini menyoroti performa impresif Persita yang tampil agresif sejak menit awal, berbanding terbalik dengan Persis Solo yang kesulitan mengembangkan permainan di hadapan pendukungnya sendiri. Hasil ini memunculkan tiga fakta menarik yang layak disoroti dalam dinamika kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Lonjakan Positif Persita di Klasemen
Kemenangan telak 3-1 atas Persis Solo menjadi suntikan moral berharga bagi Persita Tangerang, sekaligus mengerek posisi mereka secara signifikan di klasemen sementara BRI Super League. Pendekar Cisadane kini bertengger di peringkat kelima dengan koleksi 28 poin dari 16 pertandingan. Torehan ini merupakan peningkatan drastis, mengingat Persita datang ke Solo dengan modal dua kemenangan beruntun sebelumnya, termasuk saat menumbangkan Arema FC di laga tandang.
Pelatih Persita, Carlos Pena, sebelumnya telah menegaskan pentingnya menjaga momentum positif ini. Kepercayaan diri para pemain disebutnya berada di level tinggi, dan hal tersebut terbukti di lapangan Manahan. Gol cepat Matheus Alves pada menit kelima, disusul dwigol (brace) Andrejic Aleksa pada menit ke-14 dan 41, menunjukkan efektivitas serangan Persita di babak pertama. Dominasi ini mengunci keunggulan 3-0 hingga jeda, sebuah fondasi kokoh yang sulit digoyahkan Persis di paruh kedua.
Tren Buruk Berlanjut, Persis Terbenam di Dasar
Bagi Persis Solo, kekalahan di kandang sendiri memperpanjang derita Laskar Sambernyawa di BRI Super League musim ini. Hasil 1-3 tersebut membuat Persis semakin terpuruk di dasar klasemen, menempati peringkat ke-18 dengan hanya mengoleksi 7 poin dari 16 laga. Catatan ini menjadi sorotan tajam, mengingat Persis belum merasakan kemenangan dalam 15 laga terakhir mereka. Kemenangan terakhir Laskar Sambernyawa tercatat pada pekan pertama saat menumbangkan Madura United.
Pelatih Kepala Persis, Milomir Seslija, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengakui bahwa taktik yang disiapkan tidak berjalan dengan baik karena banyaknya kesalahan yang dilakukan para pemain. “Kami tidak bisa mengeksekusi rencana dengan baik, gol pertama tendangan sudut sudah kita perkirakan dalam latihan namun kita tidak bereaksi dengan baik. Dan gol kedua lawan juga bisa dimanfaatkan Persita dengan baik,” ujar Milo usai pertandingan, dikutip dari laman resmi klub. Ia juga menambahkan bahwa timnya kesulitan mengejar ketertinggalan karena kurangnya pergerakan bola dan pemain yang efektif, serta pertahanan lawan yang disiplin. Milo bahkan mengisyaratkan perlunya banyak perubahan komposisi pemain untuk bisa bertahan di liga ini.
Insiden Flare: Ancaman Sanksi untuk Tuan Rumah
Di balik drama lapangan hijau, pertandingan antara Persis Solo dan Persita Tangerang juga diwarnai insiden yang berpotensi membawa konsekuensi serius bagi tuan rumah. Pada babak kedua, sejumlah penonton di tribune Stadion Manahan dilaporkan menyalakan flare. Asap tebal dari flare tersebut sempat mengganggu jarak pandang pemain dan menyebabkan pertandingan tertunda.
Kejadian ini bukan kali pertama terjadi di sepak bola Indonesia dan kerap menjadi perhatian Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Tribunsolo.com melaporkan bahwa insiden flare ini kemungkinan besar akan menjadi pertimbangan Komdis PSSI untuk menjatuhkan sanksi denda kepada Persis Solo sebagai penyelenggara pertandingan. Potensi sanksi ini menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapi Laskar Sambernyawa, tidak hanya di lapangan hijau tetapi juga di luar lapangan. Insiden ini juga menyebabkan tambahan waktu (injury time) hingga 12 menit di akhir pertandingan.
Kemenangan Persita di Solo tidak hanya mengubah peta persaingan di papan tengah klasemen, tetapi juga memberikan gambaran jelas mengenai perjuangan Persis Solo yang semakin berat di musim ini. Sementara itu, insiden flare menjadi pengingat akan pentingnya ketertiban suporter demi menjaga integritas kompetisi.