3 Fakta Menarik Setelah Persib Bandung Ditahan Imbang Persik Kediri
Ambisi Persib Bandung untuk kembali menduduki puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 harus tertunda. Maung Bandung dipaksa bermain imbang 1-1 oleh tuan rumah Persik Kediri dalam laga dramatis yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin (5/1/2026) malam WIB. Hasil ini membuat Persib gagal menggeser Borneo FC dari posisi teratas dan kini tertahan di peringkat ketiga.
Pertandingan pekan ke-16 ini diwarnai sejumlah insiden krusial, termasuk kartu merah bagi pencetak gol Persib, Saddil Ramdani, serta gol penyeimbang Persik di masa tambahan waktu. Drama tersebut tidak hanya memengaruhi posisi Persib di tabel liga, tetapi juga menyoroti ketangguhan Persik di kandang sendiri yang belum terkalahkan musim ini.
Persib Gagal Kudeta Puncak Klasemen
Hasil imbang 1-1 kontra Persik Kediri menjadi pukulan telak bagi Persib Bandung dalam perburuan gelar juara BRI Super League 2025/2026. Sebelum laga ini, Persib memiliki peluang emas untuk mengkudeta puncak klasemen yang ditempati Borneo FC. Namun, tambahan satu poin membuat koleksi poin Persib menjadi 35 dari 16 pertandingan.
Jumlah poin tersebut sebenarnya menyamai perolehan Persija Jakarta yang berada di posisi kedua, namun Persija unggul dalam selisih gol (+19 berbanding +15). Sementara itu, Borneo FC tetap kokoh di puncak dengan 37 poin setelah meraih kemenangan dramatis di pekan yang sama. Kegagalan meraih poin penuh ini juga menjadi kerugian besar mengingat Persib akan menghadapi laga El Clasico Indonesia melawan rival abadi, Persija Jakarta, pekan depan.
Drama Kartu Merah dan Gol Penyeimbang Menit Akhir
Pertandingan di Stadion Brawijaya berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Persib Bandung berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-68 melalui aksi pemain pengganti, Saddil Ramdani, yang sukses menuntaskan umpan matang dari Berguinho. Gol ini membawa Maung Bandung unggul 1-0 dan membuka asa meraih tiga poin.
Namun, euforia keunggulan Persib tidak bertahan lama. Pada menit ke-81, Saddil Ramdani harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua, menyusul tekel kerasnya terhadap Yusuf Meilana. Insiden kartu merah ini mengubah jalannya pertandingan secara drastis, memberikan keunggulan jumlah pemain bagi Persik Kediri di sisa waktu normal dan masa tambahan waktu.
Keunggulan jumlah pemain ini dimanfaatkan maksimal oleh Macan Putih. Tekanan tanpa henti yang dilancarkan Persik akhirnya membuahkan hasil pada masa injury time. Tepatnya pada menit ke-90+5, Muhammad Firli berhasil mencetak gol penyeimbang setelah terjadi kemelut di depan gawang Teja Paku Alam. Gol di detik-detik akhir ini menyelamatkan Persik dari kekalahan di kandang sendiri dan membuyarkan kemenangan Persib yang sudah di depan mata.
Rekor Kandang Impresif Persik Terjaga
Salah satu fakta menarik lainnya dari hasil imbang ini adalah keberhasilan Persik Kediri dalam menjaga rekor tak terkalahkan mereka di kandang. Sebelum pertandingan melawan Persib, tim asuhan Marcos Reina ini memiliki catatan impresif di Stadion Brawijaya, tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Dari lima laga kandang sebelumnya, Persik berhasil meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Pelatih Persib, Bojan Hodak, bahkan sempat mewaspadai rekor kandang Persik ini menjelang pertandingan. “Kediri, jika mereka bermain di kandangnya merupakan tim yang benar-benar berbahaya,” ujar Bojan Hodak. “Mereka pun rata-rata memiliki hasil yang bagus saat bermain di kandangnya,” tambahnya.
Hasil imbang 1-1 ini memperpanjang catatan positif Persik di markasnya, menunjukkan bahwa Stadion Brawijaya masih menjadi tempat yang angker bagi tim tamu. Meskipun hanya meraih satu poin, hasil ini penting bagi Persik untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara, yang kini berada di peringkat ke-11 dengan 19 poin.