2 Kunci Taktik Kemenangan Persita Atas Persis Solo dengan Skor 1-3
Persita Tangerang sukses mencuri tiga poin penting dari markas Persis Solo setelah meraih kemenangan meyakinkan 1-3 dalam lanjutan pekan ke-16 Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Manahan, Surakarta, pada Minggu (4/1/2026), menjadi bukti dominasi taktik Pendekar Cisadane, yang mengandalkan agresivitas awal serta transisi cepat untuk membungkam Laskar Sambernyawa.
Hasil ini tidak hanya mengukuhkan posisi Persita di papan tengah klasemen, tetapi juga semakin membenamkan Persis Solo di dasar klasemen. Tim tuan rumah kini mencatat rekor buruk 15 pertandingan tanpa kemenangan dan hanya mengumpulkan 7 poin dari 16 laga yang telah dijalani.
Agresivitas Awal dan Keklinisan Lini Depan
Kunci kemenangan Persita Tangerang dimulai dari strategi agresif sejak peluit babak pertama dibunyikan. Tim asuhan Carlos Pena langsung mengambil inisiatif menyerang, mengejutkan Persis Solo dengan gol cepat pada menit kelima. Gol pembuka dicetak oleh Matheus Alves, yang berhasil memaksimalkan umpan sepak pojok dari Aleksa Andrejic melalui sundulan terarah ke gawang Gianluca Pandenuwu.
Tak berhenti di situ, Persita menggandakan keunggulan sembilan menit berselang. Aleksa Andrejic mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-14, memanfaatkan umpan matang dari Matheus Alves. Keklinisan lini depan Persita sangat terlihat pada babak pertama. Mereka mampu mengubah setiap peluang menjadi gol, menunjukkan efektivitas serangan yang tinggi. Menjelang turun minum, Andrejic kembali menjadi momok bagi pertahanan Persis dengan mencetak gol keduanya pada menit ke-42. Gol ini berawal dari umpan silang mendatar Hokky Caraka yang gagal dihalau sempurna oleh gelandang Cleylton Dos Santo, sebelum disambar Andrejic dengan kaki kiri.
Pelatih Persita, Carlos Pena, sebelumnya telah menyatakan bahwa timnya datang dengan “momentum yang bagus, para pemain bekerja keras dan dalam kepercayaan diri tinggi.” Pernyataan ini terbukti di lapangan, dengan Persita yang tampil penuh motivasi dan mampu menciptakan kejutan di kandang lawan. Pena juga menekankan bahwa setiap pertandingan di Super League sangat sulit, dan timnya memberikan rasa hormat kepada setiap lawan, yang tercermin dari persiapan matang mereka.
Organisasi Pertahanan Solid dan Transisi Efektif
Selain agresivitas di lini serang, kunci kedua kemenangan Persita terletak pada organisasi permainan yang rapi dan transisi menyerang yang efektif. Meskipun Persis Solo sempat mencoba bangkit dan mencetak gol pada menit ke-28 melalui Kodai Tanaka, gol tersebut dianulir setelah wasit melihat VAR. Ini menunjukkan ketangguhan pertahanan Persita yang mampu meredam ancaman dari lini serang Persis.
Di babak kedua, Persis Solo memang berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-62 melalui tendangan penalti Gervane Kastaneer. Penalti diberikan setelah Javlon Guseynov dianggap melanggar Cleylton Dos Santos. Meskipun tendangan pertama Kastaneer ditepis oleh Igor Rodrigues, bola muntah berhasil dimanfaatkan untuk menjadi gol. Namun, Persita tetap mampu menjaga keunggulan mereka dengan menurunkan tempo permainan dan menjaga disiplin di lini belakang, mencegah Persis menciptakan peluang berbahaya lebih lanjut.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui bahwa timnya tidak bermain seperti biasanya dan beberapa karakter permainan, termasuk operan bola-bola panjang, tidak berjalan lancar. Ia juga menyoroti motivasi lebih yang ditunjukkan oleh para pemain Persita. Hal ini mengindikasikan bahwa taktik Persita tidak hanya efektif dalam menyerang, tetapi juga berhasil mengganggu ritme permainan Persis.
Dampak Klasemen dan Momen Krusial Laga
Kekalahan ini semakin memperburuk catatan Persis Solo di Super League. Mereka kini berada di dasar klasemen dengan 7 poin dari 16 pertandingan, memperpanjang puasa kemenangan menjadi 15 laga. Situasi ini menuntut Laskar Sambernyawa untuk segera bangkit guna menghindari zona degradasi. Pertandingan ini juga sempat diwarnai insiden penyalaan flare oleh suporter pada menit ke-84, yang menyebabkan laga dihentikan sementara. Pelatih Persita, Carlos Pena, menyayangkan insiden tersebut, menyoroti bahaya dan dampak visual yang membuat pemain sulit terlihat di lapangan.
Setelah kemenangan ini, Persita Tangerang akan menghadapi tantangan berikutnya melawan Borneo FC pada Jumat (9/1/2026). Sementara itu, Persis Solo memiliki tugas berat untuk membalikkan keadaan ketika mereka bertemu Semen Padang. Momentum positif yang berhasil dibangun Persita menjadi modal berharga untuk melanjutkan kompetisi, sementara Persis harus segera menemukan solusi untuk keluar dari keterpurukan.