3 Fakta Menarik Usai Bali United Kalahkan Arema FC 1-0
Bali United berhasil mengamankan tiga poin penting setelah menundukkan Arema FC dengan skor tipis 1-0 dalam laga pekan ke-16 Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Minggu (4/1/2026) malam tersebut menjadi penanda awal tahun yang manis bagi Serdadu Tridatu, namun sekaligus memperpanjang tren negatif bagi tim berjuluk Singo Edan.
Gol tunggal kemenangan Bali United dicetak oleh gelandang Kadek Agung di awal babak kedua, memecah kebuntuan setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol di paruh pertama. Kemenangan ini tidak hanya krusial bagi posisi Bali United di papan klasemen, tetapi juga menciptakan sejumlah fakta menarik yang menyoroti performa kedua tim di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Arema FC Perpanjang Puasa Kemenangan
Kekalahan dari Bali United memperpanjang catatan buruk Arema FC di Super League musim 2025/2026. Tim asuhan Marcos Santos kini gagal meraih kemenangan dalam enam laga beruntun. Tren negatif ini dimulai setelah mereka terakhir kali merasakan kemenangan pada 3 November 2025, saat menundukkan Semen Padang dengan skor 2-1.
Sejak kemenangan terakhir tersebut, Singo Edan hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan menelan tiga kekalahan, termasuk saat bertandang ke markas Bali United. Rentetan hasil minor ini membuat Arema FC terdampar di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 18 poin dari 15 pertandingan. Posisi ini menempatkan mereka hanya beberapa strip di atas zona degradasi, memicu kekhawatiran akan masa depan tim di Liga 1 jika tren ini terus berlanjut.
Rekor Tandang Arema FC Patah di Gianyar
Sebelum melawat ke markas Bali United, Arema FC memiliki catatan impresif dalam laga tandang. Tim Singo Edan belum pernah menelan kekalahan dalam tujuh pertandingan tandang terakhir mereka di Super League. Dari tujuh laga tersebut, Arema FC berhasil mencatatkan dua kemenangan dan lima hasil imbang, menunjukkan kekuatan mental dan strategi mereka saat bermain di luar kandang.
Namun, rekor positif tersebut harus terhenti di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Gol Kadek Agung di babak kedua memastikan bahwa Arema FC pulang tanpa poin, sekaligus mematahkan catatan tak terkalahkan mereka di laga tandang. Kegagalan mempertahankan rekor ini menjadi pukulan telak bagi skuad Marcos Santos, yang sebelumnya optimis bisa mencuri poin di Bali.
“Kami harus mencari poin di Bali. Kami sering kehilangan poin di kandang, tapi di luar kandang, kami selalu mendapatkan poin, itu yang harus kami kejar sekarang,” kata Pelatih Arema FC, Marcos Santos, sehari sebelum pertandingan, dikutip dari laman I-league.
Pernyataan Santos tersebut menyoroti pentingnya poin tandang bagi Arema FC, yang ironisnya justru gagal mereka dapatkan di laga ini.
Kadek Agung dan Kemenangan Krusial Bali United
Gol semata wayang Kadek Agung di pertandingan ini bukan hanya sekadar gol biasa, melainkan memiliki makna krusial bagi Bali United. Gol tersebut memberikan “senyuman di awal tahun” bagi Serdadu Tridatu dan para pendukungnya, seperti yang diungkapkan oleh beberapa media. Kemenangan tipis 1-0 ini mengangkat posisi Bali United ke peringkat ke-8 klasemen sementara Super League dengan total 24 poin.
Tiga poin di kandang sendiri juga menjadi momentum penting bagi Bali United untuk kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen setelah beberapa hasil kurang memuaskan sebelumnya. Dukungan penuh dari suporter di Stadion Kapten I Wayan Dipta terbukti menjadi faktor pendorong bagi Serdadu Tridatu untuk tampil maksimal dan mengamankan kemenangan vital ini. Gol Kadek Agung, yang datang di saat kritis, menjadi penentu dan pahlawan bagi Bali United dalam pertandingan pembuka tahun 2026 ini.